(sumber : 
Olah.Tawa.untuk.Sehat.dan.Tumbuhkembangkan.Rasa.Cinta<http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/06/14/20410430/Olah.Tawa.untuk.Sehat.dan.Tumbuhkembangkan.Rasa.Cinta..>)

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak cara untuk hidup sehat. Untuk itu, jangan heran
melihat ribuan orang sudah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), setiap
Minggu pagi. Ada apa?

Aktivitas mereka sungguh beragam. Ada yang joging, ada main bulutangkis, ada
yoga, dan kegiatan olah raga lainnya. Termasuk, yang menarik perhatian,
Minggu (14/6) pagi adalah ribuan orang tertawa di salah satu sisi Lapangan
Ikada, Monas.

Haha... haha... hoho... .hoho... , begitu terdengar keras tawa mereka.

Untuk memancing tawa, ada pula yang bernyanyi dengan lucu-lucunya, seperti
anak-anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Tepuk
ambe-ambe/Belalang cupu-cupu/Bertepuk adik pande/Diupah air cucu... Setelah
itu, meledaklah tawa mereka, ribuan peserta Pesta Rakyat-Olah Raga Tawa,
yang digagas National Integration Movement atau Gerakan Integrasi Nasional.

Mengapa mereka harus tertawa dan beramai-ramai pula? Presiden National
Integration Movement (NIM), Maya Safira Muchtar, di sela-sela pesta tawa
tersebut mengatakan, mereka harus tertawa agar lebih segar, lebih
optimistik, dan lebih sehat. "Lebih dari itu, dengan pesta tawa ini, peserta
saling bersilaturrahim, sehingga ini berpotensi untuk memperkuat
persaudaraan, persatuan, dan menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap Ibu
Pertiwi," ujarnya.

*National Integration Movement adalah lembaga nonprofit dan nonpolitik. Ia
hanya merupakan salah satu sayap dari Yayasan Anand Ashram, yang berdiri
karena keprihatinan terhadap berbagai masalah disintegrasi bangsa yang saat
ini terjadi dan yang b erpotensi untuk terjadi*. Khusus di Lapangan Ikada
Monas, setiap dua minggu sekali diadakan Pesta Rakyat-Olah Raga Tawa atau
Pesta Tawa.

Ketika bincang-bincang dengan Maya, sejumlah instruktur berkali-kali
memancing para peserta untuk tertawa selepas-lepasnya dan sebebas-bebasnya.
Usai tertawa, mereka kembali menyanyi dan joget bersama. Yuk urusan diri...
biar bisa urus negeri... , demikian antara lain bait-bait lagunya.

Menurut Maya, melalui kegiatan yang penuh semangat keceriaan, persatuan, dan
perdamaian tersebut, NIM berusaha untuk mengingatkan masyarakat Indonesia
akan semngat Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, dan juga semboyan Bhinneka
Tunggal Ika atau keberagaman, yang merupakan dasar dalam membangun bangsa
Indonesia.

*Segar dan sehat*

Sejumlah peserta mengaku dirinya merasa lebih segar, setelah ikut pesta
tawa. Ada benarnya, tertawa itu sehat. Saya merasa lebih segar dan
bersemangat. Tampaknya, saya harus menyegarkan diri dengan berusaha tertawa
setiap harinya, sekurang-kurangnya, lima menit, kata Ny Diana (56).

Presiden NIM Maya Safira Muchtar mengungkapkan, penelitian Asosiasi
Psikiatri Indonesia menyatakan, 94 persen populasi Indonesia mengalami
depresi atau gangguan lain sejenis. Depresi dan stress dapat bermanifestasi
dalam bentuk gangguan fisik . Segala penyakit fisik 100 persen disebabkan
oleh pikiran kita.

Tertawa adalah salah satu cara memberdayakan diri, yang orang banyak tidak
tahu manfaatnya. Padahal, dengan tertawa hidup kita menjadi lebih sehat,
bahagia, dan tenteram. "Kesehatan adalah bonus dari kedamaian yang diperoleh
oleh jiwa dan mental kita," jelasnya.

Mas Madan Kataria, dokter Bombay yang iseng bikin klub ketawa internasional
(LCI) tahun 1995 mengatakan, ketawa menyimpan nilai aerobic yang setara
dengan lari jarak jauh atau dua set main tenis.

Handrawan Nadesul mengutip ahli jantung Amerika, William Fry, mengatakan,
ketawa identik dengan berareobik. Ketawa semenit saja sudah memberi
relaksasi tubuh sebanyak 40 menit. Seratus kali ketawa setara dengan 10
menit jogging.

Fungsi ketawa baru bernilai sehat jika sampai terbahak-bahak atau tertawa
perut berguncang. Bukan Cuma bermanfaat melatih jantung dan paru-paru, tapi
otot-otot pundak, lengan, perut, sekat rongga badan maupun tungkai ikut
bersenam pula, katanya, seperti pernah ditulis di Kompas.
*(YURNALDI)*


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke