----- Forwarded Message ----
From: Elfa <fifit_cantiq@ yahoo.com>
Sent: Saturday, June 13, 2009 7:11:46 PM
Subject: FWD : Hati-hati modus pencopetan baru







Posted by: "Priyashiva" 
Wed Jun 10, 2009 7:30 pm (PDT)



Jika anda berada di angkutan di sekitar jabodetabek atau khususnya di kampung 
rambutan, hendaknya anda berhati-hati jika ada segerombolan 3 pria dan 1 wanita 
yang berpura-pura menjadi penumpang sambil membawa tas-tas besar yang naik 
serta turun secara bersamaan dan salah satunya menyebarkan brosur pijat 
refleksi karena mereka sebenarnya GEROMBOLAN COPET.

Modusnya adalah sebagai berikut:
Salah satu pria dengan menggunakan atribut agama akan menyebarkan beberapa 
brosur pijat refleksi ke penumpang. Kemudian 2 pria lain dan 1 wanita temannya 
akan mengelilingi korbannya. Salah satu dari ke 3 rekannya tersebut akan 
berpura-pura menanyakan alamat brosur pada si pria yang menggunakan atribut 
agama tersebut. Si pria beratribut agama ini berpura-pura menjelaskan alamat 
sambil memberikan contoh memijat. Lalu serta merta pria ini akan menarik tangan 
anda untuk dipijat sambil menyuruh kita membaca isi brosur. BERHATI-HATILAH 
karena sebenarnya pria ini sedang berusaha menghipnotis anda melalui efek kejut 
pijatan. Tatkala anda sudah terkena hipnotis maka ke tiga rekannya tersebut 
akan menguras dan mengoper isi dompet, hp dan benda berharga lainnya.

Ini jenis modus pencopetan lama tapi baru. Pencopetan dengan modus hipnotis 
semacam ini sudah ada beberapa tahun yang lalu. Beberapa jalur yang biasany 
menjadi target operasi mereka adalah M19 (kranji bekasi - Cililitan), M44 
(jurusan kuningan casablanca), M06 (Cijantung - Cililitan), M19 (Depok - 
Kampung Rambutan). Kebanyakan copet beraksi di Mikrolet atau Metromini yang 
sedang padat.

Metode copet dengan hipnotis ini biasanya :
- sok akrab lalu dengan tiba-tiba akan memijat lutut, pundak, atau punggung 
tangan antara jempol dan hari telunjuk karena di 3 daerah inilah jikat dipijat 
akan memberikan efek kejut yang memudahkan pelaku menginduksi hipnotis.
- Mereka akan menyebarkan brosur atau selebaran. Selebaran atau brosur ini 
membantu pelaku untuk menginduksi hipnotis. Korban mudah dihipnotis jika korban 
dengan sengaja dipaksa mefokuskan pada obyek tertentu.

Cara menghindari modus ini :
- Jangan pernah mau mengambil atau menerima brosur atau selebaran dari orang 
tak dikenal yang memberikan secara memaksa dan bergerombol.
- Jangan pernah bersentuhan secara fisik dengan orang yang tidak dikenal. Jaga 
jarak minimal 1.5 meter jika ada orang yang bertanya pada anda sewaktu berjalan.
- Jika ada orang yang mencoba mau memegang anda baik dg tujuan mau memijat atau 
memencet anggota tubuh anda, bentaklah orang tersebut agar orang tersebut 
kaget. Dengan demikian usaha orang yang bertujuan menghipnotis anda, dia akan 
terganggu fokusnya. Misalnya : ' Apa-apan sih ! ' ' Sorry jangan pegang ! ' Dll.
- Tunjukan sikap kemarahan anda agar mental para pencopet tersebut down.
- Perhatikan orang-orang di sekitar anda, karena biasanya copet beraksi secara 
bergerombol. Bisa mungkin pindah atau turun kendaraan agar anda bisa terlepas 
dari posisi terkunci.
- Banyaklah berdoa meminta perlindungan Tuhan.
- Jika ada teman atau penumpang lain yang terkena hipnotis ini, cobalah untuk 
mengejutkan si penumpang atau korban agar dia terbangun.

Mohon email ini disebarluaskan agar kejahatan ini bisa ditekan dan dihindari.

Saya menuliskan pengalaman ini karena saya malam ini sempat hampir menjadi 
korban.

Semoga dengan mengirimkan pengalaman ini saya tidak akan masuk penjara seperti 
Ibu Prita Mulyasari hehehhe

Salam,
PriyaShiva Akasa
 


 

 
















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke