Refleksi : Diatas korupsi dan yang dibawah mencuri atau dalam peribahasa 
dikatakan: Guru kencing berdiri murid kencing berlari.  Beginilah negeri yang 
dalam cerita Karl May : "Ali Baba dan 40 penyamun". 


http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=8664

2009-06-18 
Cegah Pencurian, Jembatan Suramadu Dijaga 24 Jam



ANTARA/Eric Ireng

Penumpang berada di geladak salah satu kapal feri, sesaat sebelum berangkat 
dari Dermaga 1 Penyeberangan Ujung-Kamal, Tanjung Perak Surabaya, Rabu (17/6). 
Pelabuhan yang sebelumnya menjadi pintu utama lalu lintas laut Surabaya- Pulau 
Madura tersebut, mulai sepi menyusul dibukanya Jembatan Suramadu yang tiketnya 
lebih murah.

[SURABAYA] Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura), Jawa Timur (Jatim) diamankan 
polisi dan petugas Jasa Marga 24 jam penuh, setelah tarif tol masuk jembatan 
resmi dilakukan sejak Rabu (17/6). Saat uji coba, 42 lampu, mur, dan baut 
dilaporkan hilang.

"Perhatian ekstra ketat kami lakukan untuk mengamankan Suramadu, baik di atas 
maupun di bawah jembatan," kata Kepala Cabang Jasa Marga Surabaya-Gempol Agus 
Purnomo, di Surabaya, Rabu (17/6).

Bentuk pengamanan di atas jembatan oleh Polisi Jalan Raya dan petugas Jasa 
Marga, sedangkan di bawah jembatan yang digunakan untuk lintasan kapal atau 
perahu dilakukan jajaran Kepolisian Surabaya dan Bangkalan, Madura. Pengamanan 
ketat dilakukan, agar jangan sampai ada laporan kehilangan atas perangkat 
Jembatan Suramadu. 

Pada hari pertama diberlakukan tarif tol masuk jembatan, pihaknya menargetkan 
4.000 kendaraan roda empat melewati jembatan ini, sedangkan untuk roda dua 
ditargetkan sebanyak 12.000 unit. Saat sekarang sedang dihitung berapa banyak 
kendaraan yang ke luar masuk.

Sejak tarif masuk diberlakukan, jumlah kendaraan yang melintas jembatan menurun 
drastis dibanding saat uji coba dilaksanakan mulai tanggal 13-16 Juni lalu. 
Ketika uji coba, puluhan ribu mobil dan sepeda motor melintas jembatan, karena 
uji coba dilakukan secara gratis.

Seperti diberitakan, tarif tol melintas Suramadu telah ditetapkan. Untuk 
kendaraan roda dua Rp 3.000, kendaraan golongan I mobil pribadi Rp 30.000, 
golongan II Rp 45.000, golongan III Rp 60.000, golongan IV Rp 75.000 dan 
golongan V ditetapkan sebesar Rp 90.000. 


Penurunan

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) 
Jatim Bambang Harjo mengatakan, sejak masa uji coba sampai dioperasikannya 
Suramadu, terjadi penurunan penumpang kapal feri yang menghubungkan Ujung Baru 
Surabaya-Kamal Madura. 

Untuk kendaraan roda dua dari rata-rata 8.000, turun 55 persen. Untuk roda 
empat turun 85 persen dari rata-rata 4.000 unit yang melintas di Selat Madura 
ini. Dalam kondisi seperti ini, prospek angkutan kapal feri ke depan menjadi 
suram bahkan dalam waktu cepat akan mati. Jika angkutan ini mati, akan 
berdampak pada 1.800 pekerja dari 17 kapal feri yang dioperasikan sehari-hari. 
Bahkan nasib pedagang asongan, kaki lima pun kehilangan pendapatannya.

Pemerintah sebelumnya berjanji, feri di lintas penyeberangan Ujungbaru 
Surabaya-Kamal Madura, akan dipindahkan ke lintas penyeberangan yang lain 
seperti Ketapang Banyuwangi-Gilimanuk Bali. [080]



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke