RksiPyogenes 
Refleksi : Mungkin bukan penyakit baru nan aneh  yang diderita oleh pasien ini, 
sebab sudah ketahui dalam dunia medis yaitu disebabkan oleh bakteria pemakan 
daging yang namanya "Streptococcus Pyogenes". Pada stadium permulaan  bila 
diketahui bisa diobti dengan antibiotika dan juga dioperasi,  dipotong buang 
bahagian yang sudah termakan oleh bakteria.


http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/21/18351825/wajah.tumini.hilang.akibat.penyakit.aneh


Wajah Tumini Hilang Akibat Penyakit Aneh

  
SURYA/SUDARMAWAN
Wajah Tumini hilang karena penyakit aneh.
/Minggu, 21 Juni 2009 | 18:35 WIB
MADIUN, KOMPAS.com - Tumini (54), warga Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, 
Kabupaten Madiun, Jatim, selama puluhan tahun menderita penyakit aneh. 

Suami Tumini, Marto (65), Minggu (21/6), mengatakan, akibat penyakit aneh 
tersebut, sebagian wajah Tumini telah hilang dan berlubang. Bagian kedua 
matanya, hidung, dan bibir hilang. Yang tersisa hanya tinggal dagu dan kening 
saja. 

"Selama bertahun-tahun, penyakit tersebut terus menggerogoti bagian wajah istri 
saya. Satu per satu bagian wajah Tumini rusak akibat penyakit tersebut. Karena 
tidak ada mata maka ia tidak dapat melihat. Demikian juga tidak dapat 
berbicara, karena bibir dan jaringan pendukungnya lainnya sudah tidak 
sempurna," ujarnya. 

Menurut dia, penyakit aneh tersebut telah menyerang istrinya selama hampir 30 
tahun lebih. Namun, karena keajaiban Tuhan, Tumini bisa bertahan meski jaringan 
hidung untuk bernafasnya juga tidak sempurna akibat penyakit tersebut. Bahkan 
kesadaran dan indera pendenagaran Tumini juga masih bagus. 

Marto bercerita, penyakit tersebut menyerang saat istrinya masih berusia 20 
tahunan. Awalnya hanya berupa sebuah bintil menyerupai jerawat di hidung 
Tumini. Namun, lama kelamaan semakin membesar, berasa panas dan gatal. 

"Waktu itu sudah pernah diperiksakan ke rumah sakit. Bahkan, istri saya juga 
sempat dirawat di Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya. Selama tiga bulan dirawat di 
sana, istri saya tidak sembuh-sembuh. Karena alasan tidak ada biaya, akhirnya 
saya bawa pulang. Dokter bilang penyakit istri saya adalah kanker," kata Marto 
yang kesehariannya hanya seorang butuh tani. 

Setelah dirawat di Surabaya, Tumini juga sempat dirawat di Rumah sakit dr. 
Sudono Madiun. Namun sama saja, tidak membuahkan hasil dan akhirnya memilih 
untuk dirawat di rumah saja. Seiring dengan itu, jerawat Tumini semakin 
membesar. 

Bahkan, selain membesar, penyakit jerawat tersebut juga membuat beberapa bagian 
anatomi wajah Tumini rusak, mengelupas, dan akhirnya lepas. Kini yang tersisa 
wajah Tumini mengalami lubang selebar 10-15 cm dan sedalam 7-10 cm. 

"Kini, obat untuk istri saya hanya mengandalkan obat ramuan sendiri dari bahan 
utama tembakau untuk mengusir lalat yang kerap mengerubungi. Meski dapat 
berjalan, namun ia membutuhkan tuntunan karena tidak dapat melihat lagi. Selain 
itu, ia juga menggunakan kerudung untuk menutupi lubang di wajahnya," kata 
Marto menerangkan. 

Kesehariannya, selain tinggal bersama suaminya, Tumini juga ditemani oleh anak 
semata wayangnya, Wasirindra (34) yang belum berkeluarga. Tumini banyak 
mengurung diri di dalam kamar dan menghindar dari keadaan di sekitarnya. 

"Ibu banyak mengurung di dalam kamar. Kadang ia bergumam tidak kuat menahan 
sakit di tubuhnya. Malahan, akhir-akhir ini ibu sering berkeiginan untuk 
mengakhiri hidupnya," kata Wasirindra sedih. 

Keluarga hanya berusaha untuk menjaga kondisi kejiwaan Tumini, dan berharap ada 
uluran tangan dari tetangga dan pemerintah daerah setempat. Karena untuk biaya 
pengobatan, keluarga Tumini sudah tidak mampu lagi melakukannya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Tulus Purnomo, 
mengaku jika Pemerintah Kabupaten Madiun sudah pernah memberikan tindakan 
medis. Namun, penderita menolak untuk dibawa ke rumah sakit. 

"Dinkes Kabupaten Madiun sudah pernah memberikan penanganan terhadap Tumini. 
Namun, waktu itu yang bersangkutan menolak untuk dibawa ke rumah sakit dengan 
alasan sudah pasrah," katanya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke