http://www.antaranews.com/view/?i=1245647516&c=NAS&s=UMM

Pelita Air Gagal Mendarat di Dumai
Senin, 22 Juni 2009 12:11 WIB | 

Dumai (ANTARA News) - Pesawat Fokker 100 milik Pelita Air dari Jakarta tujuan 
Bandara Pinang Kampai, Dumai, Senin, gagal mendarat di bandara tersebut karena 
tebalnya kabut asap.

Pesawat tersebut kemudian terpaksa mengalihkan pendaratan di Bandara Sultan 
Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, kata petugas Lalu Lintas Udara Bandara Pinang 
Kampai Van Baisten Sitanggang.

"Pesawat Pelita Air dari Jakarta itu hanya berputar-putar diatas bandara, tidak 
dapat mendarat karena tebalnya kabut asap," ujar Van Baisten Sitanggang.

Menurut dia, pesawat yang dicarter perusahaan PT Chevron itu dijadwalkan 
mendarat di Bandara Pinang Kampai Dumai pada pukul 09.30 wib namun karena 
tertutupnya landasan udara oleh kabut asap menyebabkan pesawat hanya berputar 
di atas bandara dan gagal mendarat.

Ia mengatakan, pesawat tersebut akhirnya berbalik terbang ke arah Pekanbaru dan 
hingga pukul 11.45 wib penerbangan ke Dumai belum dibuka.

Dijelaskannya sejak pukul 07.00 Wib tadi pagi bandara yang berada di kota 
minyak itu ditutup untuk penerbangan karena jarak pandang akibat kabut asap 
dibawah 1.000 meter yang berisiko untuk penerbangan.

Sitanggang mengatakan pada Senin ini dijadwalkan tiga pesawat mendarat di 
bandara tersebut selain pesawat Pelita yang di carter PT Chevron, juga satu 
pesawat Fokker 100 Pelita Air yang dicarter Pertamina dan pesawat Fokker 50 
milik maskapai penerbangan Riau Airlines (RAL).

"Dua pesawat Pelita dari Jakarta dan satu pesawat RAL dari Pekanbaru hingga 
sekarang tidak dapat mendarat di Dumai," ujar Sitanggang.

Ia mengatakan, dua pesawat Pelita itu mendarat di bandara SSK II Pekanbaru 
sedangkan pesawat RAL hingga kini belum menjadwalkan penerbangan ke Dumai 
karena kuatir kabut asap. 

Menurut dia, ratusan penumpang tujuan Jakarta dan Pekanbaru hingga kini masih 
menumpuk di bandara Dumai dan belum ada kejelasan jadwal keberangkatan mereka 
ke tempat tujuan.

Sementara itu, udara Kota Dumai makin siang makin tertutup kabut asap yang 
sangat tebal dengan jarak pandang dibawah 100 meter. Pengendara sepeda motor 
dan mobil di daerah itu menghidupkan lampu agar lawan dari arah berlawanan 
dapat terlihat.

Sedangkan lokasi kebakaran di kota tersebut berada di Desa Selingsing, 
Kecamatan Medang Kampai yakni arah jalan lintas Dumai-Sungai Pakning.

"Diperkirakan lahan yang terbakar di daerah itu sekitar 100 hektare. Lahan 
kosong hutan belukar," kata A. rahman salah seorang warga yang tinggal di Desa 
Sepahat, Kabupaten Bengkalis.

Ia mengetahui lokasi tersebut terbakar karena desa tetangganya dan saat ke 
Dumai tadi pagi melewati lahan yang terbakar itu.

"Asap dari kebakaran sangat tebal menutupi jalan. Kami belum melihat ada 
petugas kebakaran memadamkan api," katanya yang ditemui di SPBU Dumai saat 
mengantri mengisi bahan bakar motornya. (*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke