Komentar: 
Sama Malingsia yang "bersaudara" saja kita sopan santun dan banyak mengalah. 
Apalagi sama gerombolan preman yang suka ngebom negara orang....!!! 
 
======================

Posted by: "Roni Sontani" [email protected] 
Wed Jun 24, 2009 10:11 pm (PDT) 


NATUNA - Monitor Satuan Radar 212 TNI-AU di Batam menunjukkan sinyal
mencurigakan pada Selasa 23 Juni sore lalu. Terindikasi ada enam kapal
perang asing memasuki kawasan alur laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
Lokasi tepatnya di antara perairan Pulau Laut dan Pulau Subi Natuna.

Hasil pelacakan lebih jauh, keenam kapal perang itu milik AL Amerika
Serikat. TNI-AU pun langsung berkoordinasi dengan TNI-AL Ranai.

Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan menerbankan pesawat cassa
TNI-AL untuk mengintai keenam kapal perang AS tersebut. Hasilnya,
keenam kapal dengan persenjataan lengkap dan sebar otomatis itu memang
berjalan beriringan di perairan Indonesia.

Tanpa melakukan tindakan apa pun, pesawat pengintai TNI-AL terus
memantau pergerakan iring-iringan kapal perang AS itu. Setelah tiga
jam mengintai, tanpa disadari sebuah helikopter puma AS mendekati
pesawat pengintai tersebut.

Sempat terjadi perdebatan. Namun, tidak berlangsung lama karena
perlahan-lahan iring-iringan kapal perang AS itu menjauh dari perairan
Indonesia.

Dari hasil pengintaian tersebut diperoleh data bahwa iring-iringan
kapal perang AS terdiri atas kapal induk USS Ronald Reagen, dua kapal
destroyer, dua kapal frigate, satu tanker minyak. Kapal induk USS
Ronald Reagan itu mengangkut puluhan pesawat tempur.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Deddy Suparli membenarkan adanya
iring-iringan kapal perang AS yang melintas di wilayah perairan
Indonesia itu. ''Jelas terlihat kapal tersebut berbendera AS dan
memasuki perairan Indonesia tanpa tujuan yang jelas,'' katanya.

Tidak hanya bercerita, Deddy menunjukkan foto iring-iringan kapal
tersebut. Setelah insiden itu, TNI-AL dibantu TNI-AU terus mengawasi
dan mengintai sekitar perairan Natuna. (cca/jpnn/ruk)

http://jawapos. co.id/halaman/ index.php? act=detail& nid=77042



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke