Refleksi :  Mungkin perbuatan kader demokrat ini berdasarkan paham kaum 
demokrat  NKRI. 

http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=29380

27 Juni 2009 07:24:29



Wartawan Sinar Harapan Ditendang Kader Demokrat

Kubu SBY- Boediono Minta Maaf, Janji Proses Hukum Pelaku




JAYAPURA-Wartawan nasional Sinar Harapan, Odeodata H Julia Vanduk (35) diduga 
telah mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh RK yang diduga merupakan kader 
Partai Demokrat yang terjadi di Halaman Swiss-Belhotel Papua, Jumat (25/6) 
pukul 09.30 wit kemarin. Korban diduga telah ditendang oleh pelaku berinisial 
RK yang saat itu menggunakan baju partai tersebut, pada saat hendak mengikuti 
liputan kedatangan calon wakil presiden Boediono yang melakukan kampanye ke PTC 
Entrop. Akibat kejadian tersebut, korban merasakan kesakitan di pantatnya dan 
beberapa saat kemudian korban pingsan sehingga langsung dilarikan ke Rumah 
Sakit Dok II Jayapura. 


Menurut keterangan korban Odeodata usai melaporkan kejadian tersebut ke 
Mapolresta Jayapura, kejadian itu berawal korban bersama dengan teman-teman 
wartawan lainnya sedang meliput kedatangan cawapres Boediono saat tiba di 
Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. 
Korban sempat bertemu dengan teman pelaku bernama Jemmy dan sempat 
berbincang-bincang beberapa saat, namun pelaku yang berada di sampingnya 
tiba-tiba bicara sesuatu yang tidak jelas di dengar oleh korban, namun korban 
tidak menanggapinya. Selanjutnya, setelah rombongan Boediono tiba di Sentani, 
langsung melanjutkan perjalanan menuju ke Swiss-Belhotel Papua dan diikuti 
rombongan wartawan lainnya termasuk korban. 


Saat tiba di Swiss-Belhotel Papua, korban kembali bertemu dengan Jemmy teman 
pelaku RK, namun korban saat itu menawarkan kepadanya untuk bersama dengan 
rombongan korban dalam perjalanan mengikuti rombongan cawapres menuju ke PTC 
Entrop."Pada saat saya sedang bicara dengan Jemmy, saya melihat pelaku masih 
banyak bicara yang saat itu tidak jelas. Kemudian korban meminta pelaku untuk 
diam. Namun, secara tiba-tiba pelaku langsung menendang korban dari arah 
belakang mengenai pantat saya," ujar Odeodata.  Namun korban mengakui tidak 
mengetahui secara jelas menggunakan kaki kanan atau kaki kiri. Kemudian korban 
membalikan badannya dan posisi berhadapan dengan pelaku kemudian pelaku 
berusaha untuk menghantyam korban, namun dilerai oleh teman-teman yang lain. 
Lalu, pelaku dtarik dan pergi meninggalkan TKP. 


Akibatnya ditendang oleh pelaku tersebut, korban langsung mengalami pusing dan 
rasa sakit pada pantat hingga korban pingsan, sehingga langsung dilarikan ke 
RSUD Dok II Jayapura untuk mendapatkan perawatan. Korban tidak bisa lagi 
beraktifitas dan tampak shock.  Sementara itu, pelaku RK berhasil dijemput Tim 
Opsnal Satuan Reskrim Polresta Jayapura saat berada di rumahnya yang ada di BTN 
Purwodadi Sentani, sehingga langsung dibawa ke Mapolresta Jayapura untuk 
dimintai keterangan secara intensif. 
Kapolresta Jayapura, AKBP Roberth DJoenso SH didampingi Kasat Reskrim AKP Y 
Takamully SH, MH mengakui pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kasus 
ini. 


Bahkan, polisi sudah melakukan pencarian terhadap pelaku dan 4 jam kemudian 
pelaku berhasil diamankan saat berada di rumahnya. "Jika memang terbukti, maka 
pelaku akan kami jerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dan 
pasal 335 ayat 1 ke-1 KUHP perbuatan tidak menyenangkan," imbuhnya. 


Sementara itu, RK yang sempat menendang wartawati Sinar Harapan tersebut 
mengakui menyesal atas kejadian tersebut. "Saya minta maaf kepada Ode dan 
teman-teman wartawan atas kejadian itu. Saya telah kilaf," ujarnya ditemui 
Cenderawasih Pos ditengah pemeriksaan. Ketua Aliansi Jurnalis Independent (AJI) 
Papua, Cunding Levi menyayangkan kejadian penganiayaan yang dilakukan terhadap 
wartawati Sinar Harapan tersebut. "Kami menyayangkan kejadian itu," katanya. 


Untuk itu, ia mendesak aparat kepolisian untuk melakukan proses hukum terhadap 
pelaku, bukan saja dijerat dengan KUHP, tetapi juga dengan Undang-Undang Pers 
dalam pasal 8 yakni menghalang-halangi tugas pers. "Saya minta polisi menjerat 
pelaku dengan Undang-Undang Pers juga, karena kejadian itu terjadi saat korban 
melakukan tugas peliputan kedatangan cawapres Boediono. Ini bukan masalah 
politis," tegasnya. Dukungan terhadap korban, wartawati Sinar Harapan ini, 
ditunjukan oleh teman-temannya sesama wartawan dengan mendatangi ke Mapolresta 
Jayapura untuk memberikan support terhadap korban.


Sementara itu, beberapa saat setelah kejadian tersebut, salah satu Tim Kampanye 
Nasional SBY-Boediono, Rizal Malaranggeng datang ke Mapolresta Jayapura untuk 
menemui wartawan. Rizal Malaranggeng menyayangkan kejadian tersebut dan meminta 
maaf atas kejadian yag dialami olehtersebut.  Rizal Malaranggeng mengaku sangat 
menyesalkan aksi kekerasan terhadap seorang wartawan yang dilakukan salah 
seorang yang konon kader partai demokrat.


" Apapun alasannya tindakan ini sangat tidak dibenarkan, karena perbuatan itu 
sangat bertentangan dengan ketentuan Undang-undang. Jika memang benar, pelaku 
kekerasan ini dilakukan kadernya maka kami akan segera melaporkan kejadian ini 
ke pengurus pusat Partai Demokrat untuk diambil langkah-langkah tegas kepada 
yang bersangkutan," ujar Rizal kepada wartawan, Jumat, di PTC Entrop (26/6).


Menurut Rizal Malaranggeng, jika memang betul pelakunya adalah kader Partai 
Golkar, dirinya minta agar pelakunya segera ditangkap untuk menjalani proses 
hukum, bahkan jika perlu kader tersebut harus segera diberikan sanksi pemecatan 
jika dia ini merupakan pengurus Partai Demokrat. Atas nama pengurus Partai 
Demokrat Pusat , Rizal menyampaikan permohonan maaf atas insiden ini, apalagi 
peristiwa ini terjadi disaat ada kegiatan safari politik Cawapres Boediono ke 
Jayapura. 


" Yang jelas apapun bentuk dan alasannya kekerasan terhadap wartawan sangat 
tidak benar. Kami selaku anggota tim sukses SBY-Boediono tidak saja menyesalkan 
kejadian ini, tapi sangat mengutuk aksi ini. Untuk menindaklanjuti kejadian 
ini, saya akan segera laporkan ke pengurus pusat Partai Demokrat agar 
secepatnya diambil langkah-langkah penangganan," tandasnya. (bat/mud


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke