Refleksi : Mungkin saja ada anggapan bahwa dengan disantapnya ayam Mahonara  
maka kasiat serta kenikmatan  surga dunia yang telah lama dimimpikan akan 
terlaksana dan oleh karena itu diserbu pembeli. 

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/28844/ayam-mahonara-diserbu-pembeli


Ayam Mahonara diserbu Pembeli


Rabu, 17 Juni 2009 | 20:02 WITA
Bandung, POS KUPANG.Com - Kisah duka Manohara, isteri Pangeran Tengku Muhammad 
Fahry dari Kesultanan Kelantan Malaysia yang berujung popularitas di tanah air 
juga merebak di Bandung dan sekitarnya termasuk Sumedang yang dikenal kota 
jajanan dan kuliner. Sebuah kedai makanan berlokasi di Jalan Angkrek no 13 
Sumedang yang ikut menangguk kecipratan keuntungan hanya dengan menyediakan 
menu baru diberi nama "Ayam Goreng Manohara", karena terus diserbu pembeli.

Subur Setio, pemilik kedai disela-sela kesibukan melayani pembeli kepada 
ANTARA, Rabu (17/6/2009) mengaku mendapatkan omzet rata-rata Rp 2 juta per hari 
bersamaan tersedianya menu baru Manohara sejak sepekan belakangan.

Kedai itu sendiri buka dalam sepekan setelah terinspirasi ketenaran nama 
Manohara yang hampir setiap hari ditayangkan seluruh stasiun televisi nasional 
dan media cetak.

"Kedai ini tidak ada hubungannya dengan Manohara yang lagi top itu, tapi saya 
kira dia tidak ada masalah namanya saya pakai untuk kedai ayam goreng," ucap 
Subur seadanya.

Kekhasan ayam goreng Manohara di Sumedang itu berupa potongan ayam disayat, 
ditusuk, dan diberi bumbu serundeng. Ide disayatnya ayam ini muncul dari kisah 
Manohara itu sendiri yang kerap disayat oleh suaminya. 

Setio yang awalnya merupakan pedagang emas ini telah berusaha untuk 
mempromosikan kedainya salah satunya dengan beriklan di salah satu televisi 
swasta. 

Kedai buka dari pukul 14.00 dengan menu andalan "Ayam goreng Manohara atau 
sayat" yang dibandrol Rp.7000. Kedai ini banyak dikunjungi anak muda karena 
lokasinya dekat dengan kampus Universitas Sebelas April Sumedang. Faktor lokasi 
yang strategis ini membuat kedai ayam ini semakin ramai dikunjungi.

Ide penamaan tempat usaha dengan nama orang terkenal bukanlah hal baru. 
Sebelumnya banyak terjadi hal serupa yang dilakukan oleh orang-orang bisnis 
dalam menyiasati usaha mereka agar mendapat hasil yang memuaskan. 

Tak hanya nama orang terkenal yang jadi inspirasi, tetapi juga peristiwa yang 
terjadi dan cukup menghebohkan. 

Sebut saja beberapa tahun ke belakang ketika di Aceh terjadi musibah tsunami, 
para pengusaha kerudung membuat kerudung yang disebut "kerudung tsunami" 
padahal bentuk kerudungnya tak jauh berbeda dengan kerudung langsung pakai yang 
sudah ada di pasaran. (ANTARA

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke