Ada lima catatan penting saat melihat Debat Capres di Metro TV.1. Soal ULN : 
Para Capres tidak menguasai dengan baik bahwa ULN adalah pintu masuk neoliberal 
dan berlanjut menjadi neokolonial.2. Soal subsidi : Para Capres memahami 
subsidi dalam cara berpikir akuntansi sehingga terjebak dalam makna defisit 
neraca. Bukan dilihat dalam sudut pandang yang lebih dalam: amanah konstitusi, 
struktur produksi dan konsumsi enerji sampai dengan energy mix sampa dengan 
2025 yang sudah dirancang.3. Soal mie instan: JK dan MSP tidak menyahuti secara 
cerdas. Mustinya langsung memerintahkan tim suksesnya pergi membaca contoh 
berbagai mie instan dengan motif menggugat kenapa produsen mie instan tidak 
mencantum ingredient yang mengandung sagu, singkong atau apapun yang disebut 
SBY.Ini soal strategik sekaligus menunjukkan tingkat kebenaran ucapan.4. Soal 
NTP (Nilai Tukar Petani) yang dikatakan SBY membaik padahal data BPS padal 
April 2009 NTP berada di tingkat 97,88.
 Artinnya daya beli petani jatuh dan di bawah nilai jual produknya.5. Soal 
MDGS: Tak satupun Capres melihat bahwa isu ini adalah bagian dari strategi UNDP 
mengatasi kegagalan pasar yang dikehendaki dan didiktekan IMF, Bank Dunia, BIS 
dan WTO.
Coba kalau lima hal ini dibahas serius, akan jelas nampak siapa sebenarnya 
mereka.  

--- On Sun, 6/28/09, sunny <[email protected]> wrote:

From: sunny <[email protected]>
Subject: [ppiindia] Boediono 'Serang Balik' JK
To: [email protected]
Date: Sunday, June 28, 2009, 5:57 PM











 






    
            
            


      
      Refleksi :Siapa sebenarnya yang membohong?  Dalam Pilpers kelihatan sifat 
bohong.  Bohong kecil bisa menjadi batu lontcatan untuk bohong yang lebih besar 
lagi. 



http://pemilu. detiknews. com/read/ 2009/06/28/ 165908/1155315/ 700/boediono- 
serang-balik- jk



Minggu, 28/06/2009 16:59 WIB 



Boediono 'Serang Balik' JK 

Indra Subagja - detikPemilu



Foto: Dokumen detikcom



Denpasar - Boediono menolak apa yang disampaikan JK mengenai dirinya. Dia 
membantah pernah 'dimarahi' JK terkait program listrik 10 ribu megawatt.



"Kalau ada perbedaan pendapat itu lumrah di dalam kabinet. Dan saya dengar 
masalah gebrak meja itu bukan masalah. Saya kira saya tidak pernah di hadapan 
saya, beliau menyatakan suatu yang tidak baik," kata Boediono.



Hal ini disampaikannya di sela-sela kunjungan ke art center, Denpasar, Bali, 
Minggu (28/6/2009).



Menurut dia, persoalannya saat itu yang diutamakan harus mengamankan uang 
rakyat. Karena ini memang menyangkut uang, harus dikaji, supaya cermat.



"Uang rakyat jangan sampai tidak akuntable penggunaannya. Tidak ada yang tidak 
bisa kita jelaskan mengenai pemakaiannya sebaik-baiknya. Bagi saya menjaga uang 
rakyat itu sangat penting," jelasnya. 



Lepas dari persoalan itu, dia tetap menghargai JK. "Pak Jusuf Kalla itu orang 
baik," tutupnya.



( ndr / ken ) 



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke