http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2009/06/29/brk,20090629-184394,id.html
Membaiknya Ekonomi Mitra Dagang Topang Pertumbuhan Indonesia Senin, 29 Juni 2009 | 19:48 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta - Bank Indonesia menilai gejala pemulihan ekonomi di negara-negara mitra dagang akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2009, namun hingga saat ini bank sentral belum memiliki hasil perhitungan yang lengkap soal proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2009. Meski demikian berbagai analisa menunjukkan pertumbuhan ekonomi global, terutama regional seperti Cina, India, dan Korea Selatan, diperkirakan menunjukkan tren peningkatan. "Kami prediksikan sumber pertumbuhan kita juga akan disumbar eksternal, terutama dari ekspor," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Hartadi A. Sarwono di sela rapat kerja dengan Komisi Keuangan dan Perbankan, di Jakarta, Senin (29/6). Dia belum bisa memperkirakan seberapa besar pencapaian pertumbuhan ekonomi kuartal kedua. Tapi dia hanya sependapat dengan perkiraan pemerintah dan Badan Pusat Statistik yang sebelumnya mengungkapkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua akan sedikit menurun karena tingginya basis perhitungan pertumbuhan periode yang sama tahun lalu. "Kuartal kedua biasanya turun secara musiman, tapi seberapa besar penurunannya akan kami lihat. Terutama jika terhadap kuartal per kuartal pasti akan meningkat, tapi kalau kalau dibandingkan tahun lalu akan turun," katanya. Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi tahunan pada kuartal pertama 2009 mencapai 4,4 persen. Pertumbuhan itu diperkirakan akan melamban pada kuartal selanjutnya, meski pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal kedua akan mendekati 4 persen dan mencapai 4,3 persen pada akhir 2009. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua ini akan sangat dipengaruhi kinerja ekspor dan impor yang diperkirakan akan membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh negatif mendekati minus 20 persen. Demikian pula dari sisi investasi yang diperkirakan tak seburuk kuartal pertama 2009. AGOENG WIJAYA [Non-text portions of this message have been removed]

