Semenjak RI diproklamasikan oleh BK dan BH sesungguhnya yang dinamakan sistem 
Ekonomi Pro- Rakyat belum pernah lahir dan digagas oleh para ahli ekonomi 
Indonesia secara konseptual dan blueprint selesai yang mungkin untuk 
dilaksanakan. Bahkan Bapenas di jaman orba-pun tidak memiliki konsep 
perekonomian yang sedemikian itu, sekalipun sudah segudang data di atas kertas 
dibacakan dalam sidang-sidangnya. 

Yang ada dan masih ada adalah konsep perekonomian feodal yang mendasarkan diri 
kepada kekayaan alam murni, tanpa pengolahan. Hal ini dapat dikaji dari 
hubungan klien-patron yang lestari semenjak kerajaan-kerajaan kecil bermunculan 
di persada Nusantara. Kaum kolonialis Kerajaan Belanda mempergunakan hubungan 
klien-patron feodal-paternalistik yang sudah ada lengkap di bumi Nusantara 
ketika itu untuk menjadi dasar penghisapan ekonomi kolonialnya. Demikian pula 
dewasa ini MNC mempergunakan sistim perekonomian kolonial yang sudah terbentuk 
350 tahun lebih itu dengan penyesuaian tertentu atas perkembangan pasar bebas 
dunia. 

Jadi, jika hendak mempersoalkan masalah perekonomian pro-Rakyat Indonesia 
secara serius, perlu terlebih dahulu secara politik memperjelas yang 
dikategorikan pro-Rakyat. Sebab Rakyat dalam yargon politik itu secara 
kategoris berubah-rubah (cobalah perhatikan pemikiran politik para tokoh dunia 
tentang "peoples, volks, le peuple, il papolo, el peublo, narod, ren-min, 
ummat, viet" dll sejenisnya). 

 
  ----- Original Message ----- 
  From: Satrio Arismunandar 
  To: news Trans TV ; kampus tiga ; Pemilu 2009 ; [email protected] 
; HMI Kahmi Pro Network ; ppiindia ; technomedia ; jurnalisme ; sastra 
pembebasan ; pantau 
  Sent: Monday, June 29, 2009 5:43 PM
  Subject: [ppiindia] Calon Menkeu SBY





  From: Alex Simanjuntak <[email protected]>
  Date: Monday, June 29, 2009, 8:59 PM

  Kalau SBY terpilih lagi, bersama Boed dan Sri Mulyani sudah pasti Menkeu nya 
juga seorang ekonom neoliberal. Tim ini dalam lindungan kekuasaan tertinggi 
akan makin menelikung rakyat serta bangsa Indonesia keseluruhan untuk terus 
berada dalam lumpur keterpurukan. Status quo ditentukan oleh asing dan bisnis 
keluarga para oligarki terkaya. Dan, SELAMAT TINGGAL EKONOMI PRO RAKYAT.
   
   
   
  2009-06-29 SP 
  Calon Menkeu SBY

  Hal penting yang tak luput dari perhatian publik seiring dengan pelaksanaan 
Pilpres tahun ini adalah siapa yang akan masuk ke dalam jajaran kabinet 
pemerintahan baru periode 2009-2014. Salah satu pos kementerian yang strategis 
adalah menteri keuangan (Menkeu), mengingat peran sentralnya dalam merumuskan 
kebijakan ekonomi, terlebih dalam situasi mengatasi dampak krisis keuangan saat 
ini.

  Sri Mulyani Indrawati, yang kini menjadi Menkeu di Kabinet Indonesia Bersatu 
di bawah komando Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dipersiapkan menempati pos 
baru, menjadi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Boediono yang dipinang SBY 
menjadi cawapres. Lantas, siapa pengganti Sri Mulyani bila kelak dia 
benar-benar menjadi gubernur bank sentral, dan SBY, sebagaimana prediksi banyak 
pihak, kembali memenangi pilpres?

  Berdasarkan informasi, sejumlah nama pakar ekonomi, baik yang kini berada di 
dalam pemerintahan, tim sukses capres SBY, maupun di luar pemerintahan, santer 
disebut bakal memimpin pos di Lapangan Banteng (Kantor Depkeu). 

  Dari kalangan dalam pemerintahan di antaranya Mulia Nasution (Sekjen Depkeu) 
dan Anggito Abimanyu (Kepala Badan Kebijakan Fiskal). Dari kalangan ekonom tim 
sukses SBY, seperti Chatib Basri, Raden Pardede, dan M Ikhsan. Sedangkan, dari 
luar terdapat nama mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Bambang 
Brodjonegoro. [A-17]

  The new Internet Explorer® 8 - Faster, safer, easier. Optimized for Yahoo! 
Get it Now for Free!

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke