http://www.rnw. nl/id/bahasa- indonesia/ article/pembangu nan-perpustakaan 
-ui-terkesan- muluk
 


Pembangunan Perpustakaan UI Terkesan MulukDiterbitkan : 30 Juni 2009 - 12:08pm 
| Oleh Redaksi Indonesia 
Diarsip dalam: 

Gita Rhomadona 
Luki Wijayanti 
Sumantri 
Universitas Negeri Jakarta 


Universitas Indonesia berencana membangun perpustakaan terindah dan mungkin 
juga terbesar sedunia. Apa tujuannya dan mengapa perlu Indonesia membangun 
perpustakaan ini? Ikuti penjelasan Luki Wijayanti, kepala perpustakaan UI 
Jakarta.

Luki Wijayanti [LW]: "UI ingin membangun suatu fasilitas publik untuk seluruh 
akademisi, baik di dalam UI maupun di luar UI. Jadi kita memerlukan suatu 
tempat yang luas terintegrasi di mana semua fasilitas dan terutama koleksi dari 
berbagai bidang ilmu, itu ada di dalamnya."
 
"Kalau sementara ini setiap bidang ilmu yang specific collection adanya di 
fakultas-fakultas. Kita inginkan bahwa semuanya ada di dalam suatu building 
supaya terjadi integrasi antar ilmu. Atau kalau orang mau belajar berbagai 
bidang ilmu, koleksinya semuanya ada di situ."
Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: "Jadi ini sebenarnya hanya untuk lingkungan 
universitas saja?"

LW: "Tidak. Jadi yang penting adalah untuk pembelajaran. Pembelajaran itu kan 
tidak harus selalu berhubungan dengan ilmu. Karena di situ kita juga akan 
sediakan cineplex. Akan kita sediakan fasilitas-fasilitas seperti misalnya 
panggung, ada galeri kemudian ada sportscenter. "
 
RNW: "Jadi rakyat biasa bisa juga menggunakan fasilitas ini?"
LW: "O ya. Sekarang UI juga sudah terbuka untuk umum. Jadi mungkin satu-satunya 
perguruan tinggi yang buka pada hari Minggu. Kami pada hari Minggu buka karena 
memang kami memfasilitasi masyarakat di lingkungan UI ataupun di luar UI yang 
ingin memanfaatkan perpustakaan UI. Sabtu-Minggu kami memang mau yang di luar 
UI yang datang."
Juga pakar pendidikan Sumantri dari Universitas Negeri Jakarta menyambut hangat 
inisiatif ini:
Sumantri: "Saya menanggapi sangat positif, sangat mendukung. Saya melihatnya 
sebagai suatu peluang besar. Perpustakaan itu menjadi salah satu pengharapan 
utama sebagai lembaga keilmuan. Perpustakaan seharusnya menjadi perhatian utama 
dan pertama dari sebuah perpustakaan. "
 
RNW: "Apakah Indonesia perlu perpustakaan ini?"

Sumantri: "Untuk Indonesia pencitraan bahwa Indonesia mampu, Indonesia juga 
bisa berbuat yang terbaik, kenapa tidak?"
 
RNW: "Menurut anda, apakah realistis pembangunan perpustakaan ini?"

Sumantri: "Saya memang mempertanyakan, melihat memang secara pembuktian apalagi 
dibangun untuk tingkat Asia. Namun melihat misi dan kapasitas UI yang makin 
hari makin berkembang, itu saya pikir melihat peringkat UI yang makin ini lalu 
obsesinya dan visi misi lembaga UI, saya memiliki optimismelah, sekitar 60-70 
persen."
 
RNW: "Pembangunan perpustakaan ini bagi Indonesia apa nilai tambahnya?"
 
Sumantri: "Nilai tambahnya bagi kami UI adalah Indonesia. Indonesia adalah UI. 
Artinya kalau salah satu perguruan tinggi, salah satu dari kami ada yang dapat 
diperhitungkan oleh dunia luar, itu harus menjadi kebanggaan kami juga sebagai 
rakyat Indonesia."
Demikian Sumantri, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta. Sementara 
itu dari 27 Juni sampai 5 Juli mendatang, Ikatan Penerbit Indonesia IKAPI 
menggelar Pesta Buku di Istora Gelora Bung Karno. Menurut Gita Rhomadona, 
editor penerbit buku Gagas dan alumni UI, Pesta Buku lebih lebih bermanfaat 
ketimbang pembangunan perpustakaan UI.
Gita Rhomadona [GR]: "Terkesan agak muluk dan langkahnya terlalu lebar menurut 
saya. Harusnya yang dimajukan lebih dulu adalah minat baca dan menghargai buku 
di kalangan mahasiswa dan para pendidik. Misalnya saja di perpustakaan sastra 
UI, buku-bukunya itu masih belum upgrade."
 
"Saya bilang muluk karena di masing-masing fakultas saja, buku-buku itu lama 
sekali updatenya. Para dosen itu tidak selalu update. Kita selalu mencari buku 
dan selalu susah menemukannya. Itu sebuah langkah besar. Sayangnya saya pesimis 
dengan itu semua."

RNW: "Pesimis tapi di lain pihak juga optimis nggak?"

GR: "Ya di lain pihak sangat senang karena saya berharap banyak kalau ini 
berjalan sesuai rencana dan sesuai dengan apa yang digembar-gemborkan akan 
sangat bagus. Tapi kalau hanya untuk sebuah proyek yang akhirnya terbengkalai 
lagi, sayang sekali."
   















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke