From: Alex Simanjuntak <[email protected]>
Date: Wednesday, July 1, 2009, 2:00 PM











Para pundit dan teknokrat alumni AS itu menipu rakyat dan seluruh bangsa dengan 
ber "trickles down effects" berbentuk BLT dan semacamnya. Namun 
substansi segala upaya mereka tak lain hanya untuk mengabdi pada modal 
crossnational mancanegara dan sekitar 100.000 pemain bursa efek Jakarta saja. 
Say No!




http://blog. tempointeraktif. com/politik/ mereka-yang- di-sekitar- boediono/
 
30 Juni 2009
 
Mereka yang di sekitar Boediono
Gunanto
 
Boediono, kini tak bisa sebebas beberapa waktu lalu ketika menjabat sebagai 
Gubernur Bank Indonesia. Ia pun ‘dipaksa’ untuk menjadi politisi dalam waktu 
singkat. Sekarang mantan Menko Perekonomian itu juga harus pandai-pandai 
berkomunikasi dengan masa dan berada ditengah khayalak ramai, sesuatu yang 
jarang dilakukannya.
Profesor ekonomi dari Universitas Gajah Mada itu memang di kenal santun, 
sederhana dan kalem. Selama menjabat berbagai posisi penting di pemerintahan, 
Ia dikenal irit bicara. Ia pun tak pernah mencicipi menjadi politisi.
Kini, setelah menerima pinangan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon wakilnya 
untuk bertarung dalam pemilihan presiden mendatang, mau tak mau Boediono harus 
‘bersolek’. Untuk ‘mendandani Boediono’, di sekelilingnya selalu ada yang siap 
sedia.
Mereka ada yang berasal dari tim sukses, petinggi partai, tokoh masyarakat dan 
orang-orang dekat Boediono.
Dari Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono ada Rizal Mallarangeng yang setia 
mendampinginya. Rizal menjadi semacam juru bicara dan menkordinasikan kegiatan 
semua dilapangan. Dalam rangkaian kampanye Boediono ke Ende, Denpasar dan Solo 
yang  saya ikuti , Rizal-lah yang rajin berkomunikasi dengan pers dan mengatur 
kegiatan.
“Saya memang khusus ditugaskan untuk mendampingi Pak Boed,” katanya ketika 
berbincang-bicang disela rangaian kegiatan kampanye.
Selain itu, ada Komisaris Utama Perusahaan Pengelola Aset dan koleganya di 
Forum Stabilisasi Sektor Keuangan Raden Pardede yang rela meninggalkan 
jabatannya di pemerintahan untuk masuk ke jajaran Tim Sukses SBY-Boediono. 
Raden pernah dicalonkan menjadi Gubernur Bank Sentral, namun gagal. Kemudian, 
ada juga ekonom Universitas Indonesia (UI) yang juga staf khusus Menteri 
Keuangan Chatib Basri dan Staf Khususnya di Menko Perekonomian M Iksan.
Mereka bertiga turut serta dalam kampanye menemani Boediono untuk memberikan 
masukan terbaru, khususnya mengenai persoalan perekonomian.
Perwakilan partai koalisi yang mengusung SBY-Boediono juga tak ketinggalan. Di 
dalam rombongan kampanye Boediono tampak hadir politisi PAN Patrialis Akbar, 
Politisi PKS Mabruri, Sahar L Hasan dari PBB, Hanif Dakhiri dari PKB dan Sekjen 
PKPI Samuel Samson.
Orang-orang yang disebut, Rizal, sebagai ’sahabat’ Boediono pun sering 
menempel. Diantaranya, tampak Budayawan Goenawan Muhamad, novelis Ayu Utami dan 
aktivis Nong Darol Mahmada.
Merekalah orang disekitar Boediono. “Kita selalu berdiskusi dengan Pak Boed dan 
memberikan masukan dari berbagai bidang, ” kata Rizal.
Saat ditemui, Goenawan Muhammad mengaku memberikan masukan kepada Boediono, 
termasuk untuk untuk mempersiapkan debat cawapres pada 2 Juli nanti. “Feeding 
(masukan) yang diberikan kepada beliau banyak dari berbagai tokoh dan 
bagus-bagus,” katanya.
Tak ketinggalan, istri Boediono juga turut dirias. Herawati Boediono yang 
dikenal sederhana dan apa adanya, kini harus menerima untuk didandani.
Ketika mendampingi suaminya dalam kampanye di GOR Lila Buana dan mengunjungi 
Pesta Kesenian Bali (PKB) di Denpasar, Herawati yang menggenakan kebaya merah 
muda dipadu dengan kain batik tampil beda dengan sentuhan sedikit make up. 
Herawati juga mengajak berbincang masa, terutama kaum perempuan.
 
3 Komentar untuk “Mereka yang Di Sekitar Boediono”

Budi Anduk | 30 June, 2009 14:46 

Pilihan terbaik, lanjutkan.
*Ogahpunyapresidenm irippinokioataum bokmbokjamu
yuyun | 30 June, 2009 15:42 

mas budi anduk *mudah2an nama asli*, jangan nyinggung fisik org donggg.. gak 
takut dituntut mas?? hayoooo.. 
buat semuanya niy : milih siapa aja boleh, tp jangan pake cela-cela yg gak 
dipilih dong
Setyo | 1 July, 2009 07:52 

aku jg ogah punya cawapres yang gak punya kapasitas jd presiden jika seandainya 
presiden SBY meninggal dunia atau berhalangan tetap menjalankan tugasnya jadi 
presiden. mau ke mana bangsa ini kalo dipimpin oleh orang yang cocoknya jadi 
administrator doang, bukan leader?

 
 
 
 
 
 





Yahoo! Canada Toolbar : Search from anywhere on the web and bookmark your 
favourite sites. Download it now! 















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke