Wanitalah yang Mencetak Generasi-generasi Unggul

  Jakarta - Seorang penyanyi dangdut, Cici Paramida, 
mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Siti Khajar, TKI 
asal Garut, terluka parah akibat siraman air panas dan 
dipukuli majikannya. Nurul Widayanti, TKI asal Ngawi, 
tewas gantung diri di rumah majikannya.

Peristiwa-peristiwa ini membuat gerakan-gerakan yang 
mengatasnamakan perempuan semakin marak. Dengan mengklaim 
memperjuangkan emansipasi wanita, yang dulu pernah 
diperjuangkan oleh RA Kartini, mereka menggugat berbagai 
hal yang dirasa mendiskriminasikan wanita dari berbagai 
segi.

Misalnya, mereka mengatakan bahwa seorang wanita 
dilabelkan sebagai ibu rumah tangga saja. Wanita mempunyai 
kewajiban mengurus anak dan suami di rumah. Ketika wanita 
juga bekerja di lingkup publik dia juga masih dituntut 
untuk tetap bertanggung jawab pada keluarganya sehingga 
yang ada adalah terjadi kegamangan terhadap perempuan yang 
bekerja di lingkup publik dengan tetap masih menjalankan 
fungsinya tadi di lingkup rumah tangganya.

Mereka menggambarkan bahwa kekerasan terhadap perempuan 
adalah manifestasi dari hubungan kekuasaan antara pria dan 
wanita yang tidak seimbang sepanjang sejarah. Sehingga 
menyebabkan dominasi dan diskriminasi terhadap perempuan 
serta menghalangi kemajuan perempuan.

Yang tidak dapat dimengerti mereka menyoroti hukum-hukum 
Islam yang mereka anggap merendahkan wanita. Misal, 
poligami, hukum waris, melakukan segala sesuatu dengan 
izin suami, bepergian harus dengan muhrim, dan hukum-hukum 
lainnya.

Bagi mereka hal ini menghambat keproduktifan wanita. Tidak 
cukup hanya mengugat. Mereka merekontruksi nash-nash Al 
Quran yang mereka anggap tidak sesuai dengan kesetaraan 
yang mereka perjuangkan.

Padahal, semua orang tahu, bahwa saat ini bukanlah 
hukum-hukum Islam yang diterapkan negara kita, sehingga 
membuat banyaknya kekerasan terhadap wanita. Tidak dapat 
dipungkiri perjuangan mereka jauh dari perjuangan Kartini 
yang saat itu memperjuangkan harkat martabat wanita dan 
bukan menggugat dan menghukumi hukum-hukum Islam.

Berbagai upaya mereka lakukan agar ide keadilan dan 
kesetaraan gender ini diadopsi masyarakat luas. Maka, ide 
ini dibungkus rapi sebagai sebuah ilmu pengetahuan dan 
kemanusiaan. Dalam penyajiannya mereka “melogikakan” 
liberalisasi hukum Islam. Inilah racun-racun yang mereka 
sebar dan dibungkus dengan madu untuk menyerang Islam.

Feminisme sesungguhnya dijadikan alat penjajahan 
negara-negara barat yang tidak menginginkan bangkitnya 
peradaban Islam. Mereka menjadikan Perserikatan 
Bangsa-bangsa (PBB) sebagai lembaga untuk melancarkan 
aksi-aksi mereka. Ide-ide feminis menjadi isu globlal 
sejak PBB mencanangkan Dasawarsa I untuk perempuan pada 
tahun 1975-1985.

Sejak itu isu perempuan menjadi wabah internasional. 
Digelarnya berbagai konferensi kesetaraan gender. Hadirlah 
feminis-feminis muslimah seperti Amina Wadud, Myra Diarsi, 
Riffat Hassan, serta wanita-wanita muslim lainnya.

Perempuan Mulia dengan Islam
Kira-kira 200 tahun lalu makhluk yang bernama wanita 
selalu ditempatkan pada tempat yang teramat rendah oleh 
kaum laki-laki. Peristiwa ini terjadi di berbagai belahan 
bumi.

Di India, seorang wanita tidak mempunyai hak hidup saat 
ditinggal mati suaminya. Jadi, ia harus dibakar 
hidup-hidup bersama suaminya. Di Arab, seorang wanita 
diletakkan pada derajat yang lebih rendah dari binatang. 
Hak-haknya dihapus. Di Yahudi, wanita dipandang sebagai 
salah satu pintu jahannam.

Pada tahun 611 Masehi barulah pembebasan kaum wanita dari 
segala penderitaan dan kehinaan dimulai. Pelopornya 
bukanlah seorang perempuan melainkan seorang laki-laki 
bernama Muhammad. Berbekal petunjuk Allah SWT Muhammad 
berusaha mengangkat posisi wanita pada tingkat kemuliaan 
yang tiada tara.

“Surga itu terletak di bawah telapak kaki ibu”, sabda 
Rasulullah SAW ini mengindikasikan bahwa posisi ibu (yang 
berarti seorang perempuan) adalah salah satu penentu dalam 
meraih surga. Karena dalam Islam, kedudukan pria dan 
wanita adalah sama.

“Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik 
laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka 
sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang 
baik dan akan kami beri balasan pula kepada mereka dengan 
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka 
kerjakan” (An Nahl: 97).

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan 
perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam 
ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki 
dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang 
khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, 
laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan 
perempuan yang memelihara kehormatan, laki-laki dan 
perempuan yang banyak menyebut asma Allah, allah telah 
menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al 
Ahzab 35).

Hanya saja, wanita dan pria mempunyai peranan yang 
berbeda. Keduanya memang saling melengkapi. Wanita dan 
pria mempunyai peranan yang sama pentingnya dalam 
membangun tatanan kehidupan. Pria diwajibkan mencari 
nafkah. Dengan demikian pria dituntut aktif di sektor 
publik. Sementara wanita menjadi penentu tumbuh 
berkembangnya satu generasi.

Wanitalah yang mencetak generasi-generasi unggul. Bukankah 
ini peran yang teramat penting. Islam sangat menjaga 
kehormatan wanita sehingga wanita diperlakukan sebagai 
makhluk yang patut dijaga. Peradaban pun terus berkembang 
dengan menjadikan Islam sebagai landasan yang hakiki.

Begitulah. Selama kurang lebih 13 abad perempuan dijunjung 
tinggi oleh Islam. Hingga akhirnya pada awal abad ke-13, 
kemuliaan itu pelan-pelan memudar, seiring dengan 
peradaban, sains, dan teknologi yang ditawarkan oleh 
Gerakan Revolusi Industri.

Pada abad ke-19, muncul benih-benih yang dikenal dengan 
feminisme yang kemudian terhimpun dalam wadah Women & 
Liberation (Gerakan Pembebasan Wanita). Pada akhirnya, 
saat ini gerakan pembebasan wanita dengan konsep 
kesetaraan gender justru membuat wanita menentang segala 
fitrahnya. Membuat wanita harus berjuang keras menghidupi 
dirinya sendiri.

Kekerasan-kekerasan yang terjadi pada wanita adalah buah 
dari tidak diterapkannya hukum Islam. Inilah permasalahan 
yang sesungguhnya sehingga membuat wanita (tenaga kerja 
wanita, TKW) harus mencari nafkah. Padahal tidak ada 
kewajiban untuk itu dalam Islam.

Jika suaminya tidak sanggup lagi memberi nafkah, yang 
wajib memberi nafkah adalah saudara Muslim lainnya (ayah, 
paman, kakek, dan lain-lain). Kekerasan rumah tangga 
terjadi akibat Islam tidak dijadikan landasan ketika 
membina rumah tangga.

Telah tercatat dalam sejarah, bahwa Islam sangat 
memuliakan perempuan. Ketika itu, pemerintahan Khalifah 
Mu’tasim Billah, ada seorang wanita yang tersingkap 
roknya. Sang khalifah menurunkan pasukan yang panjangnya 
dari ujung Baghdad yang satu ke ujung Baghdad yang 
lainnya.

Saat ini, ketika bukan hukum Islam yang diterapkan, 
beribu-ribu wanita dilecehkan, tidak ada tindakan untuk 
mengentaskan itu semua. Jadi jelas sudah, setiap 
permasalahan yang ada saat ini baik perempuan maupun 
laki-laki adalah buah dari tidak diterapkannya aturan 
Islam secara kaffah.

Sangat salah ketika Islam menjadi kambing hitam dari semua 
masalah yang terjadi. Oleh karena itu saatnya kita kembali 
pada Islam sebagai hukum yang telah diturunkan Allah SWT. 
Tidak ada alasan lagi untuk menolak hukum-hukum Islam, 
karena Islam adalah rahmat untuk semua alam. Wallahualam 
bishawab.

Nijmah Nurlaili
Jl Geger Kalong Tengah No 74 Bandung
[email protected]
085782014321
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk melengkapi hidup Anda,  kini telah hadirProtector Postpaid untuk 
Pelanggan Speedy hanya dengan Rp 8000/bulan, 
layanan keamanan online yang dapat digunakan langsung saat menjelajahi 
internet, melindungi Anda dari Virus kapan saja 
dan di mana saja.

Info lebih lanjut hubung 147 atau http://protector.telkomspeedy.com

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

”Sekarang Gratis Nelpon SLJJ Flexi diperluas ke Yogja”

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Layanan Plasa Groups telah aktif kembali.
Daftarkan milis anda sekarang juga di http://groups.plasa.com.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengumuman Pemenang Lomba Speedy Blogging Competition 2008 bisa dilihat di 
http://lomba.blog.telkomspeedy.com/

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke