http://www.antaranews.com/view/?i=1246444257&c=NAS&s=POL

Prabowo Minta Maaf Kepada Warga Eks-Timtim
Rabu, 1 Juli 2009 17:30 WIB |
Kupang (ANTARA News) - Kandidat Wakil Presiden, Prabowo Subianto, menyampaikan 
permohonan maaf kepada warga eks Timor-Timur (Timtim) di Timor bagian Barat, 
Nusa Tenggara Timur (NTT), karena belum berkesempatan bertatap muka langsung, 
guna melepas rasa rindu.

"Dari kejauhan saya merasakan apa yang saat ini mereka alami di wilayah 
perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Keterbatasan waktu kemarin dan hari 
ini, membuat saya belum sempat bertemu. Saya mohon maaf dan saya titip salam 
rinduku kepada kalian semua," katanya di Kupang, Rabu, dalam kampanye rapat 
terbatas.

Menurut Prabowou, kecintaan warga eks-Timtim terhadap NKR, telah membuat mereka 
harus mejalani hidup dalam keterbatasan dan kesengsaraan di tempat penampungan 
di NTT. 

"Sikap dan pilihan seperti ini, harus ditiru dan diikuti oleh warga negara lain 
di Indonesia ini. Karena di sini setiap orang diuji sejauhmana nasionalisme 
untuk bangsa ini," kata Pria yang lahir dari pasangan Prof Dr Sumitro 
Djojohadikusumo dan Dora Siregar ini.

Ia mengatakan, sekalipun belum berkesempatan bertemu dengan warga eks Timtim 
ini, dirinya yakin kebersamaan yang pernah tercipta sebelum Timtim memilih 
meredeka menjadi negara berdaulat, tidak akan hilang ditelan waktu. 

"Mereka mengetahui apa yang harus mereka lakukan, dan sebaliknya saya telah 
bertekad untuk membuat sesuatu untuk mereka di satu saat nanti. Karena itu 
bersabarlah, saya akan datang kapan saja dalam posisi apapun," kata lulusan 
Akademi Militer 1974 itu.

Ketua Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini juga berterimakasih 
kepada warga NTT yang rela dan berbesar hati memberikan kesempatan kepada warga 
eks Timtim untuk menumpang di atas sejengkal tanah miliknya dan memberikan 
ruang untuk berusaha mempertahankan hidup di negara Indonesia.

"Rakyat NTT terkenal dengan sifat keramahan, cinta kasih dan saling menghargai. 
Sikap seperti harus dicontohi anak bangsa lain di republik ini. Kalau ingin 
menjadi warga negara yang baik, datang dan belajarlah dari rakyat di NTT," 
katanya.

Ia berjanji suatu saat nasib eks pengungsi Timtim yang saat ini 
terkatung-katung, akan menjadi baik, setara dengan warga negara lain di 
Indonesia saat ini.

"Berbagai upaya dari para warga negara Indonesia baru ini untuk diperhatikan 
harta benda dan kekayaannya lain yang tertinggal di Timtim, namun belum optimal 
ditanggapi, sehingga terkesan diambangkan dengan berbagai alasan," katanya. 

Untuk mewujudkan janji tersebut, Prabowo yang pada 1976 dipercaya sebagai 
Komandan Pleton Para Komando Grup I Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) 
dan ditugaskan sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor-Timur ini 
meminta dukungan dan doa warga eks Timtim untuk pada Pilpres, tanggal 8 Juli 
yang tinggal beberapa hari lagi.

"Dukungan semua warga eks Timtim ini akan semakin menguatkan saya untuk berbuat 
sesuatu bagi bangsa ini umumnya, bersama Ibu Megawati Soekarnoputri, khususnya 
untuk warga eks Timtim," katanya berhenti sejenak, sambil menundukkan 
kepalanya. (*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke