Refleksi: Perhatikan komentar mahasiswa.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=33461:disiksa-polisi-kairo-keluarga-korban-desak-ketegasan-deplu&catid=77:fokusutama&Itemid=131 Sunday, 05 July 2009 03:24 Disiksa polisi Kairo, keluarga korban desak ketegasan Deplu Warta - Fokus Utama WASPADA ONLINE PEKANBARU - Keluarga mahasiswa Universitas Al Azhar di Kairo asal Provinsi Riau, yang sempat dianiaya dalam tahanan oleh polisi Mesir, mendesak Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia untuk bersikap tegas dalam penanganan insiden penganiayaan mahasiswa tersebut. Pernyataan itu diungkapkan Roudhatul Firdaus yang merupakan kakak kandung dari Fatturahman (23), salah satu mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan, tadi malam. "Sampai sekarang belum ada peran yang membantu dari KBRI di Kairo, mengenai penyiksaan yang tidak adil terhadap adik saya dan teman-temannya," kata Roudhatul. Dia bahkan melihat KBRI masih kurang tanggap dalam mengumpulkan bukti-bukti tindak penganiayaan seperti visum terhadap korban dari rumah sakit. Anehnya, adiknya sempat mengirimkan pesan singkat (SMS) pada Sabtu (4/7) dini hari tadi, memberitahukan bahwa pihak KBRI meminta agar kasus penganiayaan polisi Mesir tidak dipublikasikan ke media massa, cetus Roudhatul. "Adik saya mengatakan, KBRI takut efek baliknya (berita) bisa memukul korban lagi. Apalagi di Mesir tidak jelas undang-undangnya," ujar Roudhatul mengutip pesan dari Fatturahman. Walau demikian, pihak keluarga Fathurrahman tetap mendesak Deplu mengusut kasus penganiayaan tersebut. Karena, Fathurrahman sendiri mengakui bahwa proses interogasi polisi tersebut tidak berpegang pada azas praduga tak bersalah dan yang mengesankan bahwa para mahasiswa adalah bagian dari jaringan teroris. "Adik saya ditanyakan apakah dia sholat, apakah bermain bola dengan ikhwan (orang Mesir), apakah kenal dengan Osama Bin Laden, dan apakah adik saya anggota Ikhwan Al Muslimin. Setiap menjawab pertanyaan, polisi juga menyetrum adik saya hingga ke kemaluannya," ujarnya. Sebelumnya pada 28 Juni-1 Juli 2009, "Amni Daulah" (polisi Mesir) menahan empat mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir asal Indonesia, mereka adalah Faturrahman mahasiswa tingkat IV asal Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Ahmad Yunus yang juga mahasiswa tingkat IV asal Kecamatan Bangun Purba, Azril mahasiswa tingkat I asal Rokan IV Koto dan Tasrih Sugandi mahasiswa tingkat I asal daerah transmigrasi SP4. Mereka dijemput paksa dari rumah kost di Kairo. Dalam proses introgasi para mahasiswa mengaku sempat dianiaya seperti ditelanjangi, dipukuli dan disetrum. Bahkan, Fatturahman mengaku sempat disetrum di kemaluannya dan meninggalkan bekas luka-luka. (dat04/ann) Comments masisir 0 dimanapun mahasiswa indonesia tidak pernah dapat perlindungan dari kedutaan, kami para mahasiswa khususnya mesir juga mendapatkan hal yang sama, mau bilang apalagi, hanya ibu dan ayah saja yang menangis, ini semua gara2 siapa kita juga tidak tahu...., KBRI mesir juga tidak bisa berbuat banyak, doanya saja, kalau bisa jangan kirim anak kemesir, cukup kita2 yang jadi korban [Non-text portions of this message have been removed]

