http://www.riaupos.com/main/index.php?mib=berita.detail&id=16283

Jum'at, 03 Juli 2009 , 07:22:00


Lagi-Lagi Kebakaran





Dalam beberapa bulan belakangan ini, kebakaran rumah nyaris terjadi setiap 
pekan, bahkan dalam sepekan bisa mencapai empat kali. Misalnya dalam bulan Juli 
ini, kebakaran terus terjadi mulai dari rumah, ruko, pesantren (Pondok 
Pesantren Daarun Nahdhah Thawalib di Bangkinang), bahkan terakhir kemarin ada 
pula rumah kos di dekat Kampus Unri, Panam yang hangus.

Kebakaran pun terus menelan nyawa, bagi yang berhasil selamat, hanya baju di 
badan saja harta yang tinggal. 

Intensitas kebakaran ini semakin tinggi, beberapa bulan belakangan ini 
kebakaran itu bisa terjadi di beberapa tempat. Bahkan dalam 2009 ini, sampai 
Juli, kebakaran bangunan di Riau sudah mencapai 88 bangunan.

Kalau enam bulan dibagi angka 88 kali kebakaran, maka jumlahnya rata-rata 
kebakaran di atas angka 14 kali per bulan. Kalau 14 kali kebakaran dalam per 
bulannya, maka artinya dalam dua hari sekali terjadi kebakaran bangunan.

Aneh rasanya kalau dalam dua hari sekali ada kebakaran bangunan di Kota Bertuah 
ini. Itu baru jenis kebakaran bangunan, bagaimana dengan kebakaran hutan, kalau 
soal ini kita tidak bisa menyangkalnya, bahkan dunia pun sudah mengetahui. Dua 
hari yang lalu, Menteri Kehutanan MS Kaban menjelaskan bahwa CNN menanyakan 
berulang kali pada Menhut bagaimana kebakaran hutan di Riau, kendati Menhut 
sudah berulang kali mengalihkan ke Kaltim.

Kembali soal kebakaran bangunan, intensitas yang hampir dua hari sekali 
kebakaran ini seharusnya menjadi bahan kajian bersama. Data yang disampaikan 
Dinas Kabakaran Kota Pekanbaru ini bisa menjadi masukan banyak pihak, terutama 
warga Pekanbaru agar hati-hati sebab kebakaran belakangan ini semakin sering 
terjadi.

Data jumlah kebakaran bangunan di Dinas Pemadangan Kebakaran ini juga menjadi 
masukan bagi Pemko Pekanbaru, sehingga Pemko memberi peringatan sejumlah dinas 
yang terkait kebakaran, bila perlu masalah kebakaran bangunan ini menjadi 
bahasan bersama dinas-dinas terkait dan jangan sungkan mengundang PLN, sebab 
sejumlah kebakaran disebabkan lampu padam dan warga menggunakan lilin atau 
lampu yang menggunakan minyak tanah.

Data ini juga seharusnya menjadi bahan pertimbangan bagi PLN, sehingga PLN 
lebih jelas mengumumkan pada warga kapan saja pemadaman dilakukan, baik melalui 
media massa cetak maupun Tv, bahkan bila perlu melalui masjid.

Mengapa masalah jadwal pemadaman ini penting, jawaban sederhana, di saat padam 
warga panik, jika pemadaman itu diketahui maka warga akan menyiapkan lampu 
minyak tanah dan menempatkan di lokasi yang aman. Tetapi kalau pemadaman  
mendadak -karena warga tidak mengatahui jadwal jam berapa saja padam-, warga 
jadi panik, di sinilah sering terjadinya kebakaran itu.

Hal yang terpenting, PLN seharusnya memberi konvensasi pada warga yang rumahnya 
hangus terbakar, di saat pemadaman itu sedang berlangsung. Kendati bantuan itu 
tidak sebanding dengan harta yang hangus, tetapi ini sedikit tidaknya 
menunjukkan bahwa PLN pun turut prihatin. 

Khusus tidak diberlakukannya pemadaman di wilayah Ring 1 -Kantor Gubernur, 
Polda, RSUD Arifin Achman dan tempat penting lainnya-, sebenarnya sikap PLN ini 
sudah benar. Tersebab di wilayah ini terdapat bangunan yang menyangkut hajat 
hidup orang banyak. Misalnya rumah sakit, bukan ini sangat penting bagi kita.

Kembali soal jumlah kebakaran selama setengah tahun 2009 ini di Pekanbaru, 
sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama. Minimal bagi diri kita, 
hati-hati kebakaran mengacam rumah kita.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke