http://cetak.bangkapos.com/opini/read/233/Keluhan+Klinis+Wanita+.html


Keluhan Klinis Wanita 


Penulis: Oleh : dr Tiur Marlina Siregar PNS Puskesmas Pembantu Kemang Masam 
Muntok, Bangka Barat
edisi: 12/Sep/2008 wib
Seorang wanita diciptakan dengan alat reproduksi yang lebih rumit dibanding 
pria. Dengan kerumitan tersebut maka perlu perhatian yang lebih, oleh karena 
itu selain harus mengenal alat reproduksinya sendiri, seorang wanita juga harus 
mengetahui keluhan-keluhan yang dapat timbul pada alat reproduksi tersebut. 
Adapun keluhan-keluhan yang dapat timbul dan bukan diakibatkan karena 
kehamilan, persalinan, atau setelah persalinan, adalah sebagai berikut:

1. Keputihan
Keputihan atau nama lainnya flour albus adalah keluarnya getah/cairan yang 
berlebihan dari vulva/vagina. Cairan ini berwarna putih dan dalam keadaan 
normal tidak sampai keluar. Keputihan yang normal berwarna jernih, walau banyak 
namun tidak berbau, tidak gatal, dan tidak bergejala. Adakalanya, keputihan 
normal itu keluar jika seorang perempuan sedang stress, di tengah siklus haid, 
sedang terangsang, waktu ovulasi, atau pada kehamilan.
Jika keputihan normal cendrung tidak berbau, maka keputihan yang bersifat 
patologis justru sebaliknya, berbau amis, apak atau busuk, jumlah lebih banyak 
dari biasanya dan terus menerus muncul sehingga sangat menganggu aktivitas. 
Selain itu, juga berwarna putih susu-kuning tua-coklat-kehijauan, kadang 
bercampur darah, encer, berbuih. Yang lebih parah bila disertai kelainan di 
daerah kelamin luar seperti benjolan, atau luka-luka, menimbulkan rasa gatal, 
panas sampai nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual. Keputihan 
yang tidak normal tersebut banyak disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, 
parasit. Dapat juga karena kanker serviks, polip serviks, gangguan keseimbangan 
flora vagina akibat pemakaian antiseptik terus menerus, alergi alat KB dan 
iritasi.

Untuk mengetahui penyebab keputihan perlu dilakukan pemeriksaan ginekologi 
rutin termasuk pemeriksaan daerah vagina dan mulut rahim dengan alat speculum 
bagi yang sudah pemah melakukan hubungan seksual (dilakukan pemeriksaan swab 
vagina). Selain bertujuan mengetahui penyebab keputihan, kita dapat menentukan 
terapi yang tepat. Selain pemeriksaan swab vagina perlu juga dilakukan 
pemeriksaan papsmear (bagi yang sudah pemah berhubungan seksual), bila 
keputihan telah berlangsung lama walaupun sudah dilakukan pengobatan, dan 
disertai bau busuk, bercampur darah. Karena perlu diwaspadai terjadi keganasan. 
Dengan memperhatikan cairan yang keluar, maka dapat diketahui penyebab 
keputihan:

a. Kandidosis
Penyebabnya adalah jamur candida albicans. Keputihan yang terjadi disertai 
gatal di daerah vagina,terasa panas, terjadi gumpalan sekepalan susu berwarna 
putih kekuningan, pada mulut vagina menjadi kemerahan. Pemeriksaan dilakukan 
secara langsung dengan larutan KOH 10% dan pemeriksaan biakan. Sedangkan 
pengobatan yang dilakukan adalah menghindari faktor predisposisi, pemberian 
terapi dengan topical (krim/salap) serta sistemik (obat minum anti jamur).

b. Trikomoniasis
Penyebabnya parasit trichomonas vaginalis. Ditularkan lewat hubungan seksual, 
perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Sekret vagina berbau, berbuih, berwarna 
kekuningan, kuning kehijauan. Liang vagina nyeri bila ditekan, kadang berbentuk 
akses kecil. Rasa nyeri bila berhubungan intim, bisa terjadi pendarahan setelah 
berhubungan intim. Pemeriksaan yang dilakukan dengan mikroskopik sediaan basah 
dan pembiakan. Sedangkan pengobatan yang diberikan secara topical (jel dan krim 
yang bersifat trikomonisasidal) dan secara sistemik.

c. Vaginosis Bacterial
Penyebabnya bakteri gordnerella vaginalis. Infeksi ini menyebabkan rasa gatal, 
terbakar di vagina. Warna cairan keabuan, berbuih, berbau amis. Pemeriksaan 
yang dilakukan dengan pewarnaan gram, tesamin, pemeriksaan kromotografi, 
pemeriksaan biakan. Sedangkan pengobatan diberikan secara topical (krim 
sulfanomida) dan secara sistemik.

d. Virus
Keputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin, 
seperti kondiloma, herpes, HIV/AIDS. Tak perlu sulit dan mahal untuk mencegah 
terjadinya keputihan. Yang terpenting ada keinginan dari seorang wanita untuk 
menjaga kebersihan di daerah vagina, sebaiknya tidak melakukan pembilasan 
vagina secara mendalam, perhatikan pengunaan pantyliner, hindari terlalu sering 
penggunaan bedak talk/tisu di daerah vagina, hindari suasana vagina lembab 
berkepanjangan, perhatikan kebersihan lingkungan.

2. Infeksi
Seperti yang diutarakan di atas infeksi yang terjadi adalah bukan karena proses 
kehamilan, persalinan, atau setelah persalinan, tapi banyak disebabkan oleh 
bakterijamur, parasit bahkan virus. Biasanya keluhan yang terjadi pasien merasa 
demam, nyeri/iritasi di daerah jalan lahir (vagina), keluar cairan berbau, 
cairan berwarna kekuningan atau kehijauan sampai mengeluarkan darah. Pada 
pemeriksaan laboratorium darah terjadi peningkatan sel darah putih/leukosit.

3. Pendarahan.
Biasanya kita pikirkan yang paling sederhana, bila terjadi pendarahan dari 
jalan lahir pada seorang wanita dengan usia produktif yaitu ketidakseimbangan 
hormonal/hormonal imbalance sampai terjadinya suatu keganasan. 

Pada seorang wanita dengan usia non produktif( di atas 40 tahun), kita boleh 
pikirkan terjadi suatu masa menjelang menopause (Pre Menstruasian Bleeding), di 
mana terjadi pendarahan dari jalan lahir dalam jumlah yang banyak dan lama, 
tiba dalam suatu masa berhenti menstruasi dalam 1 tahun. Setelah itu baru kita 
pikirkan adanya suatu keganasan. Selain keluhan yang terjadi di atas, yang 
dapat menyebabkan pendarahan, dapat terpikirkan adanya suatu penebalan dinding 
rahim yang kita sebut dengan hyperplasia endometrium. Bila pendarahan disertai 
benjolan dapat kita pikirkan Mioma Uteri (benjolan di rahim), Mioma Geburt 
(benjolan submucosum dari rahim), Polip Serviks (benjolan di mulut rahim),dan 
sebagainya.

Penanganan yang terpenting dari kasus ini adalah lakukan perbaikan keadaan umum 
dari pasien dan mencari penyebab pendarahan baik melalui pemeriksaan ginekologi 
maupun pemeriksaan penunjang dengan USG kandungan. Sehingga seorang wanita bila 
terjadi pendarahan dari jalan lahir harus secepatnya memeriksakan diri ke 
unit-unitkesehatan/poli kandungan terdekat.

4. Benjolan.
Benjolan yang terjadi bisa disertai dengan pendarahan atau tanpa pendarahan. 
Bisajuga disertai nyeri abdomen atau tanpa nyeri. Benjolan yang terjadi di 
daerah adnexa (tuba dan ovarium) biasanya yang terjadi adalah Kista Ovarium. 
Kista Ovarium suatu neoplasma jinak yang biasanya berisi cairan. Pengobatan 
yang diberikan melalui pengobatan hormonal bila ukuran kistanya kurang dari 5 
cm (dilakukan observasi selama 3 bulan) atau dilakukan pengangkatan bila ukuran 
kistanya lebih dari 5cm. Sedangkan benjolan yang terjadi di rahim biasanya yang 
terjadi adalah suatu Mioma Uteri. Mioma Uteri sifatnya jinak dengan 
konsistensinya padat. Biasanya mioma uteri disertai dengan gangguan 
menstruasi/pendarahan di luar waktu menstruasi.

 Pengobatannya yang dilakukan biasanya dengan pengobatan hormonal maupun 
pengangkatan/operasi bila timbul suatu keluhan berupa gangguan menstruasi, 
gangguan buang air kecil, gangguan buang air besar, dan sebagainya. Benjolan 
lain yang biasa terjadi adalah pada mulut rahim yang kita sebut dengan Polip 
Serviks. Biasanya dilakukan pengangkatan bila timbul keluhan.

5. Nyeri Abdomen/Nyeri di Bawah Pusat.
Biasanya nyeri yang terjadi disebabkan adanya suatu benjolan di daerah adnexa, 
rahim atau di mulut rahim. Benjolan tersebut bertambah besar ukurannya sehingga 
menyebabkan torsi atau putaran dan menyebabkan suatu akut abdomen. Penanganan 
utama yang dilakukan adalah memperbaiki dahulu keadaan umum si pasien baru 
dilakukan pengangkatan berupa operasi bila syarat-syarat operasi terpenuhi. 
Sedangkan nyeri yang diakibatkan infeksi, misalnya pada keputihan hanya cukup 
dilakukan tindakan yang telah disebutkan di atas.

Jadi sangat penting bagi seorang wanita untuk mengenal alat reproduksinya 
dengan baik dengan melakukan pemeriksaan yang rutin dan berkesinambungan. Bila 
timbul keluhan seperti yang diutarakan di atas harus segera memeriksakan diri 
pada unit-unit kesehatan poli kandungan terdekat agar pemeriksaan dini 
dilakukan dan tentunya pengobatannya tidak terlambat. Sepatutnya seorang wanita 
harus menyayangi alat reproduksinya dengan baik. (*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke