http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=29751

07 Juli 2009 09:30:55



Ban Jatuh, Pesawat Merpati Mendarat Darurat di Biak





BIAK-Pesawat Merpati jenis Boing 737 dengan nomor penerbangan 761 dari Biak 
dengan tujuan Makassar terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah sempat 
terbang kurang lebih 15 menit dari Bandar Udara Frans Kaisepo, Senin (6/7).  
Pasalnya, pesawat yang lempas landas di Bandar Udara Frans Kaisepo pada pukul 
17.45 WIT itu harus kembali landing setelah satu bannya di bagian kiri jatuh. 
Setelah mengetahui satu ban bagian kiri lepas, pesawat yang dikendalikan Capten 
Herry Yogi itu tidak langsung melakukan pendaratan darurat. 


Pesawat tersebut menghabiskan sebagian bahan bakar yang digunakan dengan cara 
berputar-putar kurang lebih 1 jam lebih di atas Biak, lalu kemudian melakukan 
pendaratan darurat. Beruntung pesawat yang tinggal memiliki satu ban bagian 
kiri itu mendarat dengan sempurna sekitar pukul 19.30 WIT.
Kejadian ini menarik perhatian yang sangat besar bagi warga Kota Biak. 
Masyarakat berduyun-duyun mendatangi lokasi sepanjang bandara karena ingin 
melihat pesawat Merpati yang sedang mutar-mutar tidak jauh dari bandara itu 
melakukan pendaratan darurat. Bahkan Kapolres Biak Numfor AKBP Kif Aminanto, 
S.Ik, SH, MH, Dandim 1708/BN Letkol. Juhari, S.IP dan sejumlah perwira lainnya 
langsung turun di lapangan. 


Pesawat tersebut membawa 107 penumpang termasuk 3 anak-anak, 6 crew, pilot dan 
co pilot. Diantara penumpang terdapat group band terkenal The Cancuters yang 
baru saja selesai tampil di Jayapura. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, 
namun sejumlah penumpang shok dan pingsan saat dievakuasi dari atas pesawat. 
Proses evakuasi sendiri melibatkan sejumlah satuan aparat keamanan kepolisian 
dari Polres Biak Numfor, TNI AU, petugas bandara, karyawan Merpati dan sejumlah 
lainnya. Saat pesawat mendarat dengan sempurna ratusan bahkan ribuan masyarakat 
yang memenuhi sepanjang pinggir bandara bertepuk tangan. 


Sebelum melakukan pendaratan, sejumlah aparat siaga melakukan evakuasi, bahkan 
dokter dari RSUD dan TNI AU sudah dikerahkan ke bandara. Sejumlah mobil 
ambulans, mobil pemadam kebarakan dan sejumlah perlengkapan lainnya disiagakan. 
Sekitar pukul 19.30 WIT, pesawat melakukan landing. Begitu pesawat menyentuh 
landasan langsung pesawat didekati mobil ambulans dan pemadam kebakaran. 


Pesawat yang dikendalikan oleh Capten Hery Yogi dibantu Co Pilot Eko Laksono, 
ketahuan bannya setelah lepas landas dari Bandar Udara Frans Kaisepo. Satu ban 
bagian kiri pesawat itu diketahui lepas setelah diberi tahu penumpang yang 
dekat dengan jendela tepatnya berada di kursi nomor 29 bernama Drg. Mentari 
Sakti. ,


"Saya duduk di 29 A, dekat jendela. Pas take of sudah naik dalam posisi miring, 
belum lurus saya melihat ke jendela kok ada percikan api-apinya. Lalu saya beri 
tahu orang di depan saya, mereka juga lihat dan mengatakan ban lepas. Nah, saya 
lagi ngomong dengan orang di samping lalu dia memberi tahu kan hal ini ke 
pramugari lewat tulisan," tutur Drg Mentari Sakti yang sehari-harinya bekerja 
sebagai dokter PTT di Kabupaten Supiori. 


Menurutnya, setelah kertas itu diberikan ke salah satu pramugari di bagian 
belakang, mereka berembuk dan memastikan lagi lagi apa yang disampaikan 
penumpang itu. Setelah itu, lanjutnya, Capten pesawat menyatakan terjadi 
kesalahan teknis dan sehingga penumpang diminta tetap tenang. 


"Ya, saat dibilang terjadi kesalahan teknis lalu pesawat mutar-mutar sekitar 1 
jam lebih. Nah nanti setelah mau mendarat baru di kasih tahu kalau satu ban 
bagian kiri lepas," kata Mentari yang cuti untuk bepergian ke Jakarta bersama 
keluarganya. 
Lalu bagaimana perasaan dengan penumpang lainnya. Hj. Sarifah (65), menyatakan 
sangat shok dengan kejadian itu. Penumpang yang menggunakan pesawat Garuda dari 
Jayapura dengan tujuan Makassar terpaksa ganti pesawat di Biak karena pesawat 
Garuda yang ditumpanginya juga mengalami kerusakan. 


" Tadi, kami dikatakan yang mau pindah ke Merpati silakan, itu karena katanya 
Pesawat Garuda yang kami tumpangi katanya rusak. Kalau tidak pindah pesawat 
besok pagi (hari ini) baru berangkat, terpaksa saya pindah pesawat dan hampir 
mengalami celaka," tandasnya sambil gemetar. 
Sebanyak 107 penumpang Merpati tersebut terpaksa bermalam satu malam di Biak. 
Mereka ada yang dititipkan di Nirmala Beach Hotel, Hotel Sarafin dan sejumlah 7 
hotel lainnya. Para penumpang ini rencananya akan diberangkatkan Selasa (7/7) 
siang ini. 
" Rencananya besok siang akan diberangkatkan, alat-alat di bannya itu 
rencananya akan dibawa dari Makassar besok pagi," kata salah satu petugas 
bandara yang tidak mau dikorannya namanya. 
Sementara itu GM Merpati Cabang Biak M. Yunus Mokodongan saat dikonfirmasi 
tentang kejadian ini lewat hand phonenya tidak berhasil. Meski, ada nada masuk 
tersambung ke hand phonenya, namun yang bersangkutan tidak mengangkatnya.(ito)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke