http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=71239


Banyak sekolah rusak, malah silpa
      Tanggal :  07 Jul 2009 
      Sumber :  Harian Terbit 


BOGOR - Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) APBD Tahun 2008 yang mencapai 
Rp335,639 miliar dari total rencana belanja Rp2,095 triliun, merupakan 
kesalahan besar yang dilakukan pemerintah daerah. Sebab, banyak bangunan gedung 
sekolah yang rusak parah, dan hingga sekarang masyarakat masih ada yang belum 
merasakan penerangan listrik. 

Kader Partai Golkar, Erwin Najamudin, yang juga terpilih menjadi anggota DPRD 
Kabupaten Bogor periode 2009 -2014 kepada wartawan mengatakan, kedepan dana 
APBD yang sudah dianggarkan jangan sampai disia-siakan, karena yang rugi adalah 
masyarakat itu sendiri. 

Efesiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah pada tahun 2008 salah 
besar, katanya, terutama yang dilakukan Dinas Pendidikan. Banyak sarana 
infrastruktur yang harus segera mendapat sentuhan dana APBD, terutama sektor 
pendidikan dan masih terdapat ratusan ruang kelas yang kondisinya sangat 
memprihatinkan. 

Yang menjadi pertanyaan, kenapa Dinas Pendidikan tidak mampu mengelola anggaran 
yang sudah dikucurkan? Tentu ada kesengajaan membiarkan gedung-gedung sekolah 
menjadi rusak parah, karena alokasi yang dikucurkan tidak dimanfaatkan dengan 
maksimal. 

Berkaitan dengan itu Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Bogor, Ujang Khadafi, 
mengatakan dalam menjalankan pembangunan daerah diatur dalam UU No. 32 Tahun 
2004 tentang pemerintahan daerah. Di mana APBD dirancang seteleh dibentuk 
kejelasa tujuan da terencaa dengan baik dan terukur, merujuk pada data dan 
dapat dipertanggung-jawabkan. 

Selama ini Musrembang sebagai acuan pembangunan, dan dengan adanya Silpa APBD 
tahun 2008 berarti ada program yang tidak utuh. Artinya, Musrembang yang 
dilakukan selama ini kemungkinan hanya akal-akalan. 

Belum lagi dengan program Listrik Masuk Desa, masih banyak daerah di Kabupaten 
Bogor yang hingga kini belum menikmati arus litrik sebagai penerangan. Seperti 
yang dialami penduduk Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, dan sejumlah daerah 
lainnya. Kepala dana APBD tidak dialokasikan untuk itu, dana yang sudah 
dialokasikan justru dikembalikan, tambahnya. (jtp)

++++

Suara Merdeka

05 Juli 2009 | 20:47 wib | Daerah

Menag: Seluruh MI Di Indonesia Akan Direnovasi
Banyumas, CyberNews. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengatakan, seluruh bangunan 
Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Indonesia akan direnovasi pada 2009.

"Tahun ini seluruh MI di Indonesia akan direnovasi dan tahun berikutnya untuk 
Madrasah Tsanawiyah serta dilanjutkan untuk Madrasah Aliyah. Akan tetapi, hal 
ini tergantung kebijakan pengganti saya," kata Maftuh Basyuni saat memberi 
sambutan dalam "Sosialisasi Program Pembangunan Pendidikan Islam" di Pondok 
Pesantren Roudhotuttolibin, Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa 
Tengah, Minggu sore.

Menurut dia, saat ini sudah tidak ada lagi dikotomi antara sekolah dan madrasah 
sehingga semuanya harus mendapat perhatian.

Mengenai masalah kepemilikan lembaga pendidikan yang bernaung di bawah 
Departemen Agama, dia mengatakan, sekitar 92 persen dimiliki swasta dan hingga 
saat ini kondisinya masih banyak yang memprihatinkan.

"Ironisnya sebagian besar pemiliknya adalah keluarga," katanya.

Terkait tuntutan zaman, dia mengharapkan, seluruh lembaga pendidikan Islam 
termasuk pesantren untuk memberikan pengetahuan umum di dalam pembelajaran.

Kendati ditambah materi pengetahuan yang baru, kata dia, program pembelajaran 
yang lama dan biasa digunakan harus tetap dipertahankan.

"Kalau dulu sekolah ditambah pelajaran agama, sekarang pesantren harus ditambah 
pengetahuan umum," katanya.

Untuk itu, dia mengaku konsisten terhadap program yang dilaksanakan, yakni 
melengkapi pesantren dengan fasilitas perpustakaan.

Menurut dia, keberadaan perpustakaan di lingkungan pesantren sangat diperlukan 
karena banyak buku-buku menarik karyasejumlah ulama yang dapat dikoleksi dan 
dijadikan rujukan dalam pembelajaran di pesantren.

Terkait hal itu, Maftuh Basyuni memberikan bantuan senilai Rp75 juta untuk 
pengembangan perpustakaan di Pondok Pesantren Roudhotuttolibin, Desa Sirau, 
Kecamatan Kemranjen, Banyumas.

( Ant / CN13 )


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke