Refleksi :  788.067 ini hanya angkawarga miskin di Banten. Bagaimana keadaan 
kemiskinan di daerah-daerah lain yang jjauh dari Jakarta dan jauh  pulau Jawa? 
Kalau terus miskin, lantas apa jalan keluarnya?

http://www.sinarharapan.co.id/cetak/detail-cetak/article/warga-miskin-di-banten-capai-788067/

Selasa, 07 Juli 2009 13:29 
Warga Miskin di Banten Capai 788.067 
OLEH: IMAN NUR ROSYADI



Serang - Jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Provinsi 
Banten pada pertengahan tahun 2009 mencapai 788.067 orang atau 7,64 persen dari 
total jumlah penduduk Banten.

     
Jumlah tersebut menurun jika dibanding dengan periode yang sama pada 2008, 
yaitu warga miskin yang ada mencapai 816.742 orang atau 8,15 persen dari total 
penduduk. Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, 
Bambang Luarso kepada wartawan, Senin (6/7) mengatakan, jumlah warga miskin di 
Banten mengalami penurunan sekitar 28.675 orang. "Namun demikian, telah terjadi 
kenaikan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan. Ini 
mengindikasikan secara rata-rata bahwa pengeluaran penduduk miskin cenderung 
menjauhi garis kemiskinan. Demikian juga dengan ketimpangan pengeluaran antara 
penduduk miskin semakin besar," ujar Bambang.


Ia mengungkapkan, maraknya pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dari 
pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Nasional Pemberdayaan 
Masyarakat (PNPM) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT), turut menurunkan jumlah 
penduduk miskin di Banten. "Penduduk miskin di daerah pedesaan masih lebih 
banyak dibandingkan dengan di daerah perkotaan. Pada tahun 2008, sebanyak 
54,57% penduduk miskin berada di daerah pedesaan dan tahun ini meningkat 
menjadi 55,75% yang berada di pedesaan," ujar Bambang.


Mengenai peningkatan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan 
kemiskinan, Bambang menyarankan agar pemerintah segera membuka lapangan kerja. 
"Karena jika begitu faktornya berarti memang manusianya yang tak bisa bersaing. 
Pemerintah dalam hal ini harus memberikan pelayanan dalam arti memeberikan 
mereka sumber penghidupan," ujarnya. 

Rapat Koordinasi
Sementara itu, Gubernur Banten Atut Chosiyah melakukan rapat koordinasi (rakor) 
terkait pembangunan dengan bupati dan wali kota se-Banten, salah satunya 
membahas peningkatan pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.  Selain 
itu, rakor tersebut juga membahas Indeks Prestasi Manusia (IPM), pertumbuhan 
ekonomi serta pengendalian inflasi. "Rakor ini akan menjadi salah satu dasar 
kebijakan pemerintah Provinsi Banten untuk mengambil langkah dalam pembangunan 
di berbagai sektor," ujar Gubernur Banten, di Pemkab Lebak. Menurut Atut, dalam 
rakor itu telah dipaparkan oleh BPS kondisi statistik setiap kabupaten dan kota 
di Banten untuk menjadi bahan peningkatan pembangunan, yang akan dilakukan oleh 
setiap kabupaten dan kota. "Ini juga sebagai koordinasi yang sangat penting 
untuk mensinergikan pembangunan di Banten," paparnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke