Refleksi : Tidak usah repot-repot karena di negara super power pun bisa 
kebobolan?

http://www.gatra.com/artikel.php?id=128396


Kepala BIN: Negara Super Power Saja Bisa Kebobolan

Jakarta, 17 Juli 2009 17:06
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mengatakan, peristiwa 
ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, 
Jakarta, Jumat pagi (17/7), bisa saja terjadi di negara mana pun termasuk 
negara super power.

"Kapan saja bisa kebobolan, negara yang super power saja bisa kebobolan," ujar 
Kepala BIN Syamsir Siregar saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
menjenguk korban ledakan di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), 
Jakarta, Jumat.

Pasca ledakan yang menyebabkan sembilan orang tewas dan 52 luka-luka itu, 
Syamsir menilai kondisi keamanan di Jakarta cukup bagus meski masih terdapat 
hal-hal mencurigakan.

Ia membantah bahwa selain dua ledakan di hotel berbintang lima itu, masih ada 
titik sasaran lain yang dijadikan sasaran kelompok terorisme.

Sedangkan mengenai informasi intelijen yang diungkapkan Presiden Yudhoyono 
bahwa sejak Pemilu Legislatif 2009 sudah ditengarai sekelompok terorisme yang 
ingin melakukan aksi kekerasan terkait hasil pemilu, Syamsir menolak untuk 
berkomentar lebih jauh.

"Cukup Presiden lah yang mengatakan itu," ujar Syamsir.

Ia juga menolak untuk mengatakan sejak kapan intelijen mendapatkan informasi 
tentang potensi kekerasan setelah Pemilu dan menyerahkan informasi itu kepada 
Presiden.

Setelah terjadi ledakan bom di kawasan Mega Kuningan, atas alasan keamanan 
Presiden Yudhoyono membatalkan kunjungan ke lokasi kejadian.

Presiden langsung menggelar rapat di Kantor Kepresidenan dengan Kapolri Bambang 
Hendarso Danuri, Kepala BIN Syamsir Siregar, dan Menko Polhukam Widodo AS.

Setelah memberikan keterangan pers, Presiden lalu mengunjungi korban luka-luka 
yang dirawat di RS MMC, Jakarta.

Dengan pengawalan yang tidak terlalu mencolok, Presiden Yudhoyono pada Jumat 
sore lalu pulang ke rumahnya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat. [TMA, 
Ant] 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke