Hanya sekilas: Ingat tidak peristiwa pembajakan pesawat Garuda Indonesiaan Airways dahulu pd permulaan "orde baru"? Selanjutnya pelecehan terhadap kaum Muslimin Indonesia secara "ummah" melalui berbagai "terror kanan" yang diproduksi dan disiarkan di media masa dalam negeri maupun luar negeri. Sudah menjadi rahasia umum di Indonesia bahwa kesemuanya itu adalah rekayasa elit kekuasaan politik yang sedang berkuasa guna mempertahankan status kekuasaannya. Tentu juga mempergunakan unsur-unsur di dalam ummah Muslimin sendiri yang hanya menuntut atau menginginkan "dun-ya" (saat ini) dan yang naif terhadap Al-Dinu al-Islam (yang dikenal dengan yargon dinas sandi: infiltrasi).
Semuanya sampai saat ini adalah upaya kerjasama dalam dan luar negeri dalam strategi global politis, ekonomis, sosial dan kultural menahan manusia menempuh Jalan Lurus yang didakwahkan rasulullah Muhammad saw 15 abad yang silam: Meningkatkan peranan manusia (homosapiens-sapiens) dari tingkat peranannya sebagai satuan hidup yang mewarisi rasionalitas evolusi kehidupan melalui seleksi alami ke tingkat rasionalitas manusia sebagai pemelihara kehidupan dan lingkungan kehidupannya di Bumi (al-ahlaqu al-karimah) yang biasa dinamakan sebagai peradaban manusia. Di tingkat rasionalitas inilah manusia akan menjadi manusia sebagaimana yang diidamkan di masa lampau, ketika Adam diajari mengenal nama-nama, hingga di masa depan ketika kemampuan rasionalitas manusia mencapai batas pengembangan satuan ruang-waktu lokal (sistim matahari) di mana manusia berada. Gampangnya, dengan kejadian-kejadian terror dan kekerasan dalam wujud sebagaimana telah terjadi di Indonesia selama laku sejarahnya sebagai nation state Indonesia, maka kaum Muslimin Indonesia atau ummat Muslimin Indonesia dituntut oleh ayat-ayat Kauniyah dan Quraniyah untuk mempergunakan akal-fikiran dan hati-nuraninya menerima dan melaksanakan Al-Dinu al-Islam sebagai Jalan Hidup Yang Lurus selama hidupnya dan bukan sebagai kepercayaan yang gampang terlupakan. Wassalam, A.M ----- Original Message ----- From: Satrio Arismunandar To: HMI Kahmi Pro Network ; [email protected] ; ppiindia ; nasional list ; Pers Indonesia ; news Trans TV ; kampus tiga ; sastra pembebasan ; pantau Sent: Friday, July 17, 2009 18:45 PM Subject: [ppiindia] Fw: Bom Jakarta, panggung citra SBY (Dari milis tetangga): . From: <[email protected]> .Date: Friday, July 17, 2009, 7:00 PM salam buat semuanya... presiden sby benar2 dianugerahi banyak panggung politik yang bakal makin menaikkan citranya di sela2 pernyataan belasungkawa atas korban bom jakarta, lagi2 dia membeberkan orang2 yang diduga akan menjadikannya target penembakan. sby skrang berubah seperti despot. ia menanggap bahwa serangan bom yang melanda dua hotel ekspatriat di jakarta adalah serangan kepada dirinya, lagi2 ia memosisikan diri sebagai korban dari konspirasi jahat. pada musim kampanye lalu ia mengatakan bahwa ia menjadi korban sihir dari, tentu saja, pendukung capres dan cawapres lainnya. kini ia membeberkan data2 intelijen yang diduga menjadikannya target. ada beberapa hal pokok yang sempat saya catat soal despotisme. seolah2, saat ini negara republik indonesia ini adalah sby, dan sby itu adalah negara republik indonesia. jd serangan atas keamanan nasional dilarikan menjadi serangan kepadax secara pribadi. lalu yang kedua, tadi ia juga sudah mengatakan bahwa itu adalah data2 intelijen yang karena sudah berani dipublikasikan oleh kepala negara, berarti sudah divalidasi. menurut sby, badan intelijen punya video dan segala macam data. loh, kalo emang udah tahu kenapa gak ditangkap lebih dahulu sebelum ledakan ini terjadi. jangan2 itu foto2 dan video lama dari konflik poso, sulawesi tengah, yang hendak dipakai untuk psywar bagi anggota kelompok lainnya. lalu yang berikutnya, sby sama sekali mulai kehilangan akal sehatnya dengan pernyataan bahwa bom ini terkait pilpres, wong polisi saja masih melakukan penyelidikan. lalu membeberkan hal2 terkait itu. dan pernyataanx terasa menohok hidung para capres lainnya, seolah2 mereka yg menggerakan aksi bom yang diduga aksi bom bunuh diri itu. luar biasa sby, pernyataan belasungkawanya [lagi2] menjadi panggung pencitraan dirinya. salam hangat jgb [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

