From: Alex Simanjuntak <[email protected]> Date: Saturday, July 18, 2009, 2:40 PM  2009-07-18 Salah Masukan? Pernyataan Presiden SBY yang mengaitkan teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jumat (17/7), dengan Pilpres 2009, membuat gerah lawan politiknya. Walau JK, Mega, dan Prabowo sudah mengklarifikasi langsung, kegerahan di kalangan kader pendukung sulit ditutup-tutupi. "SBY harus membuktikan keterkaitan itu. Jangan asal tuding," kata sumber SP di partai pendukung pasangan Mega-Prabowo, Jumat malam. Dia justru melihat teror bom dari sisi lain. Pernyataan SBY kemarin, seolah-olah memposisikan dirinya sebagai orang teraniaya, orang yang diserang, orang bercitra baik, tetapi sebenarnya dia sendiri justru sedang menyerang orang lain. "Jangan-jangan ini taktik mengalihkan isu pilpres yang bermasalah itu," katanya. Pasalnya, lanjut politisi senior ini, ada rumor bahwa penghentian tabulasi di KPU dilakukan setelah perolehan suara pasangan SBY-Boediono merosot di bawah 50 persen. Bahkan SMS yang beredar di masyarakat menyebutkan, pada saat tabulasi di KPU ditutup, SBY-Boediono meraih 47,32%, Mega-Prabowo 32,15%, dan JK-Win 20,53%. "Jika itu benar, berarti ada kesengajaan untuk mengalihkan isu," tegasnya. Sumber lain di kubu SBY juga menyayangkan pernyataan yang kurang taktis itu. Tapi dia yakin itu bukan murni kemauan SBY "Saya tahu betul pribadi SBY yang betul-betul santun dan cerdas. Saya penasaran siapa yang memberi masukan sehingga bisa ada pernyataan seperti itu," tandasnya. [L-8] , Make your browsing faster, safer, and easier with the new Internet Explorer® 8. Optimized for Yahoo! Get it Now for Free! [Non-text portions of this message have been removed]

