http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/07/18/06012360/indonesia.bisa..seret.pelaku.ke.pengadilan

Indonesia Bisa Seret Pelaku ke Pengadilan

Sabtu, 18 Juli 2009 | 06:01 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban 
Ki-moon mengecam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di 
Jakarta. Indonesia akan dapat menyeret ke meja hijau terhadap mereka yang 
bertanggung jawab di balik tindakan itu.
    
"Sekretaris Jenderal mengutuk keras pengeboman di dua hotel di Jakarta pagi 
ini, yang dilaporkan menewaskan setidaknya sembilan orang," demikian Ban 
dikutip juru bicaranya, Michelle Montas, dalam jumpa pers di Markas Besar PBB, 
New York, Jumat (17/7).
    
Montas menyampaikan ucapan duka cita dari Ban kepada keluarga para korban dan 
berharap agar mereka yang mengalami luka-luka segera sembuh. "Beliau (Sekjen 
PBB) juga menyatakan solidaritasnya kepada Pemerintah Indonesia dan rakyat 
Indonesia," ujar Montas.
    
Sekjen PBB, kata Montas, mencatat bahwa Pemerintah Indonesia dengan tekun telah 
melakukan upaya-upaya untuk mengadili para pelaku aksi-aksi teroris sebelumnya. 
"Beliau (Ban Ki-moon) menyatakan keyakinannya bahwa serangan baru-baru ini akan 
diusut dengan ketekunan yang sama dan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan 
diadili," kata Montas.
    
Selain dari Markas Besar PBB, reaksi mengecam peledakan di Jakarta juga datang 
dari Pemerintah AS.
    
Pada Jumat waktu setempat, Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri 
Hillary Clinton secara terpisah mengeluarkan pernyataan kecaman tersebut.
    
Obama dan Clinton juga menyampaikan kesiapan AS untuk membantu Indonesia dalam 
memulihkan keadaan pasca-ledakan.

                                    
Laporan media
    
Media AS, baik televisi maupun surat kabar, turut menyiarkan peristiwa ledakan 
bom di Marriott dan Ritz-Carlton di Jakarta.
    
Stasiun televisi CNN bahkan terus-menerus menyampaikan laporan langsung dari 
Indonesia sejak Kamis petang (Jumat pagi waktu Indonesia) melalui program 
breaking news.
    
Laporan yang ditampilkan di stasiun televisi juga mencakup cerita dari para 
saksi mata yang mengalami atau melihat kejadian ledakan di Jakarta serta 
analisis dari berbagai sumber.
    
Beberapa sumber yang diwawancara stasiun televisi menggambarkan bahwa selama 
ini pengamanan di kedua hotel tersebut tergolong ketat.
    
Pertanyaan-pertanyaan yang cukup banyak dibahas tentang ledakan tersebut adalah 
mengapa pengamanan ketat masih membuat pelaku pengeboman berhasil melakukan 
aksinya dan siapa yang diperkirakan sebagai otak dan pelaku di balik pengeboman 
tersebut.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke