http://www.antaranews.com/view/?i=1247828205&c=NAS&s=PDK

NU: Jangan Kaitkan Peledakan Bom dengan Islam

Jumat, 17 Juli 2009 17:56 WIB 

Depok (ANTARA News) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hasyim 
Muzadi mengingatkan agar kasus peledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan JW 
Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, tidak dikait-kaitkan dengan umat Islam.

"Teroris bukan agama, jadi tidak benar ada penyebutan umat Islam sebagai dalang 
dari peledakan tersebut," kata Hasyim, di sela acara peletakan batu pertama di 
Masjid Al Hikam 2 di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat, 
Jumat.

Ia mengatakan Badan Intelijen Negara (BIN) harus mengungkap siapa pelaku 
peledakan bom tersebut, karena telah menyengsarakan banyak masyarakat.

"Saya jelas mengutuk kejadian tersebut yang sudah banyak menewaskan 
masyarakat," katanya.

Hasyim juga mengaku terkejut dengan adanya bom tersebut, dan berharap agar 
keamanan Indonesia, baik yang terbuka maupun yang tertutup, supaya pihak 
intelijen dapat mengungkap pelaku yang sesungguhnya.

Untuk itu ia mengharapkan pemerintah dan Polri untuk dapat meningkatkan 
keamanan pasca ledakan bom di kedua hotel tersebut.

Hal senada juga dikatakan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama, yang mengatakan bahwa 
ledakan tersebut aksi teror tersebut bukan soal agama, melainkan politik.

Menurut dia, teror bukan masalah agama, tapi masalah politik. Jadi jangan 
campur aduk agama dengan politik. Agama apapun tidak mengajarkan teror.

"Agama mayoritas biasanya menjadi sasaran bom selalu dikambinghitamkan sebagai 
pelaku teror," kata Rhoma yang juga ditemui di acara itu.

Di Indonesia, kata dia, biasanya Islam yang disalahkan, di India yang dituduh 
Hindu. Di Inggris Kristen. Jadi jangan identifikasi teror dengan Islam.

Rhoma juga mengutuk keras peledakan di kedua hotel tersebut dan berdoa kepada 
umat muslim yang ikut tewas dalam peledakan bom tersebut menjadi mati syahid. 
(*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke