http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/07/18/06375469/minyak.naik.tiga.kali.berturut-turut
Minyak Naik Tiga Kali Berturut-turut
Sabtu, 18 Juli 2009 | 06:37 WIB
NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak menguat untuk ketiga hari berturut-turut
pada Jumat (17/7) waktu setempat, didukung oleh data positif pembangunan rumah
AS yang dapat menyediakan sebuah pengangkat untuk ekonomi yang terjerumus ke
dalam resesi.
Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah "light sweet" untuk pengiriman
Agustus, naik 1,52 dollar AS menjadi ditutup pada 63,56 dollar AS per barel.
Di London, minyak mentah "Brent North Sea" untuk pengiriman September menguat
1,63 dollar AS menjadi untuk menetap pada 65,38 dollar AS per barel. Kontrak
Agustus berakhir Kamis pada harga 62,75 dollar AS.
Kontrak berjangka New York, yang menunjukkan sedikit arah pada pembukaan pasar,
melesat naik lebih dari 3,0 persen setelah pemerintah AS melaporkan "housing
starts" (data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru
-red.) dan izin pembangunan melonjak pada Juni, memberikan kesan kemerosotan
real estat berkepanjangan mungkin berkurang.
Departemen perdagangan melaporkan pembangunan awal rumah milik pribadi naik 3,6
persen pada Juni ke tingkat penyesuaian berkala 582.000, laju tercepat sejak
November. Izin pembangunan melonjak 8,7 persen menjadi 563.000, melampaui
konsensus proyeksi 524.000.
Laporan Juni "lebih menambah kepercayaan bahwa resesi sedang datang ke sebuah
akhir," kata Joel Naroff dari Naroff Economic Advisors.
Mike Fitzpatrick dari MF Global mencatat bahwa perdagangan tipis di New York
jelang akhir pekan mungkin melebih-lebihkan harga dan beberapa pembelian
kemungkinan "sebuah perlindungan" terhadap berita tak terduga pada akhir pekan.
Kekacauan berkepanjangan di produsen minyak Iran setelah pemilihan presiden
juga mendukung harga, tambahnya.
Setelah turun dari 73,50 dollar AS menjadi di bawah 60 dollar AS selama dua
minggu, minyak mentah sekarang telah naik lebih dari empat dolar AS dalam tiga
sesi. "Bila Anda becermin pada ayunan keras di pasar minyak, anda benar-benar
bisa melihatnya sebagai refleksi dari sudut pandang perbandingan, karena kami
berada dalam resesi dan bagaimana kita mengakhiri terowongan resesi," kata Phil
Flynn dari PFG PFG Best Research.
"Poin tengah dari tahuni adalah meningkatkan harapan bahwa akhir resesi sudah
dekat, namun keprihatinan atas pengangguran terus melembuntukan terlalu banyak
optimisme," tambahnya.
Fitzpatrick mengatakan dia tidak berpikir pasar minyak telah rally berjalan
kaki. "Semua orang setuju bahwa harga tidak mencerminkan dari fundamental,"
katanya.
XVD
Sumber : Ant
[Non-text portions of this message have been removed]