Anak menjadi hiperaktif, sebagian karena adanya cedera bagian otak, dikarenakan 
pernah mengalami benturan agak keras pada bagian kepala. Cedera sekecil apapun 
pada bagian otak, berakibat siginifikan pada olah pikir, olah perasaan dan 
sistem motorik seseorang. Cedera otak, juga bisa disebabkan faktor konsumsi 
makanan/minuman yang mengandung zat-zat berbahaya, dimana zat-zat berbahaya 
tertentu yang masuk ke peredaran darah tersebut sedikit demi sedikit mengikis 
sel-sel otaknya, sehingga otak mengalami cedera atau ketidaknormalan. Otak yang 
cedera tentu akan mempengaruhi/merubah cara berfikir, olah rasa dan pergerakan 
motorik seseorang..Dan perubahan ini bisa jadi berlaku secara permanen. Selain 
itu faktor genentik juga bisa berperan. Orang tua yang memiliki kode genetik 
untuk menghasilkan otak yang abnormal, akan menurunkan kode genetik tsb kepada 
seluruh atau sebagian keturunannya. Sehingga, orang tua yang susunan dan 
komposisi sel-sel otaknya abnormal,
 akan menghasilkan anak-anak yang memiliki susunan dan komposisi sel-sel otak 
yang abnormal. Bukankah anak merupakan fotokopi dari orang tuanya. Demikian 
juga, otak anak juga merupakan fotokopi otak orang tuanya. Yang serupa dan 
diwariskan seorang anak dari orang tuanya bukan hanya raut wajah dan tampak 
luar lainnya, melainkan juga kemiripan organ-organ dalam termasuk otak, dan 
sistem reaksi kimia dalam tubuhnya.


http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/07/16/12460644/beda.anak.hiperaktif.dan.superaktif

Beda Anak Hiperaktif dan Superaktif

Kamis, 16 Juli 2009 | 12:46 WIB

"Anak saya dituding nakal sekali karena tak pernah diam. Bahkan, ada yang 
bilang dia hiperaktif. Bukankah anak yang sehat seharusnya memang aktif dan hal 
ini normal-normal saja?"

Ya, tak sedikit orangtua yang bingung dengan keaktifan anaknya. Karena itulah, 
Sani B. Hermawan, Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, Jakarta, membeberkan 
ciri-ciri dari ADHD, ADD, superaktif, dan aktif, sehingga orangtua dapat 
membedakannya dan memberikan penanganan yang tepat bagi buah hati tercinta.

1. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Ciri-ciri:
* Hiperaktivitas.
Anak tak bisa diam dalam waktu lama dan mudah teralihkan perhatiannya pada hal 
lain. Ciri lainnya, tidak fokus bicara alias mengeluarkan saja apa yang ingin 
dikatakannya tanpa peduli apakah lawan bicara mengerti/tidak apa yang 
dibicarakannya. Anak juga cuek ketika ada yang memanggilnya.

* Anak sulit "diberi tahu".
Bila orangtua melarang atau memintanya melakukan sesuatu, ia cuek atau tetap 
melakukan apa yang ingin dilakukannya.

*Destruktif.
Anak suka merusak. Mainan tak digunakan sebagaimana mestinya, tapi bisa 
dibanting-banting hingga rusak.

* Impulsif.
Suka melakukan sesuatu tanpa tujuan yang jelas, sekadar menuruti keinginannya 
saja. Misal, ia ingin naik turun tangga dan itu dilakukan tanpa tujuan.

* Tak kenal lelah.
la bisa terus berlarian keliling rumah seharian meski orangtua sudah memintanya 
berhenti.

* Intelektualitas rendah.
Karena perhatiannya mudah teralihkan, dia hanya menerima informasi 
sepotong-sepotong. Akibatnya, apa yang diajarkan padanya tidak utuh diterima.

2. ADD (Attention Deficit Disorder)
Di Indonesia, kasus ADD tak sebanyak ADHD. Meski sama-sama mengalami gangguan 
pemusatan perhatian, tapi anak ADD tak disertai hiperaktivitas. Walaupun sedang 
duduk diam, anak sepertinya mendengarkan penjelasan yang diberikan padanya, 
tapi informasi itu hanya diterima sepotong-sepotong karena perhatiannya mudah 
teralihkan.

3. SUPERAKTIF
Ciri-ciri:
* Bisa tetap fokus.
Meski sekilas anak ini terus bergerak/ tak bisa diam, tapi dia tidak mengalami 
gangguan pemusatan perhatian. la tetap fokus dengan apa yang dikerjakannya saat 
itu. Bila diberikan mainan yang membutuhkan penyelesaian, seperti pasel, ia 
akan menyelesaikannya. Beda dengan anak hiperaktif, yang cepat bosan dan tak 
menyelesaikan permainannya.

* Konstruktif.
Tenaganya yang berlebih digunakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan 
padanya. Setidaknya, ia akan berusaha untuk menyusun secara konstruktif 
permainan yang diberikan.

* Bisa merasa lelah.
Setelah lelah melakukan aktivitasnya, anak juga bisa capek. Biasanya kalau 
capek, ia akan berhenti dan istirahat/tidur.

* Intelektualitas lebih baik.

4. AKTIF
Ciri-cirinya hampir sama dengan anak superaktif, bedanya, tenaga anak aktif 
lebih sedikit.
Meski sama-sama terus bergerak, tapi anak aktif punya batasan yang hampir sama 
dengan anak normal. Umumnya cerdas, ia terus bergerak untuk mencari tahu 
hal-hal yang membuatnya penasaran. la bisa menyelesaikan dengan baik tugas yang 
diberikan.  Pada beberapa bidang, umumnya juga lebih kreatif


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke