http://www.republika.co.id/berita/62831/Keith_Ellison_Anggota_Parlemen_AS_Pertama_Beragama_Islam
Keith Ellison Anggota Parlemen AS Pertama Beragama Islam
JAKARTA -- Keith Ellison, warga muslim pertama yang menjadi anggota parlemen
Amerika Serikat Kongres, terkenal saleh. Di ruang pribadinya di Longworth House
Office Building, tergelar sajadah, sedangkan pada dinding di sudut ruangan
lainnya terbentang foto kota Mekah.Lebih dari dua tahun sejak menjadi wakil
rakyat di Washington, ide anti perang Ellison tetap ampuh di berbagai agenda
politik AS.
Bulan lalu, saat Presiden Obama berpidato di Universitas Cairo, Mesir, mengajak
dunia muslim berdamai dengan AS, nama Ellison disebut Obama sebagai simbol
persahabatan AS dengan Islam."Ketika orang muslim pertama Amerika terpilih
sebagai anggota Kongres, dia bersumpah setia pada konstitusi AS dengan
mengangkat Alquran, kita suci yang sama dengan yang disimpan salah seorang
Bapak Bangsa kami, Thomas Jefferson, di perpustakaan pribadinya," kata Obama.
Bagi dunia Arab, Ellison adalah simbol bahwa Amerika telah merangkul Islam,
sementara untuk muslim Amerika dia adalah teladan politik.Bagi pemilihnya yang
kebanyakan kaum liberal perkotaan Minneapollis, Ellison disukai karena
pandangan politiknya yang mengusung perdamaian, kesejahteraan pekerja,
pelestarian lingkungan, dan perlindungan hak-hak sipil.
Dia meraup 71 persen suara untuk masa jabatan keduanya. Daerah pemilihannya
dihuni oleh 77 persen warga kulit putih, 13 persen kulit hitam, 5 persen
keturunan Asia, sedangkan penduduk muslim hanya 3 persen. Anggota serikat buruh
dan mereka yang bernama kearab-araban adalah penyokong utamanya."Saya muslim
afro-amerika, lalu bagaimana bisa saya dipilih oleh kebanyakan orang kulit
putih Kristen Lutheran di wilayah saya?" ulangnya
Jawabnya adalah praktik hidup kesehariannya. "Sungguh saya melangkah tanpa
perencanaan matang, saya melakukannya begitu saja."Digunakannya naman Ellison
oleh Obama dalam rangka diplomasi internasionalnya agak sedikit berbeda dengan
kampanye Departemen Luar Negeri di era George W. Bush yang hanya memublikasikan
tidak lebih dari empat wawancara dengan Ellison kepada audiens internasonal
guna menunjukkan kebhinekaan dan kebebasan beragama di negara itu.
"Saya tak merasa disanjung. Saya hanya berpikir, ya kalau apa yang saya lakukan
bisa membantu Anda dalam membuka pintu dengan dunia Muslim, maka saya bahagia
bisa melakukannya," kata Ellison.
Dengan tidak ingin terjebak untuk hanya dikenal sebagai orang Muslim pertama
yang terpilih menjadi anggota Kongres.
Omong-omong, kini sudah dua orang muslim menjadi anggota DPR AS, setelah Andre
Carson, Demokrat dari Indianapolis terpilih sebagai anggota Kongres tahun lalu.
Ellison menilai perjuangannya adalah memperluas peluang dan ruang gerak seluruh
warga Amerika, tidak hanya ditempatkan sebagai orang yang hanya memahami Muslim
dan segala hal yang berkaitan dengan Islam."Jika pengetahuan saya mengenai
agama dan kepekaan terhadap isu yang berkaitan dengan keyakinan membantu
menciptakan pertemanan demi Amerika dan memperpendek jurang diantara kita,
mengapa saya tidak menggunakannya?" kata Ellison.
Dibesarkan sebagai seorang penganut Katolik di Detroit, putera pasangan
psikiater dan pekerja sosial ini berpindah memeluk Islam pada umur 19 ketika
berkuliah di Universitas Negeri Wayne.Tidak ada hal khusus yang mendorongnya
masuk Islam, akunya.Dia beraliran Islam sunni dan seperti umumnya muslim,
Ellison tidak memakan daging babi dan tidak pula meminum alkohol.
Dia juga rajin shalat lima waktu, dan meski bukan anggota pengurus masjid
Washington, jika lagi berada di kota tersebut Allison selalu shalat berjamaah
dengan para staf Kongres yang beragama Islam di satu ruangan di Capitol Hill.
Dia dan istrinya Kim, dikaruniai empat anak.Dia lulusan fakultas hukum,
Universitas Minnesota, namun setelah tiga tahun bekerja pada satu firma hukum
yang berkantor di salah satu gedung pencakar langit di Minneapolis, dia
terpanggil untuk berkarya demi keadilan sosial.
Pada tahun-tahun pertamanya menjadi aktivis sosial, dia menilai politisi
sebagai objek kepada siapa para aktivis mesti mengkampanyekan perubahan. Lalu,
kiprah Paul Wellstone, mendiang senator liberal dari Minnesota, mengubahnya
menjadi seperti sekarang ini."Anda perlu pejabat yang benar-benar bekerja
secara simpatik untuk memenuhi apa yang diinginkan masyarakat. Paul Wellstone
membuatku melihat seseorang berdasarkan upayanya dalam menciptakan dunia yang
lebih baik bagi kaum pekerja, warga kulit berwarna, dan semua orang yang
terpinggirkan," kata Ellison.
Setelah dua masa menjadi anggota legislatif, Partai Demokrat Minnesota
mendukungnya untuk duduk di kursi DPR. Tapi segera setelah itu rahasia masa
lalunya terekspos, seperti kasus pajak, dana kampanye, dan tiket parkir. Namun
tuduhan paling membahayakan adalah hubungannya dengan tokoh muslim radikal
Louis Farrakhan dan Nation of Islam.
Ellison menyangkal itu semua dengan mengatakan dia hanya pernah menghabiskan
waktu 18 bulan untuk mengorganisir demonstrasi sejuta umat, Million Man March,
pada 1995 di Minnesota.
Dia menulis surat pemintaan maaf kepada komunitas Yahudi karena tidak
mencermati kedudukannya dalam Nation of Islam. "Ya memang mereka anti Semit,
seharusnya saya sudah menyimpulkan hal itu lebih awal." Kebanyakan masyarakat
Yahudi memaafkannya, bahkan sebuah mingguan Yahudi di negara bagian itu
mendukungnya maju menjadi wakil rakyat."Nilai dasar yang dia anut sangat
merefleksikan orang yang dia wakili dan itu semua diaplikasikan oleh banyak
tradisi iman," kata Donna Cassutt, Wakil Ketua Partai Demokrat di negara bagian
Minnesota.
Tentu ada orang yang menilainya secara sinis, diantaranya Ron Carey, Ketua DPD
Partai Republik."Dia hanya penggembira bagi pandangan sosialis Presiden Obama,"
kata Carey.Carey juga menyepelekan kemenangan besar yang dicapai Ellison pada
pemilu lalu dengan menyatakan itu terjadi karena siapa pun sekarang ini akan
memilih tokoh dari Partai Demokrat.ant/kpo
[Non-text portions of this message have been removed]