Terlepas apakah statement SBY yang isinya menuduh orang, atau lebih tepat 
menuduh "bayangan"2 (karena kurang ber-format) sebagai pelaku pemboman di kedua 
hotel Jakarta, Kuningan, bolehlah soal ini dikesampingkan dulu.
 
Kenapa seperti SBY- sampai "salah tuduh", seperti banyak media masa dan partai2 
yang kalah dalam Pilpres yang sudah menyuarakan ke-jengkelannya atas statement 
SBY yang bernada dubius dan bisa diartikan sebagai tuduhan yang tidak akurat, 
hal ini kenapa bisa meng-"hinggapi" seorang presiden-pun? Apalagi seorang awam 
tentunya banyak yang memberikan penafsirannya yang ber-macam2 soal siapa 
sebenarnya pelaku teror di Jakarta baru2 ini.
 
Kejadian ini dan subsekuent statementnya SBY kiranya bisa dilacak, tidak lain 
dan tidak bukan yalah adanya suatu , bilang saja ..."kebudayaan" yang punya 
kaidah semacam ini.......membiarkan segala macam ketidak adilan,misalnya  
peristiwa2 kekejaman, perkara2 korupsi tidak diurus dengan tuntas. Dari itu 
seluruh masyarakat di bikin ragu2, me-raba2 dalam kegelapan apabila menghadapi 
peristiwa besar seperti teror bom di Jakarta beberapa hari yll.
 
Tataplah jauh kebelakang, peristiwa tahun 65 dan tahun 98, banyak sudah orang 
melupakannya atau berusaha menutup nutupi dan berakibat tidak adanya 
penuntasannya. Dari itu karena semua serba gelap maka tidaklah heran apabila 
, banyak  orang akan punya asumsi2nya sendiri2. Coba banyangkan apabila 
peristiwa2 65 dan 98 itu dituntaskan maka kiranya statement SBY tidak bisa dan 
tidak bakalan beliau ungkapkan dengan statement yang se-olah2 mendiskreditkan 
lawan2 politiknya. Statement beliau bisa saja diartikan sebagai judgement 
terhadap sosok PS dan juga kepada Wir dan sepertinya ya bisa di-setujui karena 
kedua sosok ini memang dituduh sebagai pengganas HAM oleh PBB dalam urusan 
Papua dan Timor Timur, tapi urusan/tuduhan ini tidak bisa dijalankan 
menurut/mekakui  jalur hukum karena keburu disapu dibawah karpet, oleh 
kekuatan2 yang berkepntingan dengan segala alasan2-nya.
 
Dari itu semua perkara harus di tuntaskan agar prospek masa depan, apalagi 
,bila menghadapi peristiwa2 keganasan teror, bukan menjadi /berubah /menjurus 
ke persoalan2 yang bercorak dubius dan mudah diartikan dengan macam2 analisa 
beserta tumpuan pendapat yang macam2 pula.
 
Drakula masih ber-kliaran di Indonesia? Ya itulah acuan  yang 100% akurat, 
karena apa? karena urusan2 kekejaman terhadap bongso dewek di terbengkalaikan, 
sehingga modus operandi yang kejam bisa digunakan lagi tanpa ada parameter yang 
bisa mengklasifikan ini sebagai kekejaman manusia terhadap manusia lain.
 
Harry Adinegara










http://www.inilah.com/berita/politik/2009/07/17/129589/sby-singgung-drakula-dari-masa-lalu/


"Barangkali ada di antara kita yang di waktu lalu melakukan kejahatan, 
membunuh, menghilangkan orang, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari 
jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula 
dan penyebar maut di negeri kita," kata SBY di halaman Kantor Kepresidenan, 
Jakarta, Jumat (17/7).
end of quote

http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/141809/1167050/10/sby-tuding-ada-yang-tertawa-akibat-ledakan-di-marriott-dan-ritz-carlton

"Ada segelintir orang di negeri ini yang sekarang tertawa puas dan bersorak 
dalam hati disertai nafsu amarah dan angkara murka," kata SBY saat jumpa pers 
di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2009).
end of quote

http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/143103/1167068/10/sby-saya-jadi-sasaran-tembak-kelompok-teroris

"Ada kegiatan kelompok teroris yang melatih menembak dengan foto SBY jadi 
sasaran," kata SBY dalam jumpa pers di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, 
Jumat (17/7/2009).

"Ini untuk pertama kalinya saya pertunjukan foto foto itu,"


http://www.detiknews.com/read/2009/07/17/144040/1167083/10/bicara-bom-presiden-sampaikan-ada-ancaman-revolusi-bila-sby-menang

"Akan ada revolusi bila SBY menang. Ada pernyataan Indonesia akan seperti Iran 
bila SBY menang. Ada ancaman, bagaimana pun juga SBY tidak boleh dan tidak bisa 
dilantik," kata SBY serius dalam jumpa pers mengenai kasus bom Marriott dan 
Ritz Carlton di Istana Presiden, Jumat (17/7/2009).

SBY meminta masyarakat menafsirkan sendiri apa yang disampaikan. "Saudara bisa 
menafsirkan apa ancaman-ancaman seperti itu. Yang jelas, ancaman-ancaman ini 
sudah ditemukan intelijen dan pihak berwenang," kata SBY.












      
____________________________________________________________________________________
Access Yahoo!7 Mail on your mobile. Anytime. Anywhere.
Show me how: http://au.mobile.yahoo.com/mail

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke