http://www.gatra.com/artikel.php?id=128466
PBNU: Terorisme Musuh Semua Agama Jakarta, 20 Juli 2009 13:12 Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi menegaskan, terorisme adalah musuh semua agama. "Namun, masih saja setiap ada aksi terorisme pasti mendiskreditkan agama tertentu, sehingga hal ini yang harus diluruskan," katanya, usai menghadiri doa bersama para tokoh-tokoh lintas agama di Jakarta, Senin (20/7). Dalam acara yang dihadiri pula Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto itu, Hasyim mengatakan, aksi teror dilatarbelakangi oleh dua hal yakni kesalahpahaman terhadap ajaran agama dan penyalahgunaan ajaran agama. "Dalam kesalahpahaman agama mengarah pada fanatisme, sedangkan penyalahgunaan ajaran agama dengan memasukkan unsur di luar agama ke dalam agama itu sendiri," tuturnya. Oleh karena itu, tambah Hasyim, aksi terorisme apa pun bentuknya adalah musuh semua agama. "Jangan lalu dengan adanya aksi tersebut, selalu menjadi alasan untuk mendiskreditkan agama tertentu, utamanya Islam. Salah itu," ujarnya menegaskan. Acara doa bersama tokoh lintas agama itu pun rencananya dilanjutkan dengan jalan kaki bersama menuju ke lokasi ledakan di Hotel JW Marriott yang berjarak 500 meter dari Mal Atrium Bellagio, tempat doa bersama digelar. Sementara itu, lokasi ledakan masih ramai didatangani warga, berbagai elemen masysrakat pun ramai berdatangan dan memanjatkan doa bagi para korban ledakan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, Jum`at (17/7) pagi. Sebelumnya, Kelompok Masyarakat Indonesia Anti Kekerasan juga hadir dan memanjatkan doa bagi para korban di lokasi ledakan. Tampak hadir Yenny Wahid, Todung Mulya Lubis, Wimar Witoelar, serta Ayu Utami. Aksi teror bom di kedua hotek berbintang itu, menewaskan 9 orang dan 53 lainnya luka-luka. Dari 53 korban terluka itu 16 adalah warga asing dan 37 warga negara Indonesia. Ke-16 warga asing yang terluka itu berasal dari Amerika Serikat enam orang, Belanda (dua orang), Kanada (dua orang), Korea Selatan (dua orang), India, Selandia Baru dan Norwegia masing-masing satu orang. [TMA, Ant] [Non-text portions of this message have been removed]

