http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009072300073611
Kamis, 23 Juli 2009
Pelaku Bom Masih Remaja
SKETSA WAJAH. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Nanan Soekarna
menunjukkan sketsa wajah dua orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di
Hotel Ritz Carlton (kiri) dan Hotel J.W. Marriot (kanan) di Jakarta Media
Centre, Rabu (22-7). Polri meminta masyarakat yang mengenali ciri-ciri kedua
orang itu agar menghubungi nomor telepon 021-7256586 atau 081383950059.
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)
JAKARTA (Lampost): Markas Besar Kepolisian RI memastikan Nur Said alias
Nur Hasbi dan Ibrahim bukan pelaku bom bunuh diri di Hotel J.W. Marriott dan
Hotel Ritz Carlton pada 17 Juli lalu.
Mabes Polri justru mengeluarkan sketsa pelaku yang salah satunya masih
remaja. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna di Jakarta, Rabu
(22-7), secara resmi mengumumkan sketsa wajah dari orang yang diduga menjadi
pelaku bom bunuh diri di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton.
Menurut Nanan, sketsa wajah itu dibuat berdasarkan temuan dua potong
kepala di dua lokasi ledakan. Ciri fisik potongan kepala di Hotel J.W. Marriott
antara lain berjenis kelamin laki-laki, umur 16--17 tahun, kulit putih, rambut
hitam lurus pendek, tinggi badan diperkirakan 180--190 cm, dan ukuran sepatu
sekitar 42--43. "Ukuran sepatu dapat diketahui karena polisi menemukan sepatu
yang diduga dipakai pelaku bom bunuh diri di Marriott," kata Nanan. Ia
didampingi Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigadir Jenderal Eddy
Suparwoko.
Adapun sketsa potongan kepala yang ditemukan di Hotel Ritz Carlton antara
lain berciri jenis kelamin laki-laki, umur 20--40 tahun, kulit sawo matang,
rambut hitam lurus pendek, dan tinggi badan sekitar 165 cm.
Generasi Platinum
Keterlibatan remaja dalam jaringan terorisme, menurut peneliti terorisme
Al Chaidar, memperlihatkan perencanaan pengeboman itu sudah dilakukan sejak
lama. Itu disebabkan, kata dia, butuh waktu tidak sedikit untuk
mengindoktrinasi remaja. "Dulu, pelaku pengeboman berusia sekitar 30--40 tahun
dan berasal dari kalangan pergerakan," kata dia.
Remaja yang terlibat bom itu termasuk generasi platinum yang lahir di
masa keterbukaan teknologi, keterbukaan cara berpikir, dan keterbukaan
berperilaku. Mereka memiliki karakter unik yang lebih ekspresif dan eksploratif
selaras dengan arah perkembangan zaman. Akan tetapi, menurut Al Chaidar, remaja
justru memiliki ketertarikan pada keresahan psikologis sehingga mudah
dieksploitasi. Keterlibatan remaja dalam jaringan terorisme dimulai pada bom
Madrid, Spanyol, pada 2004. Meski demikian, keterlibatan ABG dalam bom Mega
Kuningan tetap fenomenal.
Sambut Gembira
Polisi hingga kini masih mencari siapa sesungguhnya pelaku pengeboman di
dua hotel itu. Temuan sementara menunjukkan ada kecocokan antara kepemilikan
tubuh dan barang yang ditemukan di kamar 1808 Hotel J.W. Marriott. Kamar hotel
itu dipesan atas nama Nuri Hasdi yang beralamat di kawasan Pondok Pinang,
Jakarta Selatan.
Nuri Hasdi itu belakangan disebut-sebut memiliki nama alias Nur Said atau
Nur Hasbi. Namun, menurut Nanan, ternyata hasil DNA keluarga Nur Said tidak
cocok dengan DNA potongan kepala yang ditemukan di lokasi pengeboman.
Pihak keluarga Nur Said (35), yang tinggal di Desa Katekan, Kecamatan
Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, menyambut gembira pernyataan kepolisian.
"Kami bersyukur," kata adik Nur Said, Udi Mas'ud.
Begitu juga hasil DNA keluarga Ibrahim ternyata tidak cocok dengan DNA
potongan kepala. Ibrahim adalah karyawan Hotel Ritz Carlton yang bertugas
sebagai penata bunga.
Istri Ibrahim, Sucihani (35), mengaku senang atas kabar dari Mabes Polri
yang menyatakan suaminya bukan pelaku peledakan bom sekalipun keberadaan
Ibrahim hingga kini belum diketahui.
Meski Ibrahim dinyatakan bukan sebagai pelaku bom bunuh diri, anggota
Detasemen 88 Polri menggeledah rumah Ibrahim di kawasan Cililitan Kecil,
Jakarta Timur, kemarin. Di dalam rumah yang sudah lama ditinggalkan itu, polisi
menemukan sejumlah tulisan berbahasa Arab dan kaus warna putih bertuliskan Ritz
Carlton. Di bawah kaus itu terdapat gambar gedung bertingkat mirip Ritz Carlton
yang dilengkapi dengan coret-coret. n MI/U-1
KORBAN DITEMUKAN DI TKP HOTEL RITZ CARLTON JAKARTA
CIRI-CIRI
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur: 20-40 Tahun
Kulit: Sawo Matang
Rambut: Hitam, lurus, pendek
Tinggi badan: Kurang lebih 165 cm
KORBAN DITEMUKAN DI TKP HOTEL JW MARRIOTT JAKARTA
CIRI-CIRI
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Umur: 16-17 Tahun
Kulit : Putih
Rambut: Hitam, lurus, pendek
Tinggi Badan: Kurang lebih 180 s/d 190 cm
Ukuran sepatu: 42-43
[Non-text portions of this message have been removed]