Refleksi: Kalau 10 komondo dipindahkan ke Bali berarti para turis tidak perlu 
lagi ke NTT, beginilah cara  terselubung memiskin NTT dari sumber pendapatan 

http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=9348

2009-07-22 
Diprotes, Pemindahan Komodo ke Bali



[KUPANG] Rencana pemindahan 10 ekor satwa langka komodo dari habitatnya di Wae 
Wuul, Manggarai Barat dan Riung, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Bali 
ditolak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Pasalnya, komodo dilindungi dan 
menarik minat wisatawan mancanegara itu lebih ideal kalau berada di habitat 
aslinya di Taman Nasional Komodo (TNK).

Wakil Gubernur NTT Esthon Leyloh Foenay, di Kupang, Selasa (21/7) mengatakan, 
Pemprov NTT sangat keberatan atas permintaan Menteri Kehutanan MS Kaban untuk 
memindahkan 10 ekor komodo ke Bali dengan alasan menghindari kepunahan. "Kami 
segera sampaikan keberatan itu secara lisan, dan tertulis kepada Menteri 
Kehutanan," tegasnya.

Dikatakan, rencana penangkapan 10 ekor komodo tidak menjadi masalah kalau untuk 
dipindahkan ke TNK karena karakteristik wilayahnya sangat cocok dengan binatang 
komodo. Apalagi, komodo merupakan aset NTT yang bernilai jual internasional. 
Selain itu, saat ini komodo masuk dalam kontes pemilihan tujuh keajaiban dunia. 
"Jika dipindahkan, dikhawatirkan mengganggu kontes tujuh keajaiban dunia yang 
sedang berlangsung," imbuhnya.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Teknis Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) 
NTT, Agus Bere Lake membenarkan adanya surat permintaan dari Menteri Kehutanan 
untuk menangkap 10 ekor komodo yang hidup di kawasan konservasi alam Wae Wuul.

Dikatakan, di Kabupaten Manggarai dan Ngada, terdapat sejumlah kawasan 
konservasi yang memiliki binatang komodo. [120]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke