SEMINAR NASIONAL "KEKERASAN DALAM MASA BERPACARAN"                              
      


"1 dari 5 remaja putri, pernah mengalami Dating Violence"

(Konferensi Pers 8 April 2008, gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera dan 
Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan)


25-26 Juli 2009 - Auditorium Universitas Widya Mandala Madiun


Rekan, tim gerakan Jangan Bugil di Depan Kamera!, bersama dengan STATUS BAND 
dan Penerbit Kanisius, mendapat undangan untuk berbicara dan berbagi tentang 
kondisi kehidupan anak muda terkini dengan fokus masalah dating violence.

Seperti diketahui, sejak 11 April 2007, gerakan JBDK yang didirikan oleh Sony 
Set telah memfokuskan diri sebagai gerakan pendamping anak muda Indonesia yang 
berada dalam konteks masalah teknologi, penyimpangan pornografi dan masalah 
kekerasan dalam masa berpacaran.

Dimulai dengan buku pertama berjudul "500+ Gelombang Video Porno" yang 
memaparkan perkembangan "technopornography" terkini 
yang diterbitkan pada 2007, dilanjutkan dengan pembuatan film dokumenter dan 
tayangan televisi bersama METRO TV "Metro 

Realitas - Bisnis Video Bugil", SCTC "SIGI - Pornografi dan Anakmuda", ANTEVE 
"Jangan Bugil Sembarangan", TRansTV "Reportase 
Investigasi - Warnet Mesum" dan bekerja sama dengan majalah HAI dan KAWANKU, 
serta dukungan media massa di seluruh Indonesia, 

kami dari tim gerakan JBDK mencoba menyebarkan gerakan kesadaran baru di 
kalangan anak muda. Gerakan itu disebut dengan "JBDK - Stop Teen Dating 
Violence"

Mengapa harus berbicara di area Dating dan Violence? Pada tahun 2008, gerakan 
JBDK bersama Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan, mengeluarkan sebuah 
rilis ke media massa, hasil riset tentang kekerasan dalam masa berpacaran yang 
melanda jutaan anak muda Indonesia.

Dating bukan persoalan main-main. Banyak sekali orang tua yang justru melarang 
atau mengabaikan anak-anak mereka sendiri, ketika mereka telah masuk ke usia 
puber dan mulai mencoba melakukan dating. Akibatnya, banyak anak muda usia 
sekolah yang menjalani masa dating/berpacaran dengan cara backstreet alias 
sembunyi-sembunyi. Orang tua banyak yang hanya bisa melarang, tanpa 
mengindahkan pola ketertarikan antar lawan jenis yang meledak-ledak dalam tubuh 
anak-anak kandungnya yang seharusnya menjadi sebuah perhatian tersendiri.

Jarang sekali anak usia sekolah yang mendapatkan support maupun dukungan dari 
orang tua. Mereka tidak mendapatkan pendidikan 
tentang pacaran yang sehat. Alasan masih kecil dan harus berkonsentrasi 
terhadap pelajaran sekolah, membuat kasus dating di 
kalangan jutaan remaja di Indonesia tidak terdata dengan apik.

Di Amerika Serikat, tumbuh sebuah protokol yang disebarluaskan di kalangan 
remaja, guru, sekolah dan orang tua. Protokol itu 
semacam sebuh peraturan dating. Di 40 negara bagian di Amerika Serikat, ada 
sebuah protokol dating yang sangat unik. Yaitu 
dengan menyebarkan sebuah SURAT KONTRAK DATING.

SURAT KONTRAK DATING

Maka, tumbuhlah kesadaran bersama dikalangan pelajar, orang tua dan pihak 
sekolah di Amerika Serikat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan dan cara 
pergaulan remaja di sana. Setiap remaja yang telah melakukan DATING/berpacaran, 
wajib menandatangani sebuah SURAT KONTRAK DATING yang isinya menyebutkan 
tentang masalah hak dan kewajiban. Selain itu, surat KONTRAK DATING ini juga 
mengatur pola hubungan yang sehat. Yang isinya juga menyebutkan bagaimana 
setiap remaja, tidak boleh menyakiti pasangannya dan memperlakukan pola 
hubungan Dating sebagai sebuah simbiosis mutualisme. Hal ini, dilakukan untuk 
mendata para pasangan dating muda yang dididik untuk saling menghormati dan 
tidak melakukan kecerobohan dalam hal berpacaran. 

Tentu saja sebuah cara yang sangat unik, ketika peran orang tua dan guru 
dilibatkan untuk bersama mengawasi aktifitas dating yang dilakukan oleh 
anak-anaknya.

Bagaimana dengan di Indonesia? 

Walaupun terdengar aneh, gerakan JBDK - STOP TEEN DATING VIOLENCE bersama 
rekan-rekan pemerhati masalah remaja, mencoba untuk menyadarkan jutaan remaja 
dan orang tua di sana. Bahwa, persoalan Dating adalah persoalan serius. Kita 
berpikir untuk mendidik para remaja untuk melakukan dating dengan sehat dan 
tidak melakukan kekerasan terhadap pasangannya. 

Tepat pada tanggal 14 Februari 2009, sebuah buku berjudul "STOP TEEN DATING 
VIOLENCE" karangan Sony Set, Kanisius, diluncurkan melalui acara APAKABAR 
INDONESIA- TV ONE. Sony Set mencoba memaparkan bagaimana persoalan kekerasan 
dalam berpacaran adalah masalah yang sangat serius. Banyak sekali remaja putri 
(korban terbesar dating Violence), teraniaya secara fisik dan psikis akibat 
perlakuan yang buruk dari pasangannya. Mereka mengira, bahwa hal-hal yang 
berkaitan dengan masalah pacaran, menjadi masalah privat yang tabu dibicarakan. 
Akibatnya, mereka (para korban dating violence), terisolir dari 
teman-temannya dan menjadi bulan-bulanan bertahun-tahun, justru dari kekasih 
yang dicintainya.

Penyiksaan dan penderaan baik secara fisik maupun psikis, banyak diterima 
remaja putri yang terlanjur habis-habisan mencintai 
kekasihnya. Sikap kasar dan posesif yang ditunjukkan pasangannya, sering 
disalah artikan sebagai sifat laki-laki yang pencemburu dan "cinta mati". 
Padahal, faktanya, terjadi pelanggaran luar biasa yang menjadi masalah besar. 
Kita tahu, setiap tahun 2.4 juta aborsi terjadi di Indonesia. 1.5 juta aborsi 
dilakukan oleh remaja! Itu yang tercatat, bagaimana dengan kekerasan dalam 
level yang lebih rendah? berapa juta angka sebenarnya?

Melalui gerakan JBDK - Stop Teen Dating Violence! kami mencoba menyadarkan 
semua pihak untuk menyikapi masalah ini menjadi sebuah 
problem yang harus diselesaikan. Bukan waktunya lagi untuk diam. Kami 
menghimbau setiap anak muda Indonesia untuk bersuara dan menceritakan kabar 
dari dirinya maupun temannya yang saat ini telah melakukan dating.

Mencintai dan melakukan dating, adalah hal yang wajar. Tetapi, kekerasan yang 
terjadi pada saat melakukan dating, adalah hal 
yang harus dihentikan. Karena kekerasan akan mengakibatkan banyaknya kegagalan 
dalam perwujudan cita-cita dan pendidikan dari kaum remaja. Jangan sampai para 
remaja, anak-anak muda kita terjebak dalam Dating Violenca dan menghancurkan 
masa depan mereka sendiri.

Sebab korban sudah terlalu banyak, sebab kekerasan harus kita hentikan. 

Tim Kerja gerakan JBDK - STOP DATING VIOLENCE!


http://tvLab.blogspot.com

0812 271 77049

ps. Gerakan JBDK - Stop TEEN Dating Violence bersama dengan STATUS BAND, pada 
tanggal 25 Juli 2009 akan meluncurkan Theme Song 

Kampanye Nasional "STOP TEEN DATING VIOLENCE" di Universita Widya Mandala 
Madiun. Nantikan kehadiran kami di berbagai kota di Indonesia. Mari sebarkan 
wacana, STOP DATING VIOLENCE! Stop Kekerasan Dalam Masa Berpacaran!

Kirim email ke