http://www.antaranews.com/berita/1248424862/akses-facebook-prabowo-diblokir

Akses "Facebook" Prabowo Diblokir
Jumat, 24 Juli 2009 15:41 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 

(ANTARA/facebook.com)Jakarta (ANTARA News) - Pengelola "Facebook Prabowo 
Soebianto" (FbPS) meminta kantor pusat "facebook" di Amerika Serikat, membuka 
kembali aksesnya dalam mengelola jejaring sosial tersebut.

Direktur Media Center Mega-Prabowo, Amran Nasution, dalam siaran persnya di 
Jakarta, Jumat, menyebutkan, sejak Rabu (22/7), FbPS tidak bisa diakses oleh 
pengelolanya.

"Kegiatan sehari-hari seperti posting berita, diskusi, menjawab diskusi, dan 
upload foto di jejaring sosial tersebut sudah tidak bisa dilakukan lagi," kata 
Amran.

Menurut dia, alasan pemblokiran karena Prabowo dianggap bukan orang yang 
langsung mengoperasionalkan "facebook"nya. 

Hal yang lazim jika seorang figur publik seperti Prabowo yang sibuk sebagai 
kandidat calon wakil presiden, katanya, mendelegasikan pengelolaan 
"facebook"nya pada orang lain.

Selama ini, kata dia, FbPS dikelola oleh Boyke Setiawan yang dibantu putranya. 
Di waktu senggang, Prabowo sendiri sering menyempatkan waktunya menanggapi 
diskusi yang berkembang di "facebook"nya.

Amran menduga, tidak bisa diakesnya FbPS karena ada tim pendukung lawan 
politiknya pada Pilpres 2009 yang melaporkan hal ini ke kantor pusat "facebook" 
di Amerika Serikat, sehingga FbPS diblokir karena dinilai melakukan pemalsuan 
atau pembohongan publik.

"Kami berkesimpulan, ada orang lain yang lebih kuat dari pemilik `facebook` 
sehingga bisa memblokir kami," kata Boyke Setiawan.

Menurut dia, FbPS tidak hanya tak dapat diakses, tapi datanya selama sebulan 
pada 15 Juni hingga 20 Juli sempat hilang tapi akhirnya bisa muncul lagi 
meskipun tidak sempurna.

Dijelaskannya, link "facebook" FbPS semula beralamat di 
www.facebook.com/prabowo.subianto kini berubah menjadi 
www.facebook.com/prabowo-subianto.

Perubahan alamat ini, katanya, membuat orang yang berusaha mengklik FbPS dengan 
alamat lama menjadi gagal. Padahal, iklan "facebook" Prabowo di jejaring sosial 
masih menggunakan alamat lama.

Menurut Amran, pemblokiran akses pengelola FbPS sangat merugikan Prabowo 
Subianto sebagai cawapres dari PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang selalu 
ingin menyapa pendukungnya melalui dunia maya.

Apalagi, katanya, jumlah anggota FbPS yang dibuat pada 22 September 2008, telah 
mencapai 67.000 orang dengan fans aktif sekitar 18.000 orang dan rata-rata 
interaksi sekitar 5.600 orang per hari.

Dikatakannya, upaya yang telah dilakukan untuk segera mengembalikan hak 
pengelola FbPS yakni mengirimkan surat kuasa dari Prabowo Subianto ke kantor 
pusat "facebook" di Amerika Serikat.

"Surat kuasa tersebut berisi kuasa penuh dari Prabowo Subianto kepada Boyke 
Setiawan sebagai pengelola. Surat tersebut dikirim ke kantor pusat `facebook` 
melalui faksimili," katanya. (*)
++++
http://www.antaranews.com/berita/1248072759/prabowo-seluruh-dunia-sulit-hadapi-teroris
Prabowo: Seluruh Dunia Sulit Hadapi Teroris
Senin, 20 Juli 2009 13:52 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 

Jakarta, (ANTARA News) - Mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto mengatakan 
seluruh negara di dunia mengalami kesulitan menghadapi kelompok teroris.

"Ini adalah pekerjaan orang-orang ekstrem, radikal yang membuat onar seperti 
ini dan seluruh negara di dunia sulit menghadapi orang-orang seperti ini," 
katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Dia mengemukakan hal itu terkait serangan bom yang terjadi di Hotel Ritz 
Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, hari Jumat(17/7) 
seusai mengikuti doa bersama tokoh lintas agama yang digelar di Bellagio Mal 
kawasan Mega Kuningan.

Menurut mantan Panglima Kostrad itu , meskipun mereka tidak dalam jumlah banyak 
, harus tetap diwaspadai karena Indonesia adalah negara besar dengan jumlah 
penduduk sekitar 230 juta jiwa.

Apalagi wilayah perbatasan Indonesia sangat luas dan orang-orang asing bisa 
saja menyusup masuk dan membuat keonaran, katanya.

Mengenai kejadian peboman di Megar Kuningan itu, Prabowo mengatakan masuk dalam 
kategori nasional.

Karena itu perlu ditingkatkan pengamanan agar peristiwa serupa tidak terjadi 
lagi.

Prabowo juga menilai, aparat keamanan dalam negeri sudah cukup lumayan dalam 
menangani terorisme sejak peristiwa bom Bali pada tahun 2002.

"Indonesia sudah cukup lumayan menghadapi terorisme dibanding negara-negara 
lain seperti India dan Pakistan, tetapi jangan lengah," katanya.(*)

 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke