Banyak Proyek Stimulus Pesanan Anggota Dewan
Gara-gara banyak proyek yang diduga pesanan, penyusunan Daftar Isian 
Pelaksanaan Anggaran molor.

JAKARTA — Pengalokasian dana stimulus untuk belanja infrastruktur 2009 
ditengarai bakal terlambat gara-gara maraknya proyek yang diduga pesanan 
anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Seorang pejabat pemerintah yang enggan 
disebutkan namanya mengatakan saat ini penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan 
Anggaran (DIPA) telah terlambat dari jadwal yang disepakati semula. Dia 
menerangkan, Departemen Keuangan sebagai wakil pemerintah berada dalam posisi 
dilematis. 
Di satu sisi mereka harus menjalankan hasil keputusan dana stimulus fiskal yang 
diteken bersama Panitia Anggaran pada 24 Februari 2009. Namun, di sisi lain, 
kata pejabat itu, sebagian program yang diteken untuk memperoleh kucuran dana 
adalah proyek yang diajukan anggota Panitia Anggaran DPR. 
“Itulah yang menyebabkan DIPA molor. Proyek-proyek itu sulit direalisasi karena 
tak sesuai dengan rencana kerja 2009,” ujarnya kepada Tempo akhir pekan lalu. 
Bahkan, dia menambahkan, ada proyek yang benar-benar baru dan belum pernah 
direncanakan kementerian/ lembaga yang akan mengelola penggunaan dana. 
Pejabat ini enggan memerinci program proyek mana saja yang dipesan anggota 
Dewan itu. “Yang jelas sebagian besar program itu berada di lingkungan 
Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Perhubungan,” katanya. 
Sejumlah kalangan khawatir terhadap adanya kebocoran dana stimulus sebesar Rp 
12,2 triliun. Kekhawatiran ini semakin membesar setelah anggota Panitia 
Anggaran DPR, Abdul Hadi Djamal, tertangkap tangan menerima dana Rp 1 miliar 
dari Hontjo Kurniawan, Komisaris PT Kurnia Jaya Bakti. Suap ini diduga terkait 
dengan rencana pembangunan proyek pelabuhan di kawasan timur Indonesia senilai 
Rp 100 miliar, yang direncanakan menggunakan dana stimulus. 
Wakil Ketua Panitia Anggaran Harry Azhar Azis menepis tudingan pembahasan dana 
stimulus molor akibat proyek- proyek pesanan anggota. “Itu sembarang pendapat, 
tidak ada buktinya,” ujarnya kemarin.

 
Ia juga menyesalkan Direktorat Jenderal Anggaran yang bertele-tele dalam 
menyelesaikan DIPA. “Lamban sekali kerja pemerintah ini,” katanya. “Sekarang 
saling lempar dan bikin kambing hitam di DPR.” 
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengaku tak tahu-menahu ihwal proyek 
pesanan Dewan yang masuk daftar program penerima dana stimulus. “Semua urusan 
dan datanya Departemen Keuangan yang mengurus,” katanya kepada Tempo kemarin. 
Jusman enggan berkomentar soal alokasi dana stimulus. Hingga saat ini, kata 
dia, Departemen Keuangan belum mengeluarkan keputusan soal proyek penerima 
dana. 
Adapun Direktur Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan Herry Purnomo 
mengaku belum menerima DIPA, termasuk permintaan pencairannya untuk proyek 
stimulus infrastruktur. “Dua-duanya belum,” katanya lewat pesan pendek, Jumat 
lalu. AGOENG WIJAYA | VENNIE MELYANI | SETRI
 
http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/03/23/headline/krn.20090323..160371.id.html

 
http://media-klaten.blogspot.com/
 
http://groups.google.com/group/suara-indonesia?hl=id
 
salam
Abdul Rohim


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke