Bismillah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an : "Dan (ingatlah) ketika 'Isa putra Maryam berkata, 'Hai Bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad).' Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, 'Itu adalah sihir yang nyata'. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedangkan dia diajak kepada (agama) Islam ? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. MEREKA INGIN MEMADAMKAN CAHAYA (AGAMA) ALLAH DENGAN MULUT (UCAPAN-UCAPAN) MEREKA DAN ALLAH TETAP MENYEMPURNAKAN CAHAYA-NYA WALAUPUN ORANG KAFIR (YANG TERTUTUP HATINYA) MEMBENCINYA" (Q.S. As-Shof ayat 6-8)
Wallahu 'alam bishshowab. Wassalam. (Seno Pradono) On 3/23/09, masdimas62 <[email protected]> wrote: > Taliban yang kerjanya cuman nyembah ALloh sampe miskin dan ketinggalan > zaman, gak maju-maju > Lu yang merasa bener sendiri, punya ALlah sendiri gak maju-maju > kok nyalah-nyalahin orang lain.. > Tung, tung.. hari ini udah minum obat belum? > > > --- In [email protected], si pitung <sipitun...@...> wrote: >> >> wajarlah jika negri yg mayoritas muslim ini sulit maju & berkembangnya, >> krn msh terbelenggu oleh KEBODOHAN & KEMISKINAN. Syirik nyata2 >> dipraktekkin oleh rakyatnya dari kalangan jelata hingga pejabat & calon >> wakil rakyatnya. >> Aneh bin ajaib ktika minimal 17x stiap muslim mendeklarasikan bahwa mereka >> hanya beribadah & meminta pertolongan HANYA kpd ALLAH tp msh saja >> mendatangi pohon2, orang 'pinter' dan ponari2an. >> jika ditegur & diarahkan, 'syetan-syetan' itu akan mnjawab, " ini khan >> bagian dari usaha atau ikhtiar!". >> begitulah syetan membelenggu diri kita, membuat manusia kian bodoh & jauh >> dari kebenaran, inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.. >> >> selamat berkubang dlm kebodohan... >> >> >> Syirik: Dari Samiri sampai Ponari >> Oleh: Dr Ahmad Hatta * >> >> >> Hidayatullah.com--Nama Ponari tiba-tiba melesat bak meteor. Popularitasnya >> menyaingi selebritis, >> bahkan elit politik yang akan bersaing dalam pemilu 2009. Puluhan ribu >> orang berduyun-duyun mendatangi rumahnya di Jombang. Hampir tak ada >> media massa yang tidak memberitakan Ponari. Ini terjadi hanya karena ia >> memiliki batu yang dianggap sakti: bisa memudahkan urusan dan >> menyembuhkan penyakit. Tapi tahukah Anda, di masa lalu, ada orang yang >> jauh lebih sakti dari Ponari dan batunya? >> Orang >> tersebut mampu mengubah 180 derajat kaum Bani Israil di Syam >> (Palestina), hanya dalam beberapa hari: dari beriman kepada Allah >> menjadi penyembah patung anak sapi yang bersuara. Hal itu membuat marah >> Musa as. (QS. 20: 86). Bagaimana tidak, kejadian itu berlangsung saat >> dirinya sedang dipanggil Allah ke Bukit Sinai (Thur) untuk menerima >> wahyu. Sebelum pergi, Nabi Musa as. sudah berpesan kepada kaumnya agar >> tetap beriman kepada Allah. >> Nabi Musa as perlu mewasiatkan itu karena ia dan kaumnya telah diberi >> nikmat luar biasa oleh >> Allah. Setelah lolos dari kejaran Fir’aun dan pasukannya dengan >> membelah Laut Merah, Nabi Musa as dan kaumnya menetap di Syam. Sejak >> tinggal di Syam inilah, Nabi Musa dan pengikutnya mendapatkan banyak >> kenikmatan dari Allah. Tanah Syam diberikan keberkahan. Kaum Bani Israil >> mendapatkan al manna wa salwa, makanan berupa burung dan >> manisan semanis madu dari bumi Syam. Namun, kenikmatan itu ternyata tak >> membuat mereka tetap beriman kepada Allah karena ulah seseorang. >> Lalu, siapa orang yang telah melakukan itu? Ia namanya Samiri. Namanya >> dicatat dalam Al-Quran. "Maka sesungguhnya kami telah menguji kaummu >> sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.†(20: >> 85) >> Samiri >> adalah seorang Bani Israil dari suku Assamirah dan menjadi pengikut >> Nabi Musa as. Sebelumnya, ia menganut agama paganisme yang percaya >> kepada kekuatan dewa. Samiri pernah belajar ilmu sihir saat di Mesir >> hingga menjadi ahli. Keahliannya itu yang membuat ia â€"bersama Musa >> asâ€"dapat melihat malaikat Jibril turun dengan kudanya dari langit, >> untuk membimbing Nabi Musa as. membelah Laut Merah. >> Samiri >> kemudian mengambil tanah yang sempat dijejaki kuda malaikat Jibril. >> Tanah itu disimpannya dan diikatkan di bajunya. Ketika Nabi Musa as >> dipanggil Allah ke Bukit Sinai, Samiri mengumpulkan harta kaum Bani >> Israil berupa logam, dan melemparkannya ke dalam api hingga melebur. >> Kemudian, ia lemparkan tanah bekas jejak telapak kuda malaikat Jibril ke >> logam tersebut hingga berbentuk patung anak sapi yang mengeluarkan suara. >> (QS. 20: 96) >> Keajaiban itu segera dipertunjukkan Samiri kepada kaum Bani Israil. >> “Kemudian >> Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang >> bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan >> Musa, tetapi Musa telah lupa". (Thaha: 88) >> Mereka >> lalu berduyun-duyun mendatangi patung anak sapi tersebut. Awalnya, >> mereka hanya meminta dimudahkan segala urusan. Permohonan mereka ada >> yang terkabulkan. Hal itu membuat mereka kian kagum. Mereka terpesona. >> Akhirnya, >> semakin ramai orang yang menyambangi dan memohon pertolongan. Kini, >> mereka tak sekadar meminta pertolongan, tapi juga menyembahnya. Patung >> anak sapi itu telah menjadi berhala. >> Bukankah >> itu yang kini terjadi pada Ponari dan batunya? Orang-orang memang >> datang ke sana untuk berobat, tapi, adakah yang menjamin suatu saat >> nanti mereka tidak akan menyembah Ponari dan batunya? >> Sejarah Penyembahan >> Dalam sejarah penyembahan terhadap berhala, suatu kaum tak pernah >> melakukannya secara langsung, melainkan bertahap. Setan itu memiliki >> banyak tipu muslihat untuk menggoda manusia. Mereka tak akan secara >> langsung >> membuat manusia menyembah selain Allah. Kita mengenal ada Latta, Uzza, >> Manaat. Di zaman Nabi Nuh as, ada lima berhala: Wadd, Suwa’, Yaguts, >> Yatuq, Nasr. >> 1. Latta >> Berasal >> dari kata kerja latta-yaluttu. Dia (Latta) adalah seorang lelaki yang >> sholeh yang biasa mengadon tepung untuk makana jamaah haji. Ketika dia >> meninggal, orang-orang membangun rumah di atas kuburannya, dan >> menutupnya denga tirai. Lama-kelamaan, mereka menyembahnya sebagai >> berhala. >> 2. Uzza >> Ini adalah pohon dari >> Sallam di lembah Nakhlah yang terletak antara Mekah dan Thaif. Di >> sekitarnya terdapat bangunan dan tirai-tirai. Berhala ini juga >> mempunyai pelayan-pelayan (penjaga). Di pohon ini terdapat setan-setan >> yang berbicara kepada manusia. Orang-orang bodoh menyangka yang >> berbicara kepada mereka adalah pohon-pohon atau rumah yang mereka >> bangun. Padahal yang berbicara adalah setan-setan untuk menyesatkan >> mereka dari jalan Allah.Uzza milik Quraisy, penduduk Mekah serta >> suku-suku yang ada di sekitarnya. >> 3. Manaat >> Ini >> adalah batu besar yang berada tak jauh dari Gunung Qudaid, di antara >> Mekah dan Madinah. Berhala ini milik suku Khuza’ah, Aus, dan Khazraj. >> Saat berhaji, mereka berihram di sisinya dan menyembahnya sevagai >> sekutu Allah. (Syarh Al-Qowa’id Al-Arba’) >> Kebanyakan >> berhala di atas berasal dari batu. Awalnya orang-orang meminta >> kesembuhan kepada batu itu hingga akhirnya sembuh. Batu itu kemudian >> dibuat patung dan dijadikan berhala sebagai sesembahan mereka. >> Bukankah >> Ponari didatangi banyak orang karena batu yang dianggap “sakti†? >> Konon, >> batu itu didapat Ponari bersamaan dengan datangnya hujan yang diiringi >> halilintar. Padahal, kata seorang arkeolog Universitas Indonesia, Ali >> Akbar, batu itu hanyalah perkakas biasa dari zaman Neolitikum. Batu >> yang dibuat sekitar 4.000 tahun lalu atau 2.000 tahun sebelum masehi >> itu, memang langka, karena hanya ada dua buah di Pulau Jawa. Tapi, batu >> itu tak memiliki khasiat yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan tentu >> saja, batu itu juga tak bisa menyembuhkan orang sakit. >> Kini, jika batu itu dapat menyembuhkan, pasti disebabkan adanya >> kekuatan lain sebagaimana terjadi pada berhala-berhala lainnya. >> Syirik dan Bentuknya. >> Lalu, >> apakah berobat ke Ponari termasuk syirik? Bukankah kita tidak >> menyembahnya? Untuk menjawab ini, ada baiknya kita mengetahui apa itu >> syirik dan bentuk-bentuknya. >> Syirik adalah mempersekutukan Allah SWT dengan segala sesuatu selain-Nya. >> Syirik >> memiliki banyak bentuk, antara lain: 1)Meyakini bahwa ada yang memiliki >> kekuatan atau dapat memberi manfaat dan madharat selain Allah swt. (QS. >> 2:102); 2) Mendekatkan diri dengan memuja kepada sesuatu dengan >> keyakinan bahwa dengan sesuatu itulah ia dapat mendekatkan dirinya >> kepada Allah swt (QS.39:3); 3) Memohon pertolongan kepada orang mati, >> ruh, atau jin untuk memudahkan urusannya.(QS. 10:18, 72:6); 7) Mantera >> dan jampi-jampi. "Sesungguhnya bermantera (ar-ruqa'), jimat (tama'im), dan >> pekasih/pelet (at-tiwalah) adalah syirik." (HR. Ibnu Majah). >> Syirik >> dibagi dua: 1) Syrik perkataan, ini terjadi jika seseorang secara tegas >> menyatakan menyekutukan Allah. 2) Syirik perbuatan. Secara lisan, orang >> tersebut tidak menyatakan menduakan Allah. Tapi, perbuatannya yang >> justru menyekutukan Allah. >> Berpijak >> dari bentuk-bentuk syirik di atas, tentu saja berobat ke Ponari dan >> meyakini batu yang dimilikinya bisa menyembuhkan penyakit, termasuk >> syirik. Mengapa? >> Pertama, orang-orang >> yang mendatangi Ponari telah meyakini adanya kekuatan selain Allah yang >> bisa menyembuhkan. Mereka meyakini Ponari melalui batunya dapat membuat >> sembuh penyakit. Padahal, batu itu hanya benda biasa yang sama dengan >> batu-batuan lainnya. Bedanya: batu tersebut berasal dari zaman >> prasejarah, sedangkan batu lainnya tidak. >> Kedua, orang-orang >> tersebut telah meminta sesuatu kepada selain Allah. Apakah Ponari >> seorang dokter? Bukan, ia berbeda dengan dokter. Seorang dokter >> memiliki ilmu ilmiah untuk menyembuhkan penyakit pasiennya. Misalnya, >> seseorang sakit disebabkan virus A. Untuk menyembuhkannya, dokter akan >> mematikan virus A tersebut dengan cara memberikan obat yang mengandung >> antivirus A. Ada hubungan sebab akibat: virus A vs antivirus A=sembuh. >> Berbeda dengan Ponari. Ia hanyalah seorang anak kecil yang masih duduk di >> bangku SD. Ia >> tak memiliki ilmu ilmiah untuk menyembuhkan penyakit. Begitu pula >> batunya, yang tidak memiliki zat yang dapat membuat seseorang sehat. >> Maka, semestinya, rumusanya adalah: Virus A vs Ponari+batu+air= tidak >> sembuh. >> Jika >> ternyata, sebuah penyakit yang diakibatkan virus A dapat disembuhkan >> Ponari dengan batu dan airnya, pasti disebabkan adanya kekuatan lain di >> luar Ponari, batu dan airnya itu. Kekuatan lain itu mungkin saja jin >> dan sejenisnya. >> Sembuh atau Pahala? >> Pernah, seorang wanita datang menemui Rasulullah. “Ya >> Rasulullah, doakan aku cepat sembuh,†kata si wanita itu. “Bisa,†>> jawab >> Rasulullah.Tapi, Rasulullah melanjutkan,†Apakah engkau mau aku berikan >> pilihan yang lebih baik? Engkau tidak aku doakan. Engkau >> berobat saja dan insya Allah akan disembuhkan dengan berobat itu, lalu >> selama engkau bersabar dengan penyakit tersebut maka Allah akan >> memberimu pahala dan mengampuni dosa-dosamu.†>> Si wanita itu lalu berkata,†Ya Rasulullah, kalau begitu tak usah >> didoakan. Karena pahala lebih berharga dari sekadar sembuh.†>> Bagaimana >> kalau itu ditawarkan kepada kita? Pasti kita memilih untuk >> disembuhkan.“Cape deh. Yang penting sembuh dulu, pahala urusan >> belakangan,†kira-kira begitu jawaban kita. Yang penting sembuh dulu; >> urusan >> syirik, belakangan. Mengapa wanita itu lebih memilih berobat dulu agar >> sembuh sendiri? Itu karena ia memiliki aqidah yang benar. Baginya, >> hidup itu jalan untuk mengumpulkan pahala. Jika kita diberikan >> kesempatan untuk mendapatkan pahala melalui proses pengobatan, kita >> harus memilih itu.. >> Kalau memilih didoakan Rasulullah, kita tak mendapat pahala, meski >> penyakit kita sembuh. Kesembuhan kita tidak membawa manfaat karena tak >> mendatangkan pahala. Karenanya, wanita itu tak memilih cara tersebut. >> Tapi >> kebanyakan manusia di zaman sekarang lebih memilih sembuh daripada >> pahala. Walau, proses penyembuhannya itu dengan cara-cara yang tidak >> sesuai dengan agama. Alih-alih berpahala, proses penyembuhannya malah >> bergelimang dosa.. Segala cara dilakukan agar cepat sembuh, termasuk >> mendatangi Ponari. >> Antara Iyyakana’budu dan Iyyakanasta’in >> Ada >> dua ayat sarat makna yang jika kita praktekkan, bisa terhindar dari >> syirik. Iyyakana’budu (hanya kepada-Mu aku menyembah), waiyya >> kanasta’in (hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan). Ayat ini kita >> baca berulang-ulang di surat Al Fatihah. >> Dengan >> membaca ayat ini, kita telah mendeklarasikan diri bahwa isti’anah >> (mohon pertolongan) tidak boleh terpisah dari ibadah kepada Allah. >> Artinya, kita hanya menyembah kepada Allah dan karena itu, kita pun hanya >> meminta pertolongan kepada Allah saja. >> Namun, >> kita sering kali tergelincir. Setan membisikkan kita untuk tetap >> menyembah dan beribadah kepada Allah (sholat, puasa, haji, dsb). Tapi, >> dalam urusan memohon pertolongan (berobat), setan membujuk kita untuk >> meminta kepada selain Allah, seperti fenomena batu Ponari. “Saya masih >> beriman kepada Allah. Ini kan usaha. Mudah-mudahan saja bisa sembuh. †>> Mungkin begitu alasan orang-orang yang mendatangi Ponari. >> Ini >> cara licik setan menjerumuskan kita. Karena, setelah kita memohon >> pertolongan kepada selain Allah, tanpa terasa, secara perlahan kita >> akan menduakan Allah dalam beribadah. >> Ikhtiar untuk menyembuhkan penyakit >> itu diperbolehkan sejauh itu tidak merusak keyakinan kita kepada Allah. >> Tapi jangan sampai kita berada di garis tipis antara iman dan syirik. >> Karena kita akan mudah terpeleset. >> Tiga Pintu Masuk Setan >> Setan itu paling sering menggoda kita melalui tiga hal. Pertama melalui >> harta. >> Setan membuat kita was-was terhadap kemiskinan. Kalau kita tidak >> melakukan ini, maka akan miskin. Kalau tidak begitu, maka tidak akan >> kaya. Begitu seterusnya, hingga kita takut jatuh miskin. Termasuk jika >> kita mau bersedekah atau berinfak sekalipun. “Jangan sedekah, nanti >> uang kamu habis,†bisik setan. Karena itu, di tengah masyarakat ada >> pesugihan, susuk, pemikat, dan sebagainya. Semua itu adalah jalan >> pintas untuk menjadi kaya. >> Kedua, rasa aman. Semakin seseorang memiliki kekuatan besar dan tak >> terbatas, maka ia akan semakin merasa terancam atau takut. Siapa >> yang paling banyak bersandar pada setan dari rasa aman? Di zaman dulu >> ada Fir’aun, dia memiliki kekuatan hebat, bala tentara kuat. Tapi, ia >> tetap merasa tidak aman karena banyak musuh. Ia pun meminta bantuan setan >> untuk melindunginya. Di antaranya meminta dari para penyihir. Di >> masa kini, kita banyak menemukan pemimpin yang memiliki kekuasaan, tapi >> masih meminta bantuan kepada dukun, paranormal, cenayang dan lainnya. >> Ketiga, penyakit.Ini >> adalah cobaan paling berat. Penyakit dapat menjadi fitnah paling besar. >> Setan paling sering menggoda kita melalui penyakit. Ingat, orang >> yang paling banyak cobaannya adalah orang yang sedang sakit. Jika tidak >> sabar menghadapi penyakit, maka seseorang akan mudah terjerrumus dalam >> perbuatan syirik. >> Ketiga >> hal inilah yang menjadi pintu masuk setan menggoda manusia. Jika pintu >> yang satu tertutup, maka setan akan masuk dari pintu lainnya. Jika >> semuanya tertutup, setan akan mengetuk pintu itu hingga akhirnya >> terbuka. Kita harus menguci rapat-rapat ketiga pintu itu agar setan tak >> masuk dan membuat kita terhindar dari syirik. >> Mereka >> yang mendatangi Ponari bisa dipastikan karena pintu-pintu itu, terutama >> penyakit, terkuak lebar. Setan masuk dari sini dan membujuk untuk >> berobat ke Ponari. Mereka kemudian termakan rayuan maut setan. Dan >> akhirnya, menyambangi Ponari, meski untuk itu mereka harus menempuh >> perjalanan jauh, antri berhari-hari, bahkan ada yang meninggal. >> Akar Masalah >> Mengapa >> fenomena Ponari terjadi? Sedikitnya ada dua penyebabnya yaitu >> kemiskinan dan kebodohan. Rasulullah saw berpesan,†Kemiskinan membawa >> kita lebih dekat kepada kekufuran.†Ya, orang miskin adalah pihak yang >> paling rentan untuk dirusak aqidahnya. Dengan iming-iming indomie dan >> uang Rp 10.000,00, mereka bisa pindah agama. Dalam kasus Ponari, >> mungkin saja tak masalah jika aqidah mereka rusak, menjadi syirik, asal >> mereka sembuh dari penyakit dengan biaya yang murah. Tak ada rotan akar >> pun jadi. Tak ada obat mujarab dan tak punya uang, Ponari Sweat pun >> jadi. >> Begitu >> pula dengan kebodohan. Orang-orang tak berilmu merasa dirinya benar. >> Apa pun yang mereka lakukan pasti benar. Itu karena keterbatasan ilmu >> yang mereka miliki. Mereka merasa benar berobat ke Ponari karena tak >> memiliki ilmunya. Jika kita nasehati mereka, besar kemungkinan mereka >> akan menolak kita dengan keras. Tak percaya? Datang saja ke Jombang dan >> katakan kalau orang yang datang ke Ponari itu syirik. Anda, boleh jadi >> akan dihujat dan ditimpuki. >> Karena >> itu, kita harus mengikuti apa yang dilakukan Nabi Musa as saat kembali >> ke Syam dan mendapati kaumnya menyembah patung anak sapi. Musa as >> memarahi Harun.. Mengapa? Karena Harun orang yang berilmu. >> Musa berkata,†Wahai >> Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat >> (sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) >> melanggar perintahku?†(Surah Thaha: 92-93) >> Setelah >> itu, barulah Musa as menghukum Samiri dengan mengusirnya dan tidak >> boleh berhubungan dengan kaum Bani Israil. Sedangkan patung anak sapi >> dibakar oleh Musa as dan dibuang. >> Ya, >> sudah saatnya orang-orang yang berilmu (ulama) dan berkuasa (umaro), >> untuk bertindak tegas. Kita tidak boleh membiarkan kesesatan terus >> terjadi. Apakah kita,para ulama, harus menunggu puluhan ribu orang >> menyembah Ponari, baru kemudian mengatakan itu syirik? Wallahu >> a’lam.[www.hidayatullah.com] >> Penulis adalah Direktur Positive Life Center (PLC) >> >> >> >> >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > > ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [email protected] 5. No-email/web only: [email protected] 6. kembali menerima email: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

