Bismillah.

Saya setuju dengan Pak Nizami, seperti yang dilakukan Hugo Chavez di
Venezuela, Lula di Brasil, dan di banyak negara Amerika Latin lainnya,
gunakan cara seperti neososialisme Amerika Latin ! Gunakan demokrasi
(momen pemilu) untuk memenangkan calon yang mendukung ekonomi
kerakyatan / ekonomi Islam untuk mengalahkan tokoh pendukung kapitalis
neoliberal. Jangan malah pemilunya diboikot / jadi golput ...

Regards,

(Seno Pradono)


On 3/31/09, A Nizami <[email protected]> wrote:
> Kalau zaman ada pendukung Komunis Uni Soviet saja bisa gagal apalagi
> sekarang.
> Cina pun sekarang sudah pakai sistem Neoliberalis.
>
> Jadi nanti kalau berontak, bisa2 ada "Pelanggaran HAM" lagi...:)
>
> Sebaiknya dukung saja calon yang mengusung Ekonomi Kerakyatan atau Ekonomi
> Islam yang pro rakyat sembari melawan calon dari Kapitalis Neoliberalis.
>
>
> ===
>
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
>
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
>
> Informasi selengkapnya ada di:
>
> http://www.media-islam.or.id
>
> Ingin belajar Islam?
>
> Kirim email ke: [email protected]
>
>
>
>
>
> Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info:
> http://agusnizami.wordpress.com
>
> --- Pada Sel, 31/3/09, Kehendak Proletar <[email protected]> menulis:
>
> Dari: Kehendak Proletar <[email protected]>
> Topik: [ppiindia] Fw: [Politik Rakyat Miskin] Lawan Pemilu Elit 2009 dengan
> Pilihan, Metode & Jalan...
> Kepada: [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected]
> Tanggal: Selasa, 31 Maret, 2009, 1:02 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> MAHASISWA & RAKYAT BERSATU!
>
>
>
> Dengan persatuan mobilisasi rakyat dan mahasiswa, pemilu tahun 1999 terpaksa
> diselenggarakan (lebih cepat 3 tahun dari jadwal seharusnya), dengan
> komposisi dan syarat-syarat kepesertaan pemilu yang lebih demokratis
> dibandingkan pemilu 2004 dan
>
>  2009.  Tanpa fatwa haram, TPS-TPS pada pemilu 1955 dipenuhi kegembiraan
> rakyat.
>
>
>
> Mengapa Pemilu 2009 Harus Dilawan?
>
>
>
> · Seluruh partai dan elit peserta pemilu 2009 adalah boneka para pemilik
> modal raksasa internasional yang menjajah ekonomi Indonesia (Imperialis) ;
> penjahat pelanggar HAM; para koruptor; Reformis Gadungan yang pengecut dan
> pembohong; serta para aktivis yang pragmatis dan oportunis.
>
>
>
> · Sistem pemilu yang mahal dan tidak demokratis hanya memberikan kesempatan
> pada elit yang berduit untuk maju sebagai peserta pemilu; menghambat
> kekuatan alternatif yang anti pemilik modal. Segelintir calon-calon
> legislatif yang miskin terpaksa menjual seluruh sumber hidupnya; atau
> menjilat elit politik lain yang bisa memberinya modal. Hasilnya: pemilu elit
> 2009 adalah pemilu paling boros di
>
>  tengah kemiskinan rakyat: Gerindra bagi-bagi laptop; Golkar bagi-bagi HP;
> PDIP bagi-bagi motor; partai-partai lain bagi-bagi janji lewat triliunan
> rupiah yang habis dalam bentuk poster, bendera, stiker, bahkan konser-konser
> musik.
>
>
>
> · Pemilu elit 2009 daur ulang kekuatan politik busuk untuk legitimasi
> kekuasaan di 2009. Semua peserta pemilu cuci tangan dari dosanya
> mengeluarkan berbagai produk UU yang membuat rakyat tambah miskin. Semua
> peserta pemilu pernah terlibat dalam kekuasaan masa lalu yang semakin
> membuat rakyat sengsara. Tidak ada partai yang “benar-benar baru” dan
> “bersih”; tidak ada calon legislatif yang sanggup melawan arus politik kotor
> pemilu elit 2009 hari ini.
>
>
>
> · Pemilu elit 2009 hanya mendagangkan nasib rakyat; tidak satupun partai
> politik elit peserta pemilu bisa dan mau mengatasi krisis. Seluruh peserta
> pemilu elit 2009 hanya
>
>  bicara bagi-bagi kekuasaan; jilat menjilat tokoh dan ulama;
> kritik-mengkritik untuk menaikkan nilai jual politik, serang-menyerang untuk
> berebut kepercayaan rakyat.
>
>
>
> · Rakyat & mahasiswa sudah semakin banyak yang sadar dan tidak mau ditipu
> lagi oleh elit politik; rakyat pun sudah banyak yang melawan—protes-protes
> rakyat tidak berjeda; rakyat mulai membangun organisasinya sendiri. Walaupun
> bentuk ketidakpercayaan tersebut masih pasif dalam wujud golput
> (kecenderungan golput terus meningkat), tapi sudah mampu membuat pemerintah
> dan seluruh aparat negara, universitas, termasuk lembaga keagamaan,
> KELABAKAN. Oleh karena itu mereka mengeluarkan fatwa haram bagi golput;
> mutasi pemilih bagi mahasiswa pendatang; kampanye pemilu damai, dst.
>
>
>
> · Dengan demikian, sudah pasti: PEMILU ELIT 2009 HANYA AKAN MENGGANTI
> IKAN-IKAN DI DALAM AKUARIUM, YANG AIRNYA SUDAH
>
>  KERUH SEPERTI AIR COMBERAN. IKAN-IKAN YANG BARU TIDAK AKAN MEMBUAT AIRNYA
> MENJADI JERNIH.
>
>
>
> Bagaimana bentuk-bentuk perlawanan terhadap pemilu elit 2009?
>
>
>
> · Beberapa wujud tindakan politik yang dapat dilakukan adalah:
>
>
>
> (1) Membuat pernyataan sikap politik terhadap ketidaksetujuan maupun
> keresahan terhadap pemilu elit 2009, dan disebarkan/ditempel di kampung,
> kampus, kantin, tempat kerja, tempat nongkrong, tempat ronda, dst;
>
> (2) Memakai pita, kaos, coret-coretan dinding/gravity action dan
> simbol-simbol perlawanan lainnya terhadap pemilu elit 2009;
>
> (3) Berkumpul, berdiskusi, dan membangun pusat-pusat komunikasi (POSKO)
> persoalan-persoalan rakyat, termasuk melakukan advokasi-advokasi terhadap
> berbagai persoalan rakyat dan mahasiswa sehari-hari;
>
> (4) Membentuk berbagai wadah politik yang mandiri oleh, dari, dan
>
>  untuk rakyat serta mahasiswa;
>
> (5) Melakukan berbagai ekspresi politik perlawanan dengan demonstrasi,
> pertunjukan musik, teater, karya seni, konferensi-konferen si rakyat,
> simulasi pemilu rakyat, menolak ikut berkampanye, menolak politik uang, dll.
>
> (6) MENYATUKAN SELURUH EKSPRESI PERLAWANAN TERSEBUT dengan membentuk suatu
> wadah persatuan nasional yang mandiri dan bebas dari intervensi kekuatan
> politik bandit sisa lama, tentara dan reformis gadungan.
>
> (7) dan masih banyak lagi—temukan berbagai metode kreatif lainnya untuk
> menunjukkan KEKUATAN POLITIK RAKYAT, yang harus terus DISATU-SATUKAN agar
> memiliki dampak politik yang menasional.
>
>
>
> Jangan berhenti pada ketidakperdulian; jangan berhenti pada golput semata;
> karena ketidaperdulian akan menjerumuskan kita semua pada jurang
> kesengsaraan yang tak berkesudahan. ORGANISASIKAN dan PERSATUKAN semua
> kekecewaan, kebencian, dan ketidakpuasan—yang membuat rakyat dan mahasiswa
> memilih golput—AGAR
>
>  MENJADI SEBUAH KEKUATAN DAN TINDAKAN POLITIK yang NYATA.
>
>
>
> Hubungan Perlawanan terhadap Pemilu Elit 2009 dengan persoalan Mahasiswa &
> Rakyat Sehari-hari
>
>
>
> Karena pemilu elit 2009 hanyalah ALAT LEGITIMASI KEKUASAAN yang pro
> penjajahan modal asing (imperialisme) ; pelanggar HAM, para koruptor,
> reformis gadungan dan para aktivis pragmatis dan oportunis, maka, sudah
> dapat dipastikan hasilnya tidak akan memberikan solusi bagi 100 juta rakyat
> miskin Indonesia (yang berpendapatan $2 atau Rp.22.000,- per hari); yang
> sudah semakin susah cari uang; menjadi korban PHK; dan tak punya pekerjaan.
>
>
>
> Karena SELURUH PARTAI POLITIK ELIT PESERTA PEMILU 2009 akan TUNDUK PADA
> KEPENTINGAN PARA PEMILIK MODAL RAKSASA (KAPITALIS) internasional dan
> nasional, sehingga mereka:
>
>
>
> (1) TIDAK AKAN BISA menaikkan daya beli (pendapatan) rakyat. Karena mereka
> TIDAK AKAN BISA membuka lapangan kerja produktif dan berkelanjutan
>
>  tanpa membangun industri nasional di bawah kontrol rakyat dan manajemen
> kaum buruh. Kapitalis internasional tidak berkepentingan untuk membangun
> industri nasional—apalagi di tengah krisis; mereka hanya hendak mengeruk
> bahan mentah dan menjadikan Indonesia pasar bagi produk mereka.
>
>
>
> (2) TIDAK AKAN BISA meningkatkan kesejahteraan petani. Karena kapitalis
> internasional yang sedang krisis tidak berkepentingan memberikan tanah,
> modal, dan teknologi pada petani, sementara kapitalis dalam negeri adalah
> agen kapitalis internasional yang tak punya kepentingan memajukan pertanian.
> Partai elit seperti Gerindra yang pura-pura perduli pada petani, hanya
> menyogok segelintir petani dengan traktor yang jumlahnya tak setimpal dengan
> puluhan juta kaum tani Indonesia. Persoalan pertanian di Indonesia tak cukup
> diatasi dengan 1000 traktor, tapi perubahan radikal terhadap kepemilikan
> tanah, sistem pertanian, industri pupuk, modernisasi desa termasuk cara
> berfikir
>
>  petani.
>
>
>
> (3) TIDAK AKAN BISA menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang gratis
> dan berkualitas. Jamkesmas/Askeskin/ Gakin serta BEASISWA/BOS TIDAK CUKUP
> untuk membuat rakyat sehat dan orang muda menjadi pandai. Anggaran 20%, pun
> TIDAK CUKUP menggratiskan pendidikan. Agar bertambah pandai orang muda harus
> belajar dari kurikulum baru khususnya menyangkut penulisan ulang sejarah
> yang jujur, pelajaran sastra Indonesia yang demokratis sejak sekolah dasar
> dan menengah, demi mengembalikan ingatan sejarah rakyat Indonesia.
>
>
>
> Dengan Persatuan Mobilisasi Mahasiswa & Rakyat, JALAN KELUAR EKONOMI
> MENDESAK yang Akan Kita Perjuangkan adalah:
>
>
>
> (1) Pemusatan seluruh sumber-sumber pendapatan dalam negeri ke tangan
> (kekuasaan) rakyat, yakni: nasionalisasi industri tambang (industri vital
> lainnya) serta perbankan, pajak bagi setiap transaksi perdagangan saham,
> penyitaan harta koruptor (semenjak Orde Baru
>
>  sampai sekarang); pajak progresif; penolakan membayar utang luar
> negeri—atau penundaan pembayaran hingga rakyat sejahtera, dll.
>
>
>
> (2) Sumber-sumber pendapatan tersebut sebesar-besarnya akan digunakan untuk
> membiayai kebutuhan darurat/mendesak rakyat, antara lain: pendidikan (hingga
> Universitas) & kesehatan gratis yang berkualitas; perumahan-air
> bersih-energi- serta transportasi murah, layak dan massal; perbaikan
> kerusakan lingkungan; menurunkan harga sembako (dengan subsidi harga), dll.
>
>
>
> (3) Sumber-sumber pendapatan tersebut juga akan digunakan untuk membiayai
> pembangunan industri nasional oleh, dari dan untuk rakyat, seperti: industri
> pupuk, makanan pokok, mesin, baja, kertas, semen, listrik, optik, refinery
> minyak, dll, sekaligus membuka lapangan kerja produktif bagi rakyat.
>
>
>
> Dengan Persatuan Mobilisasi Mahasiswa & Rakyat, JALAN KELUAR POLITIK &
> KEBUDAYAAN yang akan Kita Perjuangkan
>
>  adalah:
>
>
>
> (1) Demokrasi seluas-luasnya bagi partisipasi/ keterlibatan langsung rakyat
> (agar seluruh rakyat dapat berfikir dan menyumbang gagasan bagi kemajuan
> Indonesia);
>
> (2) Kekuasaan Rakyat (organisasi- organisasi rakyat mandiri yang semakin
> bersatu adalah embrio bagi kekuasaan rakyat) dalam wujud Pemerintahan
> Persatuan Rakyat Miskin;
>
> (3) Kebudayaan baru yang lebih maju [budaya kemandirian (anti penjajahan),
> budaya non kooperasi, budaya alternatif, budaya berlawan (radikal, militan,
> dan cerdik), budaya berorganisasi, budaya bersatu/kolektif, budaya
> membaca/belajar, budaya bekerja, budaya cinta ke-ilmiah-an, budaya sayang
> rakyat dan sesama, budaya cinta lingkungan, budaya demokratik, budaya anti
> rasialisme, budaya kesetaraan gender, budaya toleran terhadap orientasi
> seksual, budaya merdeka dan bersolidaritas, dsb];
>
> (4) Akses yang merata dan setara terhadap Ilmu pengetahuan, teknologi, dan
> sumber daya alam yang
>
>  berkelanjutan.
>
>
>
> Perjuangan ekonomi dan politik-kebudayaan harus dilakukan dengan simultan,
> karena: perubahan ekonomi akan mempercepat perubahan kebudayaan, demikian
> sebaliknya, perubahan kebudayaan akan memudahkan perubahan ekonomi.
>
>
>
> Cukup sudah dibohongi; Jangan percaya pada sisa-sisa lama (Sisa Orde Baru
> dan GOLKAR); Jangan percaya pada tentara (penindas rakyat); Jangan percaya
> kaum Reformis Gadungan. Satukan kekuatan pada tanggal 5 April dan 1 Mei,
> 2009, agar rakyat dapat membuat pilihan sendiri diluar Pemilu 2009.
>
>
>
> Ayo terlibat dan ikuti
>
>  berbagai kegiatan Posko Persatuan Mahasiswa & Rakyat
>
> Setiap hari, pukul 09:00 s/d 18:00 di Gerbang Filsafat UGM, Sosio Humaniora
> No. 1.
>
>
>
> POSKO PERSATUAN MAHASISWA DAN RAKYAT UNTUK PENOLAKAN PEMILU ELIT 2009
>
> (JNPM, LMND PRM, KPRM-PRD, PPRM)
>
> CP: 0852-251077952 (Mutiara) & 085647991755 (Aslihul F)
>
>
>
> --
>
>
>
> Posting oleh  KPRM-PRD  ke  Politik Rakyat Miskin  pada  3/21/2009 11:07:00
> PMPEMILU 2009 BUKAN JALAN KELUAR RAKYAT MISKIN!
>
> PEMILU 2009 HANYA PEMILU BAGI PARTAI POLITIK KAUM MODAL/PARTAI PRO
> NEOLIBERALISME!
>
> PEMILU 2009 AKAN MENGHASILKAN PEMERINTAHAN BARU PRO NEOLIBALISME!
>
> AYO BERSATU, BANGUN KEKUATAN, LAWAN KAUM MODAL DAN ANTEK-ANTEKNYA!
>
> BERSATU, GULINGKAN PEMERINTAHAN KAUM MODAL, GAGALKAN PEMILU, BENTUK
> PEMERINTAHAN RAKYAT MISKIN!
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>       
>       
>       
>       
>
>
>
>
>
>
>
>
>       
>
>
>       
>       
>
>
>       Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
> http://id.answers.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke