http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/21/21015892/ketua.dpr.akan.ditentukan.presiden.sby.
Ketua DPR Akan Ditentukan Presiden SBY
Jumat, 21 Agustus 2009 | 21:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Periode 2009-2014, akan
ditentukan sendiri oleh Presiden Terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga
Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.
Saat ini ada lima kader Partai Demokrat yang menjadi kandidat Ketua DPR.
Keempat orang itu adalah Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Menteri
Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Taufik Effendi, Wakil Sekjen DPP Partai
Demokrat Syarief Hassan dan anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Hayono
Isman dan Sekjen Marzuki Ali. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan
Pusat Partai Demokrat Achmad Mubarok kepada Kompas di Jakarta, Jumat (21/8)
sore.
"Siapa yang akan menjadi Ketua DPR, akan ditentukan sendiri oleh Presiden SBY.
Kita tidak tahu, siapa yang layak berdasarkan pertimbangan politik, hubungan
dengan partai politik lain serta misi dan visinya," ujar Mubarok. Nama
definitif Ketua DPR akan ditentukan Presiden Yudhoyono sebelum pelantikan
anggota DPR/MPR pada 1 Oktober mendatang.
"Kalau mencari orang muda yang mempunya misi dan visi ke depan, tentu yang akan
dipilih adalah Anas Urbaningrum. Kalau mencari orang yang rendah hati dalam
berpolitik, tentu Pak Taufik Effendi, karena dia pernah bilang tidak cocok
untuk menjadi Ketua DPR sehingga peluangnya hanya lima persen," kata Mubarok.
Akan tetapi, tambah Mubarok, kalau mau mencari orang yang memiliki hubungan
politik dengan partai lainnya, tentu Marzuki Ali yang dipilih. "Kalau mencari
orang yang senior dan punya pengalaman, tentu Pak Syarief. Juga Pak Hayono
Isman yang punya pengalaman," kata Mubarok.
Dikatakan Mubarok, dengan tantangan lima tahun mendatang, Ketua DPR akan
menentukan keberadaan Partai Demokrat. "Oleh karena itu, menurut saya, calon
Ketua DPR harus orang muda yang mampu melakukan komunikasi politik dengan
partai politik lainnya dan memiliki integritas. Siapa dia, kita tunggu saja,"
lanjutnya.
PDI-P tak menjegal
Pada bagian lain, soal tawaran Ketua MPR kepada PDI Perjuangan, Mubarok
mengaku, partai yang menang harus merangkul partai yang kalah. Diharapkan,
dengan tawaran menjadi Ketua MPR, PDI-Perjuangan bisa menjadi oposisi yang
konstruktif dan tak sekadar menjegal pemerintah.
"Kita menginginkan PDI Perjuangan bisa menjadi partai oposisi yang konstruktif.
Oleh karena itu, tawaran menjadi Ketua MPR, bisa menjadi jalan bagi posisi
oposisi yang konstruktif itu. Kalau kemarin itu, PDI Perjuangan menjadi oposisi
yang hanya ingin berbeda dan mengarah untuk menjegal pemerintah. Besok, kita
harapkan tidak," kata Mubarok.
Ditanya tentang efektivitas Taufik Kiemas sebagai Ketua MPR mengingat jejak
rekam Taufik saat anggota DPR, yang dinilai sering absen, Mubarok menjawab,
"Ketua MPR, kan tidak sefantatis Ketua DPR. Itu juga cuma simbol. Tidak
apa-apa."
Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Ali Wongso meluruskan pernyataan
Ketua Departemen Komunikasi dan Perhubungan Bambang Susatyo bahwa Ketua Umum
Partai Golka M Jusuf Kalla berpihak untuk menentukan Wakil Ketua DPR antara
Priyo Budi Santoso atau Burhanuddin Napitupulu. "Pak JK tidak mendukung satu
calon saja, akan tetapi dua-duanya, yaitu Pak Priyo dan Pak Burhanuddin
Napitupulu," katanya.
Pengurus Partai Golkar lainnya Ariady Achmad juga menambahkan, pada rapat pleno
DPP Partai Golkar mendatang, Enggartiasto Lukito juga akan dicalonkan sebagai
calon Wakil Ketua DPR.
HAR
[Non-text portions of this message have been removed]