Cc: [email protected]
Date: Thursday, August 27, 2009, 6:09 AM


  




Al-Chaidar: Polisi Tangkap Jibril untuk Bongkar Jaringan Internasional


Penangkapan Mohamad Jibril oleh polisi sengaja dilakukan untuk mengungkap 
jaringan
teroris lebih luas. Jibril dianggap mempunyai relasi kuat dengan
jaringan internasional.
 
"Jibril itu orangnya memang punya
jaringan luas dengan siapa saja, jadi kelihatannya sengaja (polisi
untuk membongkar), " kata pengamat terorisme Al-Chaidar saat berbincang dengan 
detikcom , Rabu (26/8/2009).
Menurut Chaidar, hal yang
wajar jika Jibril memiliki relasi yang luas karena profesinya sebagai
jurnalis media Islam yaitu arrahmah.com. Relasi tersebut tidak bisa
dijadikan polisi sebagai dasar kalau Jibril terlibat aksi teroris.
"Saya rasa tidak bisa polisi mencurigai begitu saja, jangan mencurigai umat 
Islam terlalu luas," jelas peneliti Darul Islam yang pernah bergaul
dengan Jamaah Islamiyah (JI) ini.

Chaidar yakin anak sulung Abu Jibril tersebut sama sekali tidak terkait dengan 
pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton 17 Juli lalu. Penangkapan Jibril 
disinyalir  lebih kepada materi pemberitaan arrahmah.com yang selalu membela 
tersangka teroris.
"Ini sengaja kelihatannya untuk menjerumuskan arrahmah, karena pemberitaan 
selama ini," analisis dosen FISIP Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, 
ini.

Polisi
menetapkan Jibril sebagai buronan teroris teranyar pada Selasa
(25/8/2009) siang kemarin. Ia diduga terkait pendanaan luar negeri
dalam jaringan teroris.  Namun dua jam setelah itu, Jibril diambil
paksa saat pulang menuju rumahnya di Pamulang.
Penetapan DPO
ini dinilai aneh sebab Jibril sering muncul di depan polisi berpakaian
preman, namun tidak pernah diciduk dan tak pernah dicari di rumah atau
kantornya.  Pada Selasa malam, kantor arrahmah.com digeledah polisi dan
sejumlah CPU disita. 


[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke