http://www.rakyatme rdeka.co. id/news/2009/ 08/29/80401/
Bersetubuh- dengan-Cendana, -Yuddy-Ternyata- Bukan-Aset- Demokrasi
Bersetubuh dengan Cendana, Yuddy Ternyata Bukan Aset Demokrasi
Rakyat Merdeka Online, Sabtu, 29 Agustus 2009, 11:07:14 WIB
Laporan: Aldi Gultom
Jakarta, RMOL. Harapan besar pada Yuddy Chrisnandi untuk menjadi wakil generasi
muda yang memiliki kekuatan mereformasi partai warisan Orde Baru kini pupus
sudah.
Pengamat politik dan aktivis pro demokrasi, Fadjroel Rachman, menyatakan
kekecewaannya pada sikap permisif Yuddy pada Orde Baru. Yuddy yang dijamu oleh
keluarga Cendana pada Kamis (27/8) malam, bertemu dengan Mbak Tutut untuk
membicarakan koalisi Musyawarah Nasional Partai Golkar. Yang mengejutkan, Yuddy
malah secara terbuka menyatakan rencananya untuk mundur dari bursa calon ketua
umum Golkar bila, Mbak Tutut mencalonkan diri.
“Kita betul-betul menyesalkan sikap Yuddy yang terlalu permisif karena Cendana
itu sudah beban bagi demokrasi, beban bagi Golkar dan beban bagi Yuddy sendiri.
Yuddy akan lepas dari barisan muda reformis. Dia masih menganggap uang adalah
faktor utama berkembangnya demokrasi. Dia bukan lagi aset demokrasi,” kata
Fadjroel dalam dialog dengan Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Sabtu, 29/8).
Padahal sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, aktivis pro demokrasi sejak
jaman Orde baru jaya ini menaruh harapan banyak pada pencalonan Yuddy
Chrisnandi sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Kehadiran Yuddy dianggapnya
sebagai representasi bangkitnya kekuatan kaum muda yang reformis. [ald]
[Non-text portions of this message have been removed]