From: framliz <fram...@yahoo. com>
Subject: [aljer] Masuk akalkah kita harus buang 7 Trilyun untuk Bank Century?
Date: Tuesday, September 1, 2009, 12:19 AM
Jadi, begini. Ekuitas Bank Century itu kurang dari 2 T. Assetnya jika
berdasarkan laporan keuangan itu adalah 14 T. Asset-nya berdasarkan nilai pasar
juga ndak lebih dari 2 T. Jadi, ada penggelembungan dana pada Bank Century
dalam bentuk investasi kertas bodong.
Ini adalah tugas BI untuk tahu ini. Ndak bisa dong dia bilang seenaknya, wah
kami ndak tahu jika ada kebohongan di Bank Century. Lha UU perbankan mengatakan
bahwa itu tugas BI.
Semakin lucu lagi jika BI (dan Menkeu sebagai eksekutor dana) tidak tahu bahwa
Bank Century itu punya asset bodong dan baru tahu setelah kita ngeluarkan dana
7 T. Lalu setelah 7 T dikeluarkan baru bank ditutup dan dinyatakan bangkrut.
Ada apa ini? Apakah maksudnya 7 T itu adalah dana orang tertentu yang rugi jika
bank langsung ditutup? Lalu Negara kembalikan dulu itu 7 T ke pemilik modal
Bank Century setelah itu "ditutup"?
Bagi saya ndak logis rakyat menanggung kerugian investasi dari pemilik modal!
Kedua jika ada efek sistemik domino dari penyelamatan Bank Century maka
sekarang efek dominonya pasti terjadi. Lha wong Bank-nya ndak terselamatkan
kok. Bank-nya itu sempat "ditutup" bangkrut! Kok ndak ada tuh efek domino?
Lantas kenapa tunggu kita buang 7 T untuk "selamatkan" Bank tersebut? 7 T itu
untuk siapa?
LANJUTKAN!!!