REPUBLIKA ONLINE
Kamis, 03 September 2009 pukul 01:22:00
Century Diduga Mengalir ke Parpol 


Boediono diminta berikan keterangan.


JAKARTA — Dana Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun diduga ada yang mengucur ke 
partai politik. Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) harus 
menelusuri dana siluman ini.

Dugaan ini diungkap oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin 
Indonesia, Bambang Soesatyo. Ia menduga ada dana siluman untuk membiayai 
kegiatan politik tertentu.

Sumber dana siluman itulah yang dimintanya untuk diperjelas. Dia meminta PPATK 
agar dilibatkan untuk menelusuri aliran dana itu. ‘’Ini akan meruntuhkan 
kepercayaan publik terhadap bank di dalam negeri,’’ kata Bambang, Selasa (1/9).

Ia meminta pemerintah dan BI memberikan penjelasan yang masuk akal. Terutama, 
penjelasan mengenai aliran dana Rp 6,7 triliun yang diberikan untuk bank 
sekecil Bank Century. ‘’Alasan pengucuran dana untuk menghindari guncangan 
sistemik dirasakan berlebihan mengingat Bank Century berskala kecil,’’ katanya.

Pengamat ekonomi, Ichsanudin Noorsy, juga menduga adanya agenda politik yang 
melatarbelakangi kasus Bank Century. Untuk membuktikan ada tidaknya agenda 
politik itu, Ichsanuddin meminta BPK melakukan penelusuran aliran dana kepada 
deposan besar.

Penelusuran dana ini untuk membuktikan siapa saja penerima aliran dana Bank 
Century. ‘’Saya mendorong BPK melakukan audit investigasi aliran dana ke 
deposan besar lima lapis,’’ katanya.

Penelusuran jangan hanya atas pokok aliran dana Bank Century ke deposan besar, 
tapi juga bunganya. Ia meminta publik tidak menganggap enteng soal bunga. Meski 
bunga hanya berkisar misalnya 10 persen, jumlah dana diterima nasabah bisa 
menjadi besar karena pokok simpanan juga besar.

Ia mencontohkan, jika aliran dana diserap deposan besar adalah Rp 4 triliun, 
bunga yang diterima menjadi sekitar Rp 400 miliar. ‘’Penelusuran ini untuk 
menjernihkan masalah. Apakah benar ada dana atau bunga yang digunakan untuk 
kepentingan kampanye atau tidak.’’

Anggota Komisi XI DPR, Harry Azhar Aziz, meminta cawapres terpilih, Boediono, 
memberi penjelasan ke publik. ‘’Saya rasa, beliau (Boediono) harus menjelaskan 
masalah ini ke publik,’’ ujar Harry. Saat itu, lanjutnya, Boediono tengah 
menjabat sebagai gubernur BI.

Menurutnya, BI memiliki peran penting dalam keputusan penyelamatan Bank 
Century. Mereka yang memberi masukan ke pemerintah sehingga pemerintah 
memutuskan bahwa masalah Century dapat menimbulkan dampak sistemik bagi sistem 
perbankan dan perekonomian secara keseluruhan.

Mensesneg Hatta Rajasa mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
memberikan perintah yang bersifat normatif untuk mengamankan perekonomian 
nasional ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan kasus 
kesulitan Bank Century saat berada di Amerika Serikat pada 13 November 2008.

Menurut Hatta, presiden saat itu juga meminta menteri keuangan untuk mencegah 
kemungkinan terburuk.

Presiden, lanjut dia, menyadari bahwa kasus Bank Century berada di luar wilayah 
kewenangannya karena pengawasan bank berada di bawah BI. ‘’Jadi, presiden tidak 
ingin campur.’’

Sulit ditemui
Sementara itu, Boediono belum bisa dikonfirmasi. ‘’Bapak sudah beberapa hari 
tidak bisa ditemui,’’ kata ajudan dengan pakaian safari warna cokelat yang 
duduk di depan rumah Jalan Mampang Prapatan XX Nomor 23, kediaman wakil 
presiden terpilih, Boediono.

‘’Dari kemarin sudah banyak wartawan yang cari, tapi bapak tidak mau menemui,’’ 
katanya lagi, Rabu (2/9).

Sekitar pukul 09.00 WIB, Boediono meninggalkan kediamannya yang terletak di 
belakang Hotel Cipta, Mampang, Jakarta Selatan. djo/c88/aru/ thr/ant(-) 






Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
Verba volant scripta manent...
(yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi...)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke