BUAH KECIL Hellen A. Keller adalah penulis terkenal diantaranya buku "The World I Live In" & "The Story of My Live" yang diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Dalam usia 20 tahun ia telah mahir berbahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin. Ia mengakhiri masa kuliahnya hanya dalam jangka waktu empat tahun saja dengan Magna Cum Laude. Hanya perlu diketahui bahwa Ms Hellen ini buta dan tuli sejak usia 19 bulan. Ia pernah mengutarakan, bahwa hal yang terbaik dan terindah adalah hal yang dirasakan di dalam hati, sebab hal-hal ini tidak dapat dilihat maupun disentuh oleh dunia.
Ia berkeliling ke 39 negara untuk berbicara dengan para presiden, mengumpulkan dana untuk orang-orang buta dan tuli. Ia mendirikan American Foundation for the Blind dan American Foundation for the Overseas Blind. Dengan serba kekurangannya Hellen mengutarakan: "Walaupun saya hanya seorang biasa, tetapi saya masih berarti. Saya tidak bisa melakukan segala sesuatu, tetapi saya masih mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu. Oleh sebab itulah karena saya tidak dapat melakukan segala sesuatu, saya tidak akan menolak untuk melakukan sesuatu yang mampu saya lakukan." Cobalah Anda renungkan, kita sebagai manusia yang dilahirkan dalam keadaan sehat, hal-hal apa saja yang telah kita lakukan bagi sesama manusia di dalam kehidupan ini. Mungkin belum ada ! Walaupun demikian 1001 macam alasan bisa kita berikan; mulai dari kekurangan dana, waktu, kesibukan maupun kemampuan. Disamping itu problem dunia ini terlalu besar dan juga tidak akan ada akhirnya, jadi mana mungkin orang sekecil saya mampu mewariskan sesuatu yang berarti bagi dunia ini. Ketika Anda dilahirkan di dunia ini, Anda menangis dan orang-orang di sekitar kita tersenyum bahagia. Yang menjadi pertanyaan apakah Anda akan mampu menjalani kehidupan ini, sehingga pada suatu saat nanti Anda, Anda akan mati dengan tersenyum puas, dan kebalikannya orang-orang di sekitar Anda yang akan menangis, karena kehilangan orang yang mereka kasihi. Manusia sekecil Anda dan saya sekalipun bisa melakukan sesuatu, walaupun sekecil apapun yang akan kita berikan dan lakukan pasti ini akan menjadi warisan yang bermakna bagi sesama manusia. Ada dua hal yang perlu kita ketahui: Pertama - kita harus belajar mensyukuri dan menikmati apa yang kita miliki dan atas anugerah sekecil apapun juga yang kita dapatkan. Bukannya terus-menerus ngoceh mengeluh tiada hentinya, bahkan menuntut agar dapat lebih banyak lagi, karena melihat orang-orang disekitar kita yang lebih kaya dan lebih sukses daripada diri kita. Kedua kita harus belajar memberi dan membagi apa yang kita miliki, sekecil apapun bagian yang kita berikan kepada orang yang membutuhkannya ini akan menjadi anugerah dan pahala bagi kita. Kita bisa memulainya dengan memberikan jatah uang jajan kita, misalnya dengan mengurangi jajan diluar dan daripada minum juice mungkin kita bisa minum Air Aqua yang lebih sehat. Uang jajan ini bisa kita berikan dan sumbangkan kepada mereka yang membutuhkannya misalnya kepada para korban gempa di Tasikmalaya yang pada saat ini sangat membutuhkan bantuan uluran tangan Anda. Walaupun mungkin bagi Anda ini tiada nilainya, tetapi percayalah pemberian sekecil apapun yang Anda berikan ini bisa merubah dan memberikan dampak besar di dalam hati orang yang menerimanya. Pilot dari SIA Bpk. Budi Soehardi asal Indonesia telah dinobatkan oleh CNN sebagai Pahlawan dalam serie CNN Heroes. Walaupun ia bukan seorang konglomerat, tetapi ia telah berhasil memelihara dan membiayai 49 anak yatim di Kupang. Berita selengkapnya seilahkan klik: http://edition.cnn.com/2009/WORLD/asiapcf/09/03/cnnheroes.budi.soehardi/index.html Mang Ucup yakin bahwa di Indonesia ini, masih banyak pahlawan-pahlawan lainnya yang mungkin tidak pernah mendapatkan perhatian dari Media, tetapi yang sudah pasti mereka akan mendapatkan perhatian khusus dari Sang Pencipta. Dimata dunia mungkin mereka itu Mr Nobody, tetapi di mata Sang Pencipta mereka itu adalah VVIP Surga. Maka dari itu ajakan mang Ucup marilah kita memulai hidup ini dengan lebih banyak mensyukuri dan lebih banyak memberi daripada menuntut. Mang Ucup Email: mang.ucup<at>gmail.com Homepage: www.mangucup.org Facebook

