detik.com, Kamis, 03/09/2009 17:35 WIB
Seronok & Penuh Caci Maki, Program Ramadan di TV Dikritik MUI
Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik program Ramadan yang
ditayangkan di televisi (TV) selama 10 hari pertama Ramadan. Program Ramadan di
TV dinilai penuh adegan seronok dan caci maki.
"Program sahur yang menghibur tidak perlu seronok dan penuh caci maki. Harusnya
bisa menghibur sekaligus bisa mendidik, menyentuh dan membangkitkan kepedulian
pada sesama," ujar Ketua Informasi dan Komunikasi MUI Said Budairy.
Said mengatakan itu dalam konferensi pers hasil pantauan MUI terhadap tayangan
televisi pada pekan pertama Ramadan di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Menteng,
Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2009).
MUI juga mengkritik beberapa program yang terindikasi tidak relevan dengan
spirit Ramadan. Meskipun program tersebut menggunakan nama yang bervarian dengan
Ramadan.
Terutama pada acara komedi yang disiarkan secara langsung. Kecenderungannya
hanya mengedepankan hiburan lelucon yang disajikan dengan kata-kata kasar dan
makian.
"Misalnya pada progam siaran menjelang buka puasa program Dak Dik Duk Menunggu
Beduk edisi Rabu 26 Agustus pukul 17.35 WIB berisi celotehan pembawa acara yang
tidak etis yang memberi insinuasi pada organ vital perempuan," ungkap Said.
Said berharap media mendidik masyarakat dan memberikan tontonan yang memberikan
nilai edukatif dan menyegarkan.
Wakil Ketua KPI Teti Fajriati mengatakan, selama 10 hari pertama Ramadan program
televisi Ramadan belum memberikan nuansa agamis. "Kami harapkan acara berikutnya
ada perbaikan. Juga pihak TV memperbaiki program pada Ramadan," katanya.
Berikut beberapa program Ramadan yang dikritik MUI:
1. Trans7 judul programnya Opera Van Java Sahur. Program ini penuh kata-kata
kasar, makian dan olok-olok pelecehan dan perendahan.
2. Bukan Empat Mata yang menampilkan Ustad Hariri yang diperolok-olok Tukul.
3. Happy Sahur di ANTV saat Aming memegang kemaluannya pada 25 Agustus 2009.
4. Saatnya Kita Sahur di TransTV, komedi yang dinilai penuh cemooh.
5. Dahsyatnya Sahur di RCTI yang mempertontonkan tindakan kekerasan yang
dilakukan, sekalipun dengan maksud berkelakar atau bercanda seperti memukul
kepala salah satu host (Ruben).
(nik/iy)
[Non-text portions of this message have been removed]