Posted by: "mhd.husnil" [email protected]   mhd.husnil 
Fri Sep 18, 2009 11:30 pm (PDT) 
(Dikutip dari milis jurnalisme)

ada dua hal yang selalu berulang dalam berita terorisme, dan itu agak 
membingungkan saya, sebagaimana terjadi di temanggung, jatiasih, dan solo. 

pertama, korban mati di kamar mandi. entah kenapa, korban matinya di kamar 
mandi? apakah memang kamar mandi merupakan ruangan teraman dalam rumah? kalo 
memang begitu, apa bedanya para teroris itu dengan maling kacangan yang 
berpikir bahwa kamar mandi merupakan tempat teraman untuk ngumpat dalam rumah. 
lho, katanya teroris itu cerdik, setidaknya memiliki nalar lebih ketimbang 
maling kacangan? 

kedua, korban itu adalah mantan pelaku terorisme, seperti air setiawan dan 
urwah? dan mereka melakukannya tidak lama mereka berselang keluar dari penjara. 
urwah divonis tujuh tahun, berarti ia baru bebas tahun ini, itu jika dihitung 
dari 2003, tahun terjadinya bom di kedutaan australia. tapi memang urwah 
ditangkap pada tahun itu? 

mengenai urwah, alasan penangkapannya agak aneh deh. apakah urwah divonis tujuh 
tahun sebagaimana dilansir tempointerkatif atau cuma tiga tahun, seperti yang 
diberitakan liputan 6: http://berita. liputan6. com/daerah/ 200909/244516/ 
Urwah.Anak. Buah.Noordin. Diduga.Tewas

jika setelah keluar dari penjara para pelaku itu masih memegang ideologi 
terorisme dan hendak bergabung kembali dengan komplotannya, mungkin yang patut 
dipertanyakan: bagaimana jaringannya yakin bahwa ia bukan mata-mata polisi? 
tentu, orang yang pernah ditangkap lebih memiliki kesempatan untuk diawasi 
polisi. apalagi ini kasus terorisme, bukan kelas maling kacangan. 

dan, sayangnya kita sama sekali tidak mengetahui motif mengapa mereka kembali 
ke komplotannya. soalnya, para pelaku itu mati semua. dan inilah yang disesali 
banyak orang, kenapa mereka mesti mati? kalau mereka hidup kan lebih 
bermanfaat. publik bisa tahu alasan mengapa mereka kembali lagi menjadi 
teroris. itu pun setelah mereka terbukti di pengadilan. 

salam, 
Muhammad Husnil 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke