Yuddy : Saya Tidak Bermaksud Menantang Tiga Konglomerat
Antara - Jumat, September 25

"Saya tidak bermaksud menantang tetapi ini panggilan perjuangan untuk Partai
Golkar ke depan," kata Yuddy Chrisnandi saat bertemu pengurus Partai Golkar
Provinsi dan kabupaten/kota se-Kalbar di Pontianak, Kamis.
Ia dan ketiga konglomerat tersebut tetap mempunyai hubungan dekat. Dengan Surya
Paloh, selaku Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, ia selalu mendapat dukungan
normal terhadap langkahnya di DPR RI.
Sementara dengan Aburizal Bakrie, setiap minggu dia selalu bermain tenis.
"Dengan Tommy (Hutomo Mandala Putra), sudah seperti saudara," kata Yuddy
Chrisnandi.
Yuddy : Saya Tidak Bermaksud Menantang Tiga Konglomerat
Menurut dia, Golkar menghadapi tantangan berat baik secara internal maupun
eksternal lima tahun mendatang.
Internal, kata dia, melemahnya idealisme dan menguatnya budaya pragmatisme,
merebaknya "budaya money politic", melemahnya kecintaan kader terhadap Partai
Golkar, memudarnya ruh perjuangan Partai Golkar, serta mandegnya sistem
pengkaderan dan regenerasi.
Sedangkan tantangan eksternal, persaingan ketat antarpartai, dislokasi sosial
dari aktivis partai ke "enterpreneur" sehingga budaya pragmatis menguat.
"Partai akhirnya kehilangan kader," kata Yuddy.
Selain itu, liberalisasi politik yang semakin terbuka, pengaruh dari pasar,
serta krisis identitas dan ideologi yang dialami Partai Golkar.
"Kepercayaan rakyat kepada partai politik turun karena dianggap menjadi ajang
mencari kekuasaan," kata Yuddy.
Ia juga mengingatkan partai-partai lain yang telah menyiapkan kader-kader muda
untuk menjadi pemimpin pada kurun 2010 - 2014.
Misalnya Partai Demokrat menyiapkan Anas Urbaningrum, PDIP Puan Maharani atau
Pramono Anung, PKS Anis Matta atau Zulkiflimansyah, Gerindra Fadli Zon, PAN
Dradjat Wibowo atau Zulkifli Hasan.
"Mereka semua berada pada kisaran usia 40 tahun," kata Yuddy yang saat ini
berusia 41 tahun.
Sementara pada 2014, pertarungan partai politik akan mengerucut kepada figur
Presiden-Wakil Presiden.
"Pemilih pemula akan mendominasi, dengan kisaran 70 persen atau sekitar 180
juta orang," kata dia.
Pemilih pemula, lanjut dia, lebih mengedepankan pada penampilan seseorang,
tidak melihat ideologi.
Ia menawarkan program Panca Sukses Golkar yakni sukses konsolidasi, wawasan,
idiologi, dan organisasi.
Kemudian sukses pemenangan Pilkada, sukses pemenangan pemilu legislatif, sukses
pemenangan Pilpres, dan sukses kaderisasi.
Pada Pemilu 2004 Partai Golkar mendapat 22,4 persen suara; Pemilu 2009 turun
jadi 14,45 persen dan Pilpres 12-an persen.
"Ini situasi yang sulit karena kompetisi politik sangat ketat pada 2010 hingga
2014," kata dia.
Manajer Kampanye Yuddy Chrisnandi Indra J Piliang mengatakan, sekarang terjadi
perubahan di tingkat elit politik dengan dominasi kalangan muda.
Ia juga yakin Yuddy mampu mengumpulkan dana abadi partai diatas Rp1 triliun
kalau menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Ketua DPD Partai Golkar Kalbar Zulfadhli mengatakan salut dengan sikap Yuddy
Chrisnandi yang terus terang mencalonkan diri sebagai Presiden pada Pilpres
2009.
"Jangan sampai mundur dari pencalonan sebagai Ketua Umum karena akan
mengecewakan banyak pihak," kata Zulfadli.
Yuddy Chrisnandi juga siap mengakomodir kader dari Partai Golkar Kalbar di
jajaran DPP kalau terpilih.
Berani beda, berani benar, berani pulang!
[Non-text portions of this message have been removed]