http://www.suaramer deka.com/ 25 September 2009 | 15:47 wib | Daerah Banyak Pejabat Senang KPK Lemah Yogyakarta, CyberNews. Ontran-ontran antara Polri dan KPK membuat sejumlah pihak malah merasa senang. Bahkan menurut Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Moh Mahfud MD, banyak pejabat yang bertepuk tangan dengan melemahnya KPK. Diapun terus terang mengatakan ada pejabat setara menteri yang juga senang karena lembaga pemberantas korupsi tersebut semakin tak berdaya. "Saya pribadi menilai memang ada upaya secara sistematis membuat lemah KPK. Malah ada pejabat setingkat menteri yang senang dengan kondisi tersebut apalagi pejabat-pejabat lain yang diduga korupsi," papar Mahfud ketika ditemui di rumahnya, Yogyakarta, Jum'at (25/9). Jauh-jauh hari sebelum para petinggi KPK dijadikan tersangka, dia sudah mendapat bocoran polisi akan menangkap pimpinan lembaga pemberantas korupsi. Diapun lantas menemui Presiden SBY dan membicarakan persoalan itu. Presiden tak mau ikut campur tangan karena khawatir dianggap intervensi. Lantas menyerahkannya ke proses hukum. Mahfud mengakui upaya pelemahan bukan dilakukan oleh lembaga tetapi pribadi-pribadi pejabat yang kebetulan punya posisi di lembaga tinggi negara. Bukan hanya mereka tapi juga pengusaha-pengusaha yang merugikan negara membangun kekuatan dengan pejabat lembaga negara untuk menyerang KPK. Begitulah susahnya memberantas korupsi di negeri ini. "Saya kira bukan lembaganya yang menyerang atau melemahkan KPK tapi personal-personal yang numpang di lembaga tersebut. Mereka berusaha dengan berbagai cara agar pemberantasan korupsi terus melemah," imbuh dia. Melihat kondisi demikian, dia setuju dengan langkah Presiden SBY mengeluarkan perpu dan keppres untuk mengatasi kekosongan di KPK. Dia tidak menunjuk langsung pengganti pimpinannya tapi membentuk tim guna memilih orang-orang yang dipandang kredibel dan memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi. "Masyarakat harus mendukung langkah-langkah tersebut agar pemberantasan korupsi terus berjalan dan tak ada kekosongan," pinta Mahfud. ( Agung Priyo Wicaksono / CN13 ) [Non-text portions of this message have been removed]

