Sebentar lagi kita semua akan "merayakan"-"pesta" "hari raya" dimana sebagai 
pengorbanan , telah dikorbankan, demi untuk berdirinya satu negara 'baru" perlu 
dikorbankan  korban manusia .
 
Aku  hanya seorang individu yang hanya "mengalami" sejarah hitam ini secara 
tidak langsung , maklum saat itu aku masih bocah cilik. Tapi sementara sejarah 
berkembang mulailah aku tertarik akan kejadian tahun 1965 bulan 
September/Oktober dimana telah terjadi pembantaian bangsa dewek oleh bangsa 
dewek.
 
Yang mendasari perhatianku terhadap sejarah tahun 65, bulan September Oktober 
ini yalah perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang telah mengalami gejolak 
situasi negara dan bangsa, baik itu strukturil negara, budaya dan politik dan 
moral.  Setelah mengalami korban darah yang tidak sedikit, ternyata negara baru 
yang lahir dan di kepalai oleh militerist/fascist  Mbah Harto , berkat 
"jasa-nya" dan selama lebih dari 3 dasa warsa telah mendirikan/membangun  
pondasi negara dan bangsa seperti apa yang kita alami saat ini, negara yang 
deldel duwel, baik ekonomi. politik, budaya dan moral.
 
Bagaimana suatu kejadian yang berlumuran darah masih bisa dipelintir dengan 
nama2 bagi kejadian bersejarah ini dengan pelbagai sebutan? 
Dua hari diachir bulan September, 30 September dan satu hari dibulan Oktober ,1 
Oktober ternyata membawa aib bagi bangsa Indonesia. Sebenarnya bagi sejarahwan 
dan analist politik yang jujur akan mencoba meng-analisa apa sebenarnya artian 
kata2 G30S/Gestapu/Gestok ini? Apa yang mendasari kata2 ungkapan ini dan apakah 
dan dimana  basis kebenarannya kata2 ungkapan tersebut,dan tujuan artian kata2 
itu,  dan apabila sudah terungkap apa sebenarnya yang telah terjadi atau apa 
"hasil" dari kata2 ungkapan ini ? Siapa yang di-untungkan dan siapa yang 
dirugikan, yang sudah jelas karena kaburnya kejadian sejarah(yang berlumuran 
darah) tanpa ada yang tahu bagaimana kebenaran/ duduk perkaranya, alhasil 
bangsa ini tetap menderita baik ekonomi, sosial budaya dan moral. Semua akibat 
karena tidak adanya pencerahan dari kejadian 30 September/1 Oktober 1965, maka 
inilah hasil pemerintahan fascist Orba.
 
Yang paling menyedihkan yalah ketidak adilan terhadap keturunan siapa2 yang 
telah dituduh sebagai orang PKI atau simpatisan. Sampai sekarang kehidupan 
keluarga yang ditinggalkan, yang dicap sebagai keturunan orang PKI masih 
menderita dalam pelbagai bidang, baik diskriminasi sosial/ekonomi dan 
dikucilkannya .
Bahkan banyak orang2 yang kebetulan waktu kejadian ada di LN, sampai 
sekarangpun kehilangan ke-WN-nya. Apakah mereka ini salah? Padahal mereka ini 
ke-LN diutus sebagai wakil negara dan/atau wakil utusan budaya dari ormas yang 
resmi dalam masyarakat Indonesia waktu itu.
 
Tanpa adanya keadilan dalam perkara kejadian tanggal 30 September/1 Oktober 
1965, maka rakyat dan negara Indonesia akan ter-ombang ambing dalam 
melangkahkan perjalanannya menuju Indonesia yang lebih baik dikemudian hari. 
 
Harry Adinegara
 
Catatan pendek soal kata2 topik diatas.
G30S adalah ungkapan yang tujuan-nya untuk menunjukan ada usaha coup d'etat 
oleh PKI , ungkapan ini adalah kreasinya Mbah Harto.
 
Gestapu adalah usaha militerist fascist yang dikepalai oleh Mbah Harto untuk 
menyamakan ungkapan ini dengan gerombolan Gestapo Nazi Jerman.
 
Gestok adalah ungkapan yang dipakai oleh Pres.Sukarno untuk menunjukan bahwa 
ada usaha coup tapi tidak dari PKI, tapi lebih kepada Mbah Harto yang 
membangkang Pres. Sukarno sewaktu beliau akan mengangkat Jendral Pranoto 
sebagai KSAD.


      
__________________________________________________________________________________
Get more done like never before with Yahoo!7 Mail.
Learn more: http://au.overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke