Tuan Guru Zainuddin bin Abdul Madjid




Beliau adalah sosok ulama karismatik yang berasal dari Indonesia bagian
timur. Kedalaman ilmu yang dimilikinya menjadikannya beliau sosok ulama yang
cukup di segani dan termasyhur serta menjadi kebanggaan indonesia bahkan
dunia. Ulama Ahli Hadist Mekkah Habib Muhammad Alwi al maliki bahkan pernah
mengatakan ” Tidak ada para ulama dan Pelajar  di Mekkah yang tidak mengenal
Syech Zainuddin , beliau adalah ulama besar yang memiliki segudang ilmu
bukan hanya milik bangsa Indonesia tapi milik umat islam sedunia. Ucapan
Habib Muhamad alwi almaliki tersebut bukan tanpa alasan. Sosok Zainuddin bin
Abdul madjid sudah terkenal memiliki kecerdasan yang luar biasa sejak usia
remaja. Para guru-gurunya pun mengakui kelebihan yang dimiliki oleh
Zainuudin.



Ulama asal Lombok ini terkenal dengan sebutan Tuang Guru Zainuddin bin Abdul
Madjid Al amfani Al Fancuri, Lahir di Desa Pancor Lombok Timur tangal  11
May 1906. Ayah beliau  KH. Abdul Madjid seorang ulama dan pejuang yang cukup
di segani di lombok . Menjelang kelahiran Putranya, ayahnya bermimpi
didatangi Waliyulloh dari Tarim Hadromaut , dalam mimpi tersebut di beri
pesan agar anaknya di beri Nama  ”Saqqap” yang artinya “Orang yang
memperbaiki atap”  Orang Indonesia  menyebutnya “assegap” dan secara
kebetulan Waliyulloh tersebut bernama  “Saqqop”. Sejak kecil Zainuddin
dipanggil dengan dialek sasak dengan sebutan “Segep” atau “gep”. Setelah
Menunaikan Ibadah Haji  baru Namanya di ganti dengan Haji  Zainuudin bin
Abdul Madjid.


Sejak kecil Tuan Guru ZAinuddin belajar kepada ayahnya dan ulama ulama di
Lombok. Menginjak usia Remaja Tuan Guru Zainuddin di kirim ayahnya untuk
belajar di Mekkah. Kecerdasan yang dimilki Tuan Guru Zainuddin mampu
menyerap ilmu-ilmu yang di berikan gurunya. Diantara guru -guru beliau di
Mekkah adalah Syech Hasan Muhamad Al masysyat, Al alamah Syech Salim
rahmatulloh dan lain-lain. Kejeniusan Tuan Guru Zainuddin sangat di kagumi
oleh guru guru beliau. Bahkan ketika masuk di Madrasah Al-Shaulatiyah
sebagaimana lazimnya setiap pelajar yang akan belajar di sana harus melalui
tes, dan yang memberikan tes tersebut adalah direktur Al Shaulatiyyah
sendiri Al alamah Syaikh Salim Rahmatullah dan Syaikh Hasan Muhammad
Al-Masysyath. Dan hasilnyapun sungguh mencengangkan, Tuan Guru Zainuddin
lulus tes dan ditempatkan langsung di tingkat tiga. Namun dengan kerendahan
hatinya Tuan Guru Zainuddin meminta agar dirinya masuk ke tingkat 2 saja
dengan alasan untuk memperdalam ilmu Nahwu Shorof. Dengan demikian akhirnya
Zainuddin belajar di Madrasah Al Shaulatiyyah langsung ke tingkat 2. Tuan
Guru Zainuddin tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk
belajar dengan sungguh sungguh. Dengan di temani oleh ibunya selama di
Mekkah, Tuan Guru Zainuddin selalu minta Ridho dan do’a dari ibunya demi
kesuksesannya dalam belajar. Dan terbukti Tuan guru Zainuddin lulus dengan
predikat “Mumtaz” (camlaude). Sebagai penghargan atas prestasinya Direktur
Madrasah Al-Shaulatiyah Syaikh Salim Rahmatullah mengundang Ahli Kaligrafi
terbaik di Mekkah untuk menulis Ijazah Tuan guru Zainuddin, bahkan Beliau
mengatakan bahwa “Madrasah Al shaulatiyah tidak perlu memiliki murid banyak
, cukup satu orang saja asalkan memilki prestasi dan berkualitas seperti
ZAinuddin”. Prestasi yang didapat oleh Tuan guru Zainuddin bukan tanpa
pengorbanan, Ibunda yang selalu mendampingi dan mendo’kannya telah meninggal
dunia di Makkah.


Hampir 13 tahun Ta’lim di Makkah Tuan Haji Zainuddin kembali ketanah air.
Suasana konflik di tanah air dengan Belanda , telah membangkitkan semangat
beliau untuk berdakwah dan melakukan perlawanan terhadap penjajah. Beliau
melakukan dakwah ke berbagai plosok daerah dan terkenal dengan sebutan “Guru
Bajang” . Tahun 1934 Tuan Guru Haji Zainuddin mendirikan Pesantren bernama
“Al Mujahidin” yang merupakan Cikal bakal berdirinya “Nahdlatul Wathon” yang
di didirikan tgl 22 Agustus 1937.



Pembawaanya yang berwibawa dan keluasan ilmu yang mendalam menjadikan beliau
sosok ulama yang menjadi panutan dan rujukan para ulama, sikapnya yang
sederhana tak menunjukan bahwa beliau seorang ulama. Selalu mendengar keluh
kesah warganya dan mencoba di carikan jalan keluarnya. Maka beliau begitu
sangat di cintai murid dan warganya. Perkembangan Nahdlatul Wathon sangat
pesat sampai saat ini telah memilki hampir 1000 cabang di seluruh nusantara,
perkembangan tersebut tak lepas dari peran para muridnya yang membuka cabang
di daerah tinggalnya masing masing.



Jaringan Intelektual


TGH Muhammad Zainuddin AM memiliki jaringan intelektual yang luar biasa,
terutama silsilah guru-guru yang didapatinya selama di Makkah al-Mukarromah.
Jaringan ini mencerminkan betapa luasnya pengembaraan mencari ilmu dan
matangnya keilmuwan TGH Muhammad Zainuddin AM. Silsilah keilmuwan yang
diperolehnya tidak dalam satu mata rantai dalam setiap cabang keilmuwan,
melainkan beberapa guru yang memiliki kemampuan dan pengetahuan agama yang
luas.


Guru-guru yang mengajarkan al-Qur’an dan kitab melayu:

1.     T.G.H. Abdul Majid

2.     T.G.H. Syarafuddin Pancor Lombok Timur

3.     T.G.H. Abdullah bin Amak Dujali Kelayu Lombok Timur

4.     Al ‘Alim al-‘Allamah al-Syaik al-Kabir al-Arifubillah Maulana Syaikh
Hasan Muhammad al-Mahsyat

5.     Al ‘Alim al-‘Allamah al-Faqih Maulana al-Syaikh Umar Bajunaid al-
Syafi’i

6.     Al ‘Alim al-‘Allamah al-Faqih Maulana Syaikh Muhammad Syaid al-Yamani
al-Syafi’i

7.     Al ‘Allim al-‘Allamah al-Mutaffanin Sibawaihi Zanamihi Maulana Syaikh
Ali al-Maliki

8.     Maulana Syaikh Abu Bakar al-Falimbangi

9.     Maulana Syaikh Hasan Jambi al-Syafi’i

10.  Al ‘Allim al-‘Allamah al-Muffasir Maulana al-Syaikh Abdul Qadir
al-Mandili al-Syafi’i

11.  Al ‘Allim al-‘Allamah al-Shufi Maulana Syaikh Muhtar Betawi al-Syafi’i

12.  Al ‘Allim al-‘Allamah al-Muhaddis Maulana Syaikh Umar Hamdan al Mihrasi
al-Maliki

13.  Al ‘Allim al- ‘Allamah al-Muhaddis Maulana Syaikh Abdul Qadir al-Syibli
al-Hanafi

14.  Al ‘Allim al-‘Allamah al-Adib al-Shufi Maulana Syaikh al-Syayid
Muhammad Amin al-Kuthbi al-Hanafi

15.  Al ‘Allim al-‘Allamah Maulana Syaikh Muhsin al-Musahwa al-Syafi’i

16.  Al ‘Allim al-‘Allamah al-Falaqi Maulana Syaikh Khalifah al-Maliki

17.  Al ‘Allim al-‘Allamah Maulana Syaikh Jamal al-Maliki

18.  Maulana Syaikh al-Shahih Muhammad Shalih Mukhtar al-Makhdum al-Hanafi

19.  Al-‘Allim al-‘Allamah al-Syafi’i Maulana Syaikh Mukhtar al-Makhdum Al
Hanafi

20.  Maulana Syaikh al-Syayid Ahmad Dahlan Sadakah al-Syafi’i

21.  Maulana Syaikh Salim Cianjur al-Syafi’i

22.  Al-‘Allim al-‘Allamah al-Muarrikh Maulana Syaikh Salim Rahmatullah
al-Maliki

23.  Maulana Syaikh Abdul Gani al-Maliki

24.  Maulanasyaikh al-Syayid Muhammad Arabi al-Tubani al-Jasairi al-Maliki

25.  Maulana Syaikh al-Faruq al-Maliki

26.  Maulana Syaikh al-Wa’id al- Syaikh Abdullah al-Farisi

27.  Maulana Syaikh Mala Musa


Guru Ilmu Tajwid, al-Qur’an dan Qiraat Sab’ah:

1.     Al-Syaikh Jamal Mirdad (Imam dimakam Imam Hanafi di Masjidil Haram)

2.     Al-Syaikh Umar Arba’in (Ahli Qur’an dan Qasidah yang sangat terkenal)

3.     Al-Syaikh Abdul Latif Qari (Guru besar di Qiraat Sab’ah di Madrasah
4. Ashaulatiyah)

4.     Al-Syaikh Muhammad Uba’id (kepala guru/Guru besar dalam bidang Tajwid
dan  Qiraat yang sangat terkenal di Makkah).


Ilmu Fiqih, Tasawuf, Tajwid, Usulul Fiqih dan Tafsir:

1.     Al-‘Alamah ‘al-Syaihk Umar Bajunaid al-Syafi’i

2.     Al-‘Alimul al-Alamah  al-Syaikh Muhammad Said al-Yamani

3.     Al-‘Alamah al-Syaikh Muhtar Betawi

4.     Al-‘Alamah al-Syaihk Abdul Qadir al-Mandili (Murid Khusus dari al-
Allamah

5.     Syaikh Ahmad Hamud Minangkabau Sumatera Barat)

6.     Al-‘Alamah al-Faqih Abdul Hamid Abdur Rabb al-Yamani

7.     Al-‘Mutaffanin al-‘Allamah al-Syayid Muhsin al-Musawa (Musisi Pendiri
Darul Ulum al-Diniyah Makkah Mukarramah)

8.     Al-‘Allamah al-Adib al-Syaikh Abdullah al-Lajahi al-Farisi (Pengarang
Yang Sangat Terkenal)


Guru Ilmu Arud (Syair Bahasa Arab):

1.     Al-‘Allim al-‘Allamah al-Syaikh Abdul Qani al-Qadli

2.     Al-‘Allim al-‘Allamah al-Adib al-Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi


Guru Ilmu Falak:

1.     Maulana Syaihk Cianjur (Jawa Barat)

2.     Al-‘Allim al-‘Allamah al-Falaki Maulana Syaikh  Khalifah al-Makki

3.     Al-‘Allim al-‘Allamah al-Sayyid Ahmad Dahlan Sadakah al-Syafi’i


Guru Ilmu Hadits, Mustalahul Hadits, Mustahul Tafsir, Ilmu Fara’id, Sirah
(Tarikh) dan Berbagai Ilmu Alat (Nahu-Syaraf):

1.     Al-‘Allamah al-Qabir Sibawaihi Zamanihi al-Syaikh al-Maliki

2.     Al-‘Allamah al-Jalil Asyaikh Jamal al-Maliki

3.     Al-‘Allim al-‘Allamah al-Kabir al-Muhaddist Maulana Syaihk Umar
Hamdan al-Mihrazi al-Syafi’i

4.     Al ‘Allimul ‘Allamah al-Kabir al-Muhaddist Maulana Syaikh Abdullah
al-Buhari al-Syafii (Mufti Istanbul)

5.     Maulanna Wamurabbi Abil Barokah al-‘Allim al-‘Allamah al-Ushuli
al-Muhaddist al-Shufi al-‘Arifubillah Maulana Syaikh Hasan Muhammad
al-Mahsyat al-Maliki

6.     Al-‘Allim al-‘Allamah al-Shorfi Maulana Syaikh Muftar Makdum
al-Hanafi

7.     Al-‘Allim al-‘Allamah Maulana Syaikh al-Sayyid Muhsin al-Musawa

8.     Al-‘Allim al-‘Allamah al-Adeb al-Shufi Maulana Shaihk al-Sayyid
Muhammad Amin al-Kutbi al-Hanafi

9.     Al-‘Allim al-‘Allamah  al-Syaikh Umar al-Faruk al-Maliki

10.  Al-‘Allim al-‘Allamah al-Kabier al-Syaikh Abdul Qadir al-Syalabi
al-Hanafi


Guru Ilmu Arwad (Ahzab):

1.     Al-‘Allim al-‘Allamah (Kyai Falaj) (Bogor Jawa Barat)

2.     Maulana Syaihk Malla Musa al-Maqribi


Guru Khat (Kaligrafi):

1.     Al-Khattah  al-Syaikh Abdul Aziz Langkat

2.     Al-Khattah al-Syaihk Dau al-Rumani al-Fhatani

3.     Al-Khattah al-Syaihk Muhammad al-Ra’is al-Maliki


Dari semua guru TGH Muhammad Zainuddin AM, ada lima guru/ulama yang sangat
berjasa dalam membimbing dan mendidiknya di Mekah: Syaikh Hasan Muhammad
al-Mahsyat al-Maliki, Syaikh al-Sayyid Muhammad Amin al-Kutbi al-Hanafi,
Syaikh Umar al-Faruk al-Maliki, dan Syaikh al-Sayyid Umar Hamdan al-Mihrasi
al-Syafi’i.


Kiprah Sosial-Keagamaan


Melihat kondisi masyarakat Lombok yang masih terbelenggu oleh kebodohan dan
keterbelakangan, TGH Muhammad Zainuddin AM merasa tertantang untuk membenahi
masyarakatnya yang masih dalam jajahan Belanda, Jepang, Hindu Bali (Anak
Agung Karangasem) melalui pencerdasan agama. Kepulangannya dari Mekah pada
tahun 1934 ketika terjadi peperangan antara Raja Syarif Husein dengan Raja
Abdul Aziz bin Abdurrahman  sehingga ia kembali ke Lombok untuk membuka
pengajian pemula untuk masyarakat dengan sistem halaqah (Abdul Hayyi Nu’man,
1998).


Pondok Pesantren yang didirikan diberi nama Pondok Pesantren Nahdlatul
Wathan (membela tanah air) sesuai dengan obsesinya untuk membela tanah air
dari kaum penjajah. Dengan berbekal ilmu yang dimiliki, ia mampu tampil
sebagai seorang ulama yang mempunyai kompetensi besar dalam membentuk kader
ulama. jenjang pendidikan yang khusus untuk mencetak kader ulama diberi nama
Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits. Sebagai seorang Mujahid, TGH Muhammad
Zainuddin AM berupaya melakukan inovasi untuk meningkatkan pengetahuan agama
masyarakat. Itu sebabnya, ia membuat rintisan dengan memperkenalkan sistem
madrasi dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran agama di NTB,
membukan lembaga pendidikan khusus bagi wanita, mengadakan Syafatul Qubra,
meciptakan hizib tarekat Nahdaltul Wathan, membuka sekolah umum di samping
sekolah agama, menyususn nazham berbahasa Arab bercampur bahasa Indonesia.


Berikut ini kiprah sosial-keagamaan TGH Muhammad Zainuddin AM:

1.     Pada tahun 1943 mendirikan Pesantren Al-Mujahidin

2.     Pada tahun 1937 mendirikan Madrasah NWDI

3.     Pada tahun 1943 mendirikan Madrasah NBDI

4.     Pada tahun 1945 pelopor kemerdekaan RI untuk daerah Lombok

5.     Pada tahun 1946 Pelopor Penggempuran Nica di Selong Lombok Timur

6.     Pada tahun 1947/1948 menjadi Amirul Hajji dari negara Indonesia Timur

7.     Pada tahun 1948/1949 Anggota delegasi Negara Indonesia Timur ke Saudi
Arabia

8.     Pada tahun 1950 Konsultan NU Sunda Kecil

9.     Pada tahun 1952 Ketua badan penasehat Masyumi Daerah Lombok

10.  Pada tahun 1953 Mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan

11.  Pada tahun 1953 Ketua Umum PBNW pertama

12.  Pada tahun 1953 Merestui terbentuknnya NU dan PSII di Lombok

13.  Pada tahun 1954 Merestui terbentuknya PERTI Cabang Lombok

14.  Pada tahun 1955 Anggota Konstituante RI hasil Pemilu I 1955

15.  Pada tahun 1964 Menjadi peserta KIAA (Konferensi Islam Asia Afrika) di
Bandung

16.  Pada tahun 1964 Mendirikan Akademi Paedagogik NW

17.  Pada tahun 1965 Mendirikan Ma’had Darul Qur’an Wal  Hadist Al Majidiah
Asy Syafi’iyah Nadlatul Wathan

18.  Pada tahun 1972/1982 Anggota MPR RI hasil Pemilu II dan III

19.  Pada tahun 1971/1982 Penasehat Majelis Ulama’ Indonesia Pusat

20.  Pada tahun 1974 Mendirikan Ma’had Lil Banat

21.  Pada tahun 1975 Ketua Penasehat bidang Syara’ Rumah Sakit Islam Siti
Hajar Mataram

22.  Pada tahun 1977 Menjadi Rektor Universitas Hamzan Wadi

23.  Pada tahun 1977 Mendirikan Universitas Hamzan Wadi

24.  Pada tahun 1977 Mendirikan Fakultas Tarbiyah Universitas Hamzan Wadi

25.  Pada tahun 1978 Mendirikan STKIP Hamzan Wadi

26.  Pada tahun 1978 Mendirikan Sekolah Ilmu Syari’ah Hamzan Wadi

27.  Pada tahun 1982 Mendirikan Yayasan Pendidikan Hamzan Wadi

28.  Pada tahun 1987 Mendirikan Universitas Nahdlatul Nathan di Mataram

29.  Pada tahun 1987 Mendirikan Sekolah Ilmu Hukum Hamzan Wadi

30.  Pada tahun 1990 Mendirikan Sekolah Ilmu Da’wah Hamzan Wadi

31.  Pada tahun 1994 Mendirikan Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) putra putrid

32.  Pada tahun 1996 Mendirikan Institut Agama Islam Hamzan Wadi


Pemikiran dan Karyanya


Konsep pendidikan yang diajarkan adalah bahwa pendidikan tidak hanya
memberikan ilmu pengetahuan (kognitif), tetapi juga pemupukan moral, melatih
dan mempertinggi nilai-nilai kemanusiaan. Karena pendidikan adalah kewajiban
manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT. Dalam hal ini, usaha yang ia
pikirkan dan praktikkan adalah pengembangan pendidikan Islam melalui
pesantren. Yakni, berusaha mengembangkan pesantren dengan menerima beberapa
pemikiran alternatif yang dapat dijadikan sebagai masukan/kontribusi bagi
pengembangan pesantren sejalan dengan perubahan zaman. Karena itu, menurut
TGH Muhammad Zainuddin AM, pesantren mesti merubah orientasinya dengan tidak
sekadar berorientasi pada pencarian ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu yang
lain.


TGH Muhammad Zainuddin AM dikenal sebagai ulama yang tidak sekadar menekuni
dunia pendidikan di pesantren dan masyarakat, tetapi juga sebagai penulis
dan pengarang yang produktif yang bakatnya ini timbul sejak masih belajar di
Madrasah Ash-Shaulatiyah di Mekah. Beberapa karya yang dihasilkannya di
antaranya dalam bentuk kitab, kumpulan doa, dan lagu-lagu perjuangan dalam
bahasa Arab, Indonesia, dan Sasak.


Karya-karyanya antara lain:

1.     Risalah al-Tauhid

2.     Sullam al-Hija’

3.     Syarah Safinah al-Najah

4.     Nahdlah al-Zainiyyah

5.     Al-Tuhfah al-Ampananiyah

6.     Al-Fawakih al-Nahdliyyah

7.     Mi’raj al-Sibyan ila Samaim al-Bayan

8.     Anfat ‘Ala Tarikah al-Tsaniyah

9.     Hizib Nahdlatul Wathan

10.  Hizib Nahdlatul Banat

11.  Tarekat Hizib Nahdlatul Wathan

12.  Batu Ngumpal Anak Nunggal

13.  Tarekat Batu Ngumpal

14.  Wasiat Renungan Masa I

15.  Wasiat Renungan Masa II

16.  Ta’sis NWDI

17.  Imamuna al-Syafi’i

18.  Mi’raj al-Sibyan

19.  Siraj a-Qulub fi Da’iyat ‘Alamat al-Guyub


Banyaknya karya yang telah ia terbitkan mencerminkan ketinggian ilmu yang
dimilikinya, sehingga oleh guru-gurunya TGH Muhammad Zainuddin AM mendapat
pujian dan kepercayaan yang besar. Di antaranya, ia pernah diberi kesempatan
untuk memberikan kata pengantar dari gurunya Maulana Syaikh Hasan Muhammad
al-Mahsyat. Dalam kata pengantar yang ia tulis untuk kitab Baqi’ah
al-Mustarsyidin karya Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat sambil
mengutip hadist Nabi Saw mengatakan: “Janganlah kamu mempelajari ilmu
syariat dari seseorang kecuali dari orang yang baik riwayat hidupnya dan
hatinya dan kamu sekalian telah menyelidiki atas keamanahannya”. Dari
Maulana Syaikh Hasan Muhammad al-Mahsyat inilah, ia pernah mendapatkan
risalah/ijazah dengan seluruh isi kitabnya, “al-Irsyad bi al-Dzikr ba’da
Ma’alim al-Ijazah wa al-Asnaf”. Dari sinilah, ia menukil sebagian ucapan
gurunya tentang kehidupan pribadinya yang mantap, tetapi tetap menganggap
dirinya adalah orang yang hina dan fakir dalam pengetahuan agama.


Syaikh Muhammad al-Mahsyat pernah memberikan sanjungan kepada TGH Muhammad
Zainuddin AM. Berikut kutipannya: “Demi Allah saya kagum kepada Zainuddin,
kagum pada kelebihannya atas orang lain pada kebesaran yang tinggi dan
kecerdsannya yang tiada tertandingi, jasanya bersih ibarat permata
menunjukkan kebersihan ayah bundanya dan karya-karya tulisnya indah lagi
menawan penaka bunga-bungaan yang tumbuh di lereng pegunungan. Di lapangan
ilmu ia dirikan ma’had, tetap dibanjiri thullab dab thalibat menuntut ilmu
dan menggali kitab. Ia kobarkan semangat generasi muda menggapai mustawa
dengan karyanya Mi’raj al-Sibyan ila Sama’i ‘Ilm al-Bayan. Semoga Alah
memanjangkan usianya dan dengan perantarannya ia memajukan ilmu pengetahuan
agama di Ampanan bumi Selaparang. Terkirimlah salam penghormatan harum
semerbak bagaikan kasturi dari tanah Suci menuju “Rinjani” (Syaikh Muhammad
Zainuddin AM dalam Mi’raj al-Sibyan ila Sama’i ‘Ilm al-Bayan).


Dengan demikian, TGH Muhammad Zainuddin AM selain dikenal sebagai ulama yang
memiliki kepedulaian yang tinggi terhadap dunia pendidikan Islam, ia juga
mampu menuliskan pikiran-pikirannya untuk memberikan warisan yang paling
berharga bagi penerus-penerusnya.



Dari berbagai sumber


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke